HOME  ⁄  Nasional

Kodaeral IV Batam Bentuk Tim Reaksi Cepat QRNC untuk Tindak Penyelundupan di Laut dan Hadapi Situasi Darurat

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kodaeral IV Batam Bentuk Tim Reaksi Cepat QRNC untuk Tindak Penyelundupan di Laut dan Hadapi Situasi Darurat
Foto: Asisten Intelijen Kepala Staf Angkatan Laut (Asintel Kasal) Laksamana Muda TNI Andy Kriswanto bersama pasukan saat Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Alam di Mako Satuan Pertahanan Pantai (Sathantai) Kodaeral IV, Batam, Selasa (13/10) (sumber: ANTARA/Angiela)

Pantau - Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV Batam, Kepulauan Riau, membentuk Quick Response Naval Command (QRNC) sebagai satuan reaksi cepat untuk memperkuat pengamanan wilayah perairan, khususnya dalam menghadapi penyelundupan, pelanggaran hukum di laut, dan berbagai situasi darurat yang membutuhkan penanganan segera.

Pembentukan satuan tersebut bertujuan meningkatkan kecepatan, ketepatan, serta efektivitas respons personel TNI Angkatan Laut terhadap berbagai ancaman keamanan di wilayah perairan Kepulauan Riau.

Asisten Intelijen Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Asintel KSAL) Laksamana Muda TNI Andy Kriswanto mengatakan, QRNC disiapkan sebagai unsur respons cepat Kodaeral IV untuk mendukung pelaksanaan pengamanan dan penindakan terhadap aktivitas ilegal di laut.

Hal tersebut disampaikan Andy Kriswanto di Markas Komando Satuan Pertahanan Pantai (Mako Sathantai) Kodaeral IV, Batam, Kepulauan Riau, Selasa, 13 Oktober 2026.

"Ada Quick Response Naval Command, itu dari Kodaeral IV untuk menjangkau misalnya ada penyelundupan dan tindak pelanggaran di laut. Dengan QRNC ini, diharapkan dapat membantu pelaksanaan penindakan di laut," ujar Andy Kriswanto.

Keberadaan QRNC diharapkan mampu meningkatkan kesiapan TNI Angkatan Laut dalam merespons laporan masyarakat maupun informasi mengenai aktivitas mencurigakan di wilayah perairan.

QRNC Fokus pada Penindakan Cepat Penyelundupan dan Pelanggaran di Laut

Laksamana Muda TNI Andy Kriswanto menjelaskan bahwa QRNC dibentuk untuk memperkuat kemampuan Kodaeral IV dalam menghadapi dinamika keamanan laut yang membutuhkan tindakan segera.

Satuan tersebut disiapkan untuk merespons berbagai informasi dan laporan kejadian, terutama yang berkaitan dengan aktivitas penyelundupan serta pelanggaran hukum di wilayah perairan.

Dalam menjalankan tugasnya, QRNC mengedepankan empat aspek utama, yakni kecepatan, ketepatan, kesiapsiagaan, dan koordinasi.

Kecepatan menjadi salah satu prioritas agar setiap informasi mengenai dugaan pelanggaran dapat segera ditindaklanjuti oleh unsur TNI Angkatan Laut yang bertugas.

Selain itu, ketepatan tindakan diperlukan untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan sesuai dengan situasi dan kebutuhan operasi.

Koordinasi antarsatuan juga menjadi bagian penting dalam mendukung efektivitas pengerahan personel dan perlengkapan ketika menghadapi kejadian yang membutuhkan respons cepat.

Melalui pembentukan QRNC, Kodaeral IV berupaya meningkatkan kemampuan menjangkau lokasi kejadian sekaligus memperkuat pelaksanaan tugas pengamanan wilayah perairan Kepulauan Riau.

Kodaeral IV Bentuk Satgas Penanggulangan Bencana Alam

Selain membentuk QRNC untuk mendukung pengamanan laut, Kodaeral IV juga menyiapkan Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal).

Pembentukan Satgas Gulbencal merupakan bagian dari upaya TNI Angkatan Laut membantu pemerintah dalam menangani berbagai bencana alam yang berpotensi berdampak terhadap kehidupan masyarakat.

Satuan tersebut disiapkan untuk mendukung kegiatan penanggulangan bencana, penyelamatan korban, serta pemberian bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak.

Andy Kriswanto menjelaskan bahwa QRNC dan Satgas Gulbencal memiliki fokus penugasan berbeda meskipun keduanya dibentuk untuk meningkatkan kesiapan Kodaeral IV menghadapi keadaan darurat.

QRNC difokuskan pada respons cepat terhadap dinamika keamanan dan kejadian yang membutuhkan tindakan segera, terutama dalam pelaksanaan tugas pengamanan laut.

