
Pantau - PT Pertamina (Persero) meningkatkan pelayanan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menjadi 24 jam di empat wilayah Bali, yakni Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan, secara bertahap untuk mengurai antrean kendaraan akibat kendala distribusi bahan bakar minyak (BBM) dalam beberapa hari terakhir.
Kebijakan tersebut mulai diberlakukan di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung pada Selasa, sedangkan penerapan layanan serupa di Kabupaten Tabanan dan Gianyar dijadwalkan menyusul dalam satu hingga dua hari berikutnya.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengatakan peningkatan jam operasional SPBU dilakukan bersamaan dengan percepatan distribusi BBM untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
"Selain percepatan distribusi ke SPBU, tentunya peningkatan pelayanan di SPBU menjadi 24 jam, tadi sudah disampaikan untuk Denpasar dan Badung (mulai hari ini) dan tentunya dalam satu hingga dua hari ke depan juga untuk Tabanan dan Gianyar," kata Simon dalam keterangannya di Denpasar, Bali.
Selain memperpanjang jam pelayanan, Pertamina juga menambah armada mobil tangki dari 90 menjadi 105 unit serta mengoperasikan Depo Manggis dan Depo Sanggaran selama 24 jam untuk mempercepat penyaluran BBM ke SPBU.
SPBU di Denpasar dan Badung Mulai Beroperasi 24 Jam
Simon menjelaskan bahwa penerapan layanan SPBU selama 24 jam merupakan bagian dari langkah penanganan cepat terhadap persoalan distribusi BBM yang menyebabkan antrean kendaraan di sejumlah wilayah Bali.
Menurutnya, peningkatan jam operasional dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan daerah yang memiliki tingkat kebutuhan bahan bakar tinggi.
Kota Denpasar dan Kabupaten Badung menjadi wilayah pertama yang menerapkan kebijakan tersebut karena memiliki aktivitas masyarakat dan kebutuhan BBM yang besar.
Sementara itu, Kabupaten Tabanan dan Gianyar dijadwalkan menyusul dalam waktu satu hingga dua hari setelah penerapan layanan sepanjang hari di Denpasar dan Badung.
Melalui kebijakan tersebut, Pertamina berharap masyarakat memiliki lebih banyak pilihan waktu untuk melakukan pengisian BBM sehingga antrean kendaraan tidak menumpuk pada jam tertentu.
Peningkatan pelayanan juga diharapkan dapat mengurangi kepadatan kendaraan di sekitar SPBU, terutama pada waktu dengan tingkat permintaan tinggi.
Untuk mendukung operasional sepanjang hari, Pertamina memperkuat koordinasi dengan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) dalam menyiapkan tambahan tenaga operator SPBU.
Penambahan personel dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan tenaga kerja agar pelayanan tetap berjalan optimal tanpa menyebabkan kelelahan akibat peningkatan jam operasional.
Pertamina juga menyiapkan langkah antisipasi berupa kemungkinan permintaan bantuan personel dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) apabila dibutuhkan dalam kondisi tertentu.
Pertamina Tambah 15 Mobil Tangki, Depo Manggis dan Sanggaran Beroperasi 24 Jam
Selain memperpanjang jam pelayanan SPBU, Pertamina melakukan percepatan distribusi BBM mulai dari pengiriman melalui kapal hingga penyaluran dari fasilitas penyimpanan menuju SPBU.
Simon memastikan Depo Manggis dan Depo Sanggaran di Bali turut dioperasikan selama 24 jam penuh untuk mendukung kelancaran distribusi bahan bakar.
Pengoperasian kedua depo sepanjang hari bertujuan menjaga kesinambungan pasokan sekaligus mempercepat proses pengiriman BBM ke berbagai wilayah yang membutuhkan tambahan stok.
Pertamina juga meningkatkan jumlah armada mobil tangki pengangkut BBM dari sebelumnya 90 unit menjadi 105 unit.
Penambahan 15 mobil tangki tersebut dilakukan untuk memperkuat kapasitas distribusi dan mempercepat pengiriman bahan bakar dari depo menuju SPBU.
Dengan bertambahnya armada, Pertamina berharap keterlambatan distribusi yang berpotensi menyebabkan antrean kendaraan dapat segera diatasi.
Percepatan penyaluran BBM juga mendapat dukungan dari Kepolisian Daerah (Polda) Bali melalui pengawalan kendaraan mobil tangki menggunakan kendaraan patroli kepolisian.
Pengawalan tersebut dilakukan untuk membantu kelancaran perjalanan armada pengangkut BBM menuju lokasi penyaluran.
Melalui dukungan tersebut, Pertamina berupaya mempercepat waktu tempuh distribusi agar pasokan bahan bakar dapat segera diterima SPBU.
