
Pantau - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menargetkan angka kemiskinan ekstrem di Jawa Timur turun hingga nol persen setelah sejumlah indikator kesejahteraan masyarakat menunjukkan perbaikan, termasuk tingkat kemiskinan yang mencapai 9,06 persen pada Maret 2026.
Target tersebut disampaikan Khofifah saat memimpin Upacara Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin.
Dalam sambutannya, Khofifah memaparkan berbagai capaian pembangunan daerah yang mencakup penurunan kemiskinan, ketenagakerjaan, ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, hingga transformasi pelayanan publik.
Berdasarkan data yang disampaikan, tingkat kemiskinan Jawa Timur pada Maret 2026 tercatat sebesar 9,06 persen atau turun 0,44 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 9,50 persen.
Sementara itu, tingkat kemiskinan ekstrem Jawa Timur pada 2025 tercatat sebesar 0,29 persen.
"Ini optimisme kita untuk dapat menurunkan kemiskinan ekstrem hingga nol persen," katanya.
Kemiskinan Jawa Timur Turun, Pengangguran Terbuka Tercatat 3,42 Persen
Khofifah menjelaskan bahwa penurunan angka kemiskinan menjadi salah satu capaian penting dari pelaksanaan program pembangunan Nawa Bhakti Satya.
Program tersebut merupakan arah prioritas pembangunan Jawa Timur yang mencakup sembilan pengabdian mulia sebagai pedoman pelaksanaan kebijakan pemerintah daerah hingga 2029.
Menurut Khofifah, pencapaian target pembangunan membutuhkan kerja sama berbagai pihak agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
"Langkah besar pembangunan Jawa Timur kita wujudkan bersama melalui Nawa Bhakti Satya, sembilan pengabdian mulia yang menjadi kompas prioritas pembangunan Jawa Timur hingga 2029," ujarnya.
Selain penurunan kemiskinan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat perkembangan indikator ketenagakerjaan.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Timur pada Mei 2026 tercatat sebesar 3,42 persen.
Khofifah menilai capaian tersebut menunjukkan kemampuan perekonomian daerah dalam menghadapi berbagai tantangan.
"Catatan TPT ini menjadi capaian yang menunjukkan resiliensi ekonomi kita," katanya.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadikan perkembangan indikator kemiskinan dan ketenagakerjaan sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan program peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Produksi Padi Jawa Timur Capai 10,44 Juta Ton, Sumbang 17,34 Persen Nasional
Pada sektor ketahanan pangan, Khofifah menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki peran penting sebagai salah satu daerah penopang produksi pangan nasional.
Sepanjang 2025, produksi padi Jawa Timur tercatat mencapai sekitar 10,44 juta ton gabah kering giling (GKG).
Jumlah tersebut setara dengan sekitar 17,34 persen dari total produksi padi nasional.
Kontribusi tersebut memperkuat peran Jawa Timur dalam mendukung ketersediaan pasokan beras dan ketahanan pangan Indonesia.
Selain padi, Jawa Timur juga menjadi salah satu daerah penghasil jagung dan tebu yang mendukung kebutuhan pangan serta industri nasional.
Pada sektor peternakan, Jawa Timur turut berkontribusi melalui produksi daging, susu, dan telur.
Sementara itu, sektor perikanan menjadi bagian dari kegiatan produksi pangan yang mendukung kebutuhan masyarakat.
Khofifah menyampaikan bahwa capaian produksi pangan tersebut tidak terlepas dari kerja keras para petani, peternak, dan nelayan.
Ia memberikan apresiasi kepada para pelaku sektor pangan yang terus menjalankan kegiatan produksi untuk menjaga ketersediaan bahan pangan.
"Kita memahami bahwa kedaulatan pangan lahir dari kerja keras petani yang setia merawat bumi, dari ketekunan peternak di kandang-kandang peluh, dan dari keberanian nelayan kita menembus ombak samudra. Karena ketekunan panjenengan semua, hari ini Jawa Timur berdiri tegak dengan kebanggaan yang luar biasa," ujarnya.
Khofifah Perkuat Pendidikan Vokasi, Beasiswa Santri, dan Kerja Sama Internasional
Di bidang pendidikan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperluas kesempatan belajar melalui program Jatim World Class Education.
Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia agar mampu bersaing pada tingkat internasional.
Salah satu fokusnya adalah penguatan pendidikan vokasi yang berorientasi pada peningkatan keterampilan dan kompetensi peserta didik.
Selain pendidikan vokasi, pemerintah provinsi mendorong penguatan pendidikan tinggi melalui pengembangan kesempatan belajar dan kerja sama pendidikan.
Pendidikan pesantren juga menjadi salah satu bidang yang mendapatkan perhatian dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dukungan tersebut diwujudkan antara lain melalui program beasiswa bagi santri unggul untuk memperluas kesempatan pengembangan kemampuan akademik dan kompetensi.