Sementara itu, Satgas Gulbencal diarahkan untuk mendukung penanganan bencana alam, pelaksanaan evakuasi, dan penyaluran bantuan kemanusiaan.

"Satgas Gulbencal difokuskan pada penanggulangan bencana, penyelamatan dan bantuan kemanusiaan, sedangkan Satgas QRNC difokuskan pada respon cepat terhadap dinamika keamanan dan kejadian yang membutuhkan tindakan segera," jelas Andy Kriswanto.

Pembentukan kedua satuan tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan TNI Angkatan Laut dalam menjalankan tugas pertahanan sekaligus membantu masyarakat menghadapi berbagai keadaan darurat.

TNI AL Antisipasi Dampak El Nino dan Ancaman Kebakaran Hutan

Laksamana Muda TNI Andy Kriswanto mengatakan, Indonesia menghadapi berbagai potensi bencana alam yang dipengaruhi kondisi cuaca dan perubahan musim.

Salah satu fenomena yang menjadi perhatian adalah El Nino yang dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan perlunya peningkatan kesiapsiagaan personel TNI Angkatan Laut dalam mendukung pemerintah menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.

Menurut Andy Kriswanto, TNI Angkatan Laut memiliki tanggung jawab untuk turut membantu pemerintah dalam menangani dampak bencana yang terjadi di tengah masyarakat.

Pembentukan satuan penanggulangan bencana dipandang sebagai langkah proaktif agar personel dan perlengkapan pendukung dapat dipersiapkan sebelum terjadi keadaan darurat.

"Maka dari itu, kita sebagai TNI Angkatan Laut juga harus membantu pemerintah mengatasi ini semua. Pembentukan satuan penanggulangan bencana ini menjadi langkah proaktif untuk membantu masyarakat menghadapi bencana yang terjadi," ungkap Andy Kriswanto.

Melalui kesiapan satuan tersebut, Kodaeral IV diharapkan mampu memberikan dukungan penanganan bencana secara cepat dan terkoordinasi sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Kodaeral IV Gelar Apel Kesiapsiagaan dan Periksa Perlengkapan Penanggulangan Bencana

Sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan, Kodaeral IV menggelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Alam di Batam, Kepulauan Riau.

Kegiatan tersebut turut diikuti Komandan Kodaeral IV Laksamana Muda TNI Berkat Widjanarko bersama Wakil Komandan Kodaeral IV, Inspektur Kodaeral IV, para pejabat utama, dan unsur satuan terkait.

Apel dilaksanakan untuk memastikan kesiapan seluruh unsur Kodaeral IV dalam menghadapi berbagai situasi darurat, khususnya bencana alam yang membutuhkan pengerahan personel dan perlengkapan.

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pemeriksaan terhadap kesiapan personel, material, serta sarana pendukung yang akan digunakan dalam pelaksanaan tugas penanggulangan bencana.

Pengecekan personel bertujuan memastikan unsur yang bertugas dapat segera dikerahkan apabila terjadi keadaan darurat yang membutuhkan bantuan TNI Angkatan Laut.

Sementara itu, pemeriksaan material dan perlengkapan dilakukan untuk memastikan seluruh sarana yang tersedia dapat digunakan dalam mendukung kegiatan penyelamatan serta penanganan bencana.

Melalui pemeriksaan tersebut, Kodaeral IV berupaya meningkatkan kesiapan pengerahan personel dan perlengkapan agar penanganan keadaan darurat dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Pembentukan QRNC dan Satgas Gulbencal Dukung Tugas OMSP TNI AL

Pembentukan tim reaksi cepat QRNC dan Satgas Gulbencal merupakan bagian dari penguatan pelaksanaan tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP) oleh TNI Angkatan Laut.

Dalam konteks penanggulangan bencana, pelaksanaan OMSP mencakup kegiatan membantu pemerintah menangani bencana alam, melaksanakan evakuasi korban, serta memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat.

Sementara itu, QRNC diarahkan untuk meningkatkan kemampuan respons terhadap berbagai ancaman keamanan dan pelanggaran hukum yang terjadi di wilayah perairan Kepulauan Riau.

Dengan adanya kedua satuan tersebut, Kodaeral IV memiliki unsur yang disiapkan untuk menangani dua bidang utama, yakni respons cepat terhadap situasi keamanan laut dan penanggulangan bencana alam.

Penguatan kesiapsiagaan melalui pembentukan satuan reaksi cepat, pelaksanaan apel, serta pemeriksaan personel dan perlengkapan diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas TNI Angkatan Laut.

Kodaeral IV juga diharapkan dapat memperkuat pengamanan wilayah perairan sekaligus meningkatkan kesiapan dalam membantu pemerintah dan masyarakat ketika menghadapi berbagai situasi darurat.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026