
Pantau - Wakil Menteri Kebudayaan (Wamenbud) Giring Ganesha mendorong pemanfaatan arsip warisan budaya Indonesia sebagai sumber pengembangan ekonomi budaya dan industri kreatif melalui penciptaan kekayaan intelektual atau intellectual property (IP) yang memiliki nilai ekonomi.
Giring menegaskan bahwa pengelolaan arsip budaya tidak boleh hanya berfokus pada penyimpanan dan pelestarian peninggalan sejarah, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Giring dalam lokakarya pengelolaan arsip di Asia yang melibatkan perwakilan dari 19 negara dan diselenggarakan melalui kerja sama Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dengan Korean National Commission for UNESCO (KNCU).
Dalam kegiatan yang berlangsung di Jakarta, Selasa, Giring mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian terhadap pengembangan kebudayaan agar terus hidup dan menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat.
"Perhatian dari Presiden Prabowo mengenai kebudayaan, bagaimana kebudayaan ini tidak hanya menjadi monumen mati, tetapi harus menjadi monumen yang hidup, dan dapat menghasilkan ekonomi budaya," ujar Giring di Jakarta, Selasa.
Menurutnya, kekayaan sejarah, tradisi, dan pengetahuan lokal yang tersimpan dalam arsip Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk kreatif bernilai ekonomi.
Giring Dorong Arsip Budaya Jadi Sumber Kekayaan Intelektual Baru
Giring menjelaskan bahwa warisan budaya Indonesia dapat menjadi sumber inspirasi dalam menciptakan karya dan produk baru yang memiliki identitas budaya sekaligus nilai komersial.
Pengembangan tersebut dapat dilakukan melalui penciptaan cerita baru yang terinspirasi dari sejarah, tradisi masyarakat, serta berbagai pengetahuan lokal yang terdokumentasi dalam arsip.
Selain cerita, kekayaan budaya juga dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan produk suvenir atau merchandise yang memiliki karakter khas Indonesia.
Giring turut mencontohkan pengembangan produk makanan yang terinspirasi dari warisan budaya sebagai salah satu peluang penciptaan kekayaan intelektual baru.
"Bagaimana agar kebudayaan ini dapat menghasilkan ekonomi budaya atau kekayaan intelektual (intellectual property atau IP) baru, cerita baru, IP merchandise baru, IP makanan baru, misalnya. Nah, ini semua disimpan luar biasa oleh teman-teman ANRI, bagaimana agar arsip-arsip kita ini menjadi Memory of the World," ucap Giring.
Menurutnya, ANRI memiliki peran strategis karena menyimpan berbagai dokumen yang memuat perjalanan sejarah, tradisi, serta kekayaan intelektual bangsa Indonesia.
Arsip tersebut diharapkan tidak hanya menjadi sumber informasi mengenai masa lalu, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh pelaku industri kreatif untuk menciptakan produk dan karya baru.
Pemanfaatan arsip sebagai sumber inspirasi ekonomi kreatif juga diharapkan mampu memperkenalkan sejarah dan tradisi Indonesia kepada masyarakat yang lebih luas.
Dengan pendekatan tersebut, pelestarian kebudayaan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan industri kreatif serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
ANRI dan Korea Selatan Perkuat Kerja Sama Pengelolaan Arsip Asia
Selain mendorong pemanfaatan arsip untuk ekonomi kreatif, ANRI bersama KNCU juga memperkuat kerja sama internasional dalam pengelolaan warisan dokumenter di kawasan Asia.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pengelolaan arsip sekaligus mendorong pendaftaran dokumen bersejarah ke dalam program Memory of the World atau Ingatan Kolektif Dunia.
Program Memory of the World merupakan inisiatif UNESCO yang bertujuan menjaga, melestarikan, dan meningkatkan akses terhadap warisan dokumenter yang memiliki nilai penting bagi masyarakat dunia.
Kepala ANRI Mego Pinandito menjelaskan bahwa kerja sama Indonesia dan Korea Selatan menjadi momentum untuk memperkuat diplomasi kebudayaan melalui pengelolaan arsip.
Menurut Mego, Indonesia memiliki kekayaan sejarah dan kebudayaan yang dapat diperkenalkan kepada masyarakat internasional melalui warisan dokumenter.
Kerja sama tersebut juga diharapkan mampu memperkuat kemampuan negara-negara Asia dalam mengelola dan mengusulkan arsip bersejarah agar mendapatkan pengakuan internasional.
Naskah Negarakertagama Jadi Contoh Kekayaan Arsip Indonesia
Mego menyoroti naskah Negarakertagama sebagai salah satu contoh warisan dokumenter Indonesia yang memiliki nilai sejarah penting.
Naskah tersebut menjadi bukti kekayaan pengetahuan dan perjalanan sejarah bangsa Indonesia yang dapat diperkenalkan secara lebih luas kepada masyarakat dunia.
Menurutnya, Indonesia dan Korea Selatan memiliki kekayaan budaya yang dapat menjadi kekuatan dalam upaya pelestarian serta pewarisan pengetahuan kepada generasi mendatang.
Melalui kolaborasi tersebut, kedua negara berupaya memperkuat pengelolaan arsip sekaligus mendukung penyusunan usulan pendaftaran warisan dokumenter dalam program Memory of the World.
"Melalui arsip atau Memory of the World ini, negara-negara lain bisa melihat Indonesia, kemudian kita bersama-sama dengan Korea Selatan untuk memperkuat, baik itu pengelolaan maupun usulan-usulannya bersama dengan negara-negara maju, jadi kita sudah dalam satu langkah lebih maju bersama Korea untuk mendorong berbagai negara di Asia untuk mendaftarkan Memory of the World ini," kata Mego.
Mego berharap kerja sama tersebut dapat meningkatkan partisipasi negara-negara Asia dalam menjaga dan memperkenalkan warisan dokumenter yang memiliki nilai penting bagi dunia.
Kolaborasi Indonesia dan Korea Selatan juga diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi kebudayaan serta pengelolaan arsip di tingkat internasional.
Pemerintah Ingin Warisan Budaya Tetap Hidup dan Bernilai Ekonomi
Pengembangan arsip budaya menjadi sumber kekayaan intelektual merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memastikan warisan sejarah Indonesia tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Melalui pemanfaatan arsip, pelaku ekonomi kreatif diharapkan dapat memperoleh inspirasi untuk menghasilkan berbagai produk yang mengangkat identitas dan kekayaan budaya nasional.
Di sisi lain, penguatan kerja sama internasional melalui ANRI dan KNCU diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan serta pelestarian warisan dokumenter Indonesia.
Pemerintah juga berharap arsip sejarah tidak hanya disimpan sebagai dokumen masa lalu, tetapi dapat menjadi sumber pengetahuan yang terus dimanfaatkan oleh generasi sekarang dan mendatang.
Dengan menggabungkan pelestarian sejarah, pengembangan kekayaan intelektual, dan diplomasi internasional, warisan budaya Indonesia diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat identitas bangsa.
- Penulis :
- Leon Weldrick