Khofifah turut menyoroti kolaborasi pendidikan dengan King's College London sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing talenta Jawa Timur.
Kerja sama internasional tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi pada tingkat global.
"Melalui beasiswa santri unggul, penguatan vokasi, hingga kolaborasi prestisius dengan King's College London, kita sedang mencetak talenta-talenta berdaya saing internasional. Kita ingin memastikan bahwa setiap anak di Jawa Timur menemukan ruang terbaiknya untuk tumbuh dan mekar," katanya.
Jaminan Kesehatan Capai 96,12 Persen, Sebanyak 241 Layanan Terintegrasi MAJADIGI
Pada sektor kesehatan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat cakupan perlindungan jaminan kesehatan masyarakat telah mencapai 96,12 persen hingga September 2026.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Jawa Timur telah masuk dalam cakupan perlindungan jaminan kesehatan.
Selain itu, usia harapan hidup masyarakat Jawa Timur tercatat mencapai 75,36 tahun.
Kedua indikator tersebut menjadi bagian dari capaian pembangunan sektor kesehatan yang disampaikan Khofifah dalam peringatan Hari Jadi ke-81 Jawa Timur.
Sementara itu, pada bidang tata kelola pemerintahan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat transformasi digital melalui pengembangan Ekosistem Majapahit Digital atau MAJADIGI.
MAJADIGI dikembangkan untuk mendukung integrasi layanan publik dan administrasi pemerintahan agar dapat berjalan secara lebih terpadu.
Hingga September 2026, sebanyak 241 layanan telah terintegrasi dalam ekosistem digital tersebut.
Pengembangan MAJADIGI menjadi salah satu langkah pemerintah provinsi dalam meningkatkan keterpaduan penyelenggaraan pelayanan publik.
Selain transformasi digital, Khofifah menekankan pentingnya pembangunan yang inklusif dan memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
Prinsip tersebut dijalankan antara lain melalui program Jatim Harmoni dan Jatim Lestari yang diarahkan untuk mendukung pemerataan manfaat pembangunan serta kelestarian lingkungan.
Khofifah Dorong Pemerataan Pembangunan melalui Nawa Bhakti Satya hingga 2029
Khofifah menegaskan bahwa peran Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara harus memberikan manfaat pembangunan yang semakin merata bagi masyarakat.
"Peran sebagai Gerbang Baru Nusantara juga harus membawa manfaat yang semakin merata di dalam Jawa Timur," ujarnya.
Menurut Khofifah, pembangunan daerah harus dilaksanakan dengan semangat kerja keras, kesungguhan, dan pengorbanan.
Ia mengingatkan kembali falsafah Jawa Timur, Jer Basuki Mawa Beya, yang mengandung pesan bahwa keberhasilan membutuhkan usaha dan pengorbanan.
Falsafah tersebut menjadi pengingat bahwa pencapaian target pembangunan tidak dapat dilepaskan dari kontribusi seluruh elemen masyarakat.
Karena itu, Khofifah mengajak berbagai pihak memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam melanjutkan pembangunan Jawa Timur.
Kerja sama tersebut diharapkan mendukung pencapaian sembilan prioritas Nawa Bhakti Satya hingga 2029.
Sebanyak 13 Tokoh Terima Lencana Jer Basuki Mawa Beya Kategori Emas
Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, Khofifah juga memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh yang dinilai telah berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Penghargaan tersebut berupa Tanda Kehormatan Lencana Jer Basuki Mawa Beya yang diberikan kepada penerima dari berbagai kalangan.
Para penerima berasal dari unsur pejabat publik, tokoh masyarakat, penggiat sosial, hingga pelaku usaha.
Khusus kategori emas, sebanyak 13 tokoh menerima Tanda Kehormatan Lencana Jer Basuki Mawa Beya.
Salah satu penerimanya adalah Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji.
Penghargaan kategori emas juga diberikan kepada Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara, R. Narendra Jatna.
Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Abdul Qohar AF, turut menjadi salah satu penerima penghargaan tersebut.
Selain itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, juga menerima penghargaan kategori emas.
Penerima lainnya adalah Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur, Brigjen Pol. Budi Mulyanto.
Pemberian penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap kontribusi para tokoh dalam mendukung pembangunan dan kemajuan daerah.
Peringatan Hari Jadi ke-81 Jawa Timur sekaligus menjadi momentum bagi Khofifah untuk menegaskan target penghapusan kemiskinan ekstrem dan kelanjutan berbagai program pembangunan daerah.
Melalui Nawa Bhakti Satya hingga 2029, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berupaya melanjutkan penurunan kemiskinan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat ketahanan pangan, memperluas pelayanan publik, serta mendorong pemerataan pembangunan yang berkelanjutan.
- Penulis :
- Shila Glorya