Simon menegaskan bahwa perusahaan akan terus memantau kondisi distribusi dan pelayanan BBM di Bali hingga situasi kembali normal.
"Kami akan terus memonitor sampai situasi ini berjalan normal, dan kami tentunya berharap bisa secepatnya ketika mulai malam ini 24 jam, distribusi kita percepat," ujar Simon.
Gubernur Bali Pastikan Stok Pertalite dan Pertamax Aman hingga Dua Minggu
Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster memastikan bahwa berdasarkan skema pengiriman yang disampaikan Pertamina, ketersediaan BBM jenis Pertalite dan Pertamax di Bali berada dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan hingga dua minggu ke depan.
Koster menyampaikan kepastian tersebut untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai kondisi pasokan BBM di tengah antrean yang terjadi di sejumlah SPBU.
"Jadi dengan demikian maka yang pertama ingin di-clear-kan ketersediaan BBM Pertalite dan Pertamax itu ada sampai dua minggu ke depan," ucap Koster.
Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan terhadap ketersediaan bahan bakar karena Pertamina telah menyiapkan langkah percepatan distribusi.
Koster menilai kepastian pasokan tersebut perlu dipahami masyarakat agar tidak terjadi pembelian BBM secara bersamaan yang justru dapat memperpanjang antrean.
Dalam penanganan distribusi, Pemerintah Provinsi Bali bersama Pertamina memberikan perhatian khusus kepada Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.
Kedua wilayah tersebut menjadi prioritas karena memiliki jumlah SPBU dan tingkat kebutuhan bahan bakar yang tinggi.
Koster merinci bahwa Kota Denpasar memiliki sebanyak 54 SPBU, sedangkan Kabupaten Badung memiliki 38 SPBU.
Dengan demikian, terdapat total 92 SPBU di Denpasar dan Badung yang menjadi perhatian utama dalam percepatan distribusi dan peningkatan pelayanan BBM.
Pemprov Bali Imbau Warga Tidak Membeli BBM Secara Berlebihan
Pemerintah Provinsi Bali mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan akibat kekhawatiran terhadap ketersediaan pasokan.
Koster meminta masyarakat menghindari kedatangan secara bersamaan ke SPBU karena kondisi tersebut dapat menyebabkan penumpukan kendaraan dan memperpanjang antrean.
Menurutnya, masyarakat yang masih memiliki persediaan BBM mencukupi sebaiknya menunda pengisian dan memilih waktu lain ketika kondisi antrean lebih lengang.
"Sehingga dengan demikian masyarakat Denpasar dan Badung ini diimbau tidak perlu ramai-ramai sekarang datang ke SPBU, kalau masih ada minyaknya ya tunda dulu, mungkin nanti malam atau besok pagi," kata Koster.
Imbauan tersebut disampaikan seiring dengan penerapan layanan SPBU selama 24 jam yang memungkinkan masyarakat melakukan pengisian BBM pada malam hari maupun pagi hari.
Dengan adanya pelayanan sepanjang hari, masyarakat diharapkan dapat menyesuaikan waktu pengisian sesuai kebutuhan sehingga antrean tidak terkonsentrasi pada jam tertentu.
Koster juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah dan Pertamina dalam menangani persoalan distribusi BBM tanpa saling melempar tanggung jawab.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan percepatan distribusi dan peningkatan pelayanan dapat berjalan secara terpadu.
Pertamina Targetkan Distribusi BBM di Bali Segera Kembali Normal
Pertamina terus melakukan sejumlah langkah percepatan untuk memulihkan kelancaran distribusi BBM di Bali setelah munculnya antrean kendaraan di sejumlah SPBU.
Langkah tersebut mencakup pengoperasian SPBU selama 24 jam di empat kabupaten/kota, penambahan tenaga operator, serta penguatan distribusi melalui Depo Manggis dan Depo Sanggaran.
Selain itu, peningkatan jumlah mobil tangki menjadi 105 unit diharapkan dapat mempercepat pengiriman bahan bakar menuju SPBU yang membutuhkan tambahan pasokan.
Upaya tersebut diperkuat melalui pengawalan distribusi oleh Polda Bali, koordinasi dengan Hiswana Migas, serta kesiapan bantuan personel TNI dan Polri apabila diperlukan.
Pemerintah Provinsi Bali dan Pertamina berharap kombinasi percepatan distribusi, peningkatan jam operasional SPBU, dan pengaturan waktu pembelian oleh masyarakat dapat segera mengurangi antrean kendaraan.
Dengan kepastian pasokan Pertalite dan Pertamax hingga dua minggu ke depan berdasarkan skema pengiriman Pertamina, pelayanan BBM di Bali diharapkan dapat kembali berjalan normal.
- Penulis :
- Arian Mesa




