HOME  ⁄  Ekonomi

Kemendag Hadirkan S’RASA di Trade Expo Indonesia 2026, Promosikan Kuliner Nusantara dan Siapkan 13 Kerja Sama Internasional

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Kemendag Hadirkan S’RASA di Trade Expo Indonesia 2026, Promosikan Kuliner Nusantara dan Siapkan 13 Kerja Sama Internasional
Foto: Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memberikan keterangan media di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa 6/10/2026 (sumber: ANTARA/Maria Cicilia Galuh)

Pantau - Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan menghadirkan Program Rasa Rempah Indonesia (S’RASA) dalam pameran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, untuk memperluas pasar kuliner, produk pangan, bumbu, dan rempah Indonesia ke mancanegara.

Program tersebut akan menghadirkan demonstrasi memasak enam hidangan unggulan Nusantara, penjajakan bisnis dengan pembeli internasional, serta rencana penandatanganan 13 Nota Kesepahaman dengan mitra dari lima negara.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengundang pelaku industri, pembeli internasional, media, dan masyarakat untuk mengunjungi Paviliun S’RASA yang berlokasi di Hall 3A-2 ICE BSD City selama pameran berlangsung.

Menurut Budi, program tersebut dirancang untuk memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia sekaligus mendorong penggunaan bahan pangan, bumbu, dan rempah nasional dalam industri kuliner global.

"Melalui S’RASA, kami ingin memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia sekaligus mendorong pemanfaatan produk pangan, bumbu, dan rempah Indonesia dalam industri kuliner global. Dengan begitu, promosi kuliner tidak hanya meningkatkan pengenalan terhadap cita rasa Indonesia, tetapi juga membuka peluang kerja sama dan permintaan yang berkelanjutan," ujar Mendag dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Paviliun S’RASA Hadirkan Enam Menu Nusantara dan Empat Koki Ternama

Budi menjelaskan bahwa Paviliun S’RASA akan menjadi ruang promosi interaktif yang mempertemukan pelaku usaha kuliner Indonesia dengan calon pembeli dari berbagai negara.

Salah satu kegiatan utama yang disiapkan adalah demonstrasi memasak enam menu unggulan yang mewakili kekayaan cita rasa Nusantara.

Keenam hidangan tersebut meliputi rendang, sate ayam, nasi goreng, gado-gado, mie bakso, dan soto ayam.

Melalui kegiatan tersebut, pengunjung tidak hanya dapat mengenal makanan khas Indonesia, tetapi juga mengetahui berbagai bahan baku, bumbu, dan rempah yang digunakan dalam proses pengolahannya.

Kemendag akan menghadirkan empat koki ternama Indonesia, yakni Chef Norman Ismail, Chef Sisca Christo, Chef Vindex Tengker, dan Chef Ragil Imam Wibowo.

Keempat koki tersebut dijadwalkan menampilkan proses memasak hidangan unggulan sekaligus memperkenalkan karakteristik bahan pangan dan rempah khas Indonesia.

Kegiatan demonstrasi memasak juga direncanakan dihadiri Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri.

Selain itu, Deputi Bidang Kreativitas, Budaya, Desain Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Yuke Sri Rahayu serta Direktur Utama Garuda Indonesia Thomas Sugiarto Oentoro dijadwalkan turut hadir.

Kehadiran sejumlah pemangku kepentingan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara sektor perdagangan, ekonomi kreatif, dan dunia usaha dalam mempromosikan kuliner Indonesia.

Kemendag Siapkan 13 Nota Kesepahaman dengan Mitra dari Lima Negara

Selain memperkenalkan kuliner Nusantara, Paviliun S’RASA akan menjadi tempat penyelenggaraan sesi penjajakan bisnis atau business matching antara pelaku usaha Indonesia dan pembeli internasional.

Kegiatan tersebut ditujukan untuk membuka peluang kerja sama perdagangan sekaligus memperluas akses produk pangan, bumbu, dan rempah Indonesia ke jaringan distribusi global.

Budi berharap pertemuan bisnis tersebut dapat memperkuat hubungan antara produsen bahan pangan nasional dan pelaku industri kuliner internasional.

"Kami harap, langkah ini dapat memperkuat hubungan antara rantai pasok pangan Indonesia dan pelaku industri kuliner global," ujar Mendag.

Sebagai bagian dari penguatan kerja sama perdagangan, Kemendag juga menyiapkan penandatanganan 13 Nota Kesepahaman dengan sejumlah mitra bisnis internasional.

Kesepakatan tersebut melibatkan mitra dari lima negara, yaitu Belanda, Jepang, Inggris, Amerika Serikat, dan Australia.

Kerja sama itu diharapkan dapat memperluas akses pasar produk kuliner Indonesia sekaligus meningkatkan permintaan terhadap bahan pangan dan rempah Nusantara.

"Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendorong penetrasi pasar dan memperluas jangkauan produk kuliner serta rempah Nusantara ke mancanegara," ujar Mendag.

Melalui kerja sama tersebut, Kemendag berupaya memastikan promosi kuliner Indonesia tidak berhenti pada pengenalan makanan, tetapi juga menghasilkan peluang perdagangan yang berkelanjutan.

S’RASA Libatkan Garuda Indonesia hingga Pelaku Industri Pangan

Penyelenggaraan Paviliun S’RASA turut mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan dan mitra usaha yang bergerak di berbagai sektor.

Beberapa mitra yang terlibat antara lain DBFoods, Koperasi Wanita Ikaboga, Mahora-hora, Enak Jaya Makmur (Enak Eco), dan Rinnai Indonesia.

Dukungan juga diberikan oleh Unilever melalui produk Kecap Bango, Bamboe Indonesia, Garuda Indonesia, serta Master Bagasi.

Keterlibatan berbagai mitra tersebut menjadi bagian dari kolaborasi pemerintah dan dunia usaha untuk memperkuat promosi produk lokal di pasar internasional.

Melalui dukungan lintas sektor, Kemendag berharap produk pangan, bumbu, dan rempah Indonesia dapat semakin dikenal serta dimanfaatkan oleh pelaku industri kuliner global.

Paviliun S’RASA Dirancang Berikan Pengalaman Kuliner Interaktif

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi menjelaskan bahwa Paviliun S’RASA dirancang sebagai ruang interaksi yang memberikan pengalaman langsung kepada pengunjung dalam mengenal kekayaan kuliner Indonesia.

Menurut Puntodewi, paviliun tersebut tidak hanya menampilkan produk dalam bentuk pameran, tetapi juga menghadirkan kegiatan memasak, mencicipi hidangan, dan interaksi dengan produk pangan lokal.

"Kami ingin pengunjung melihat Paviliun S’RASA sebagai sebuah pengalaman, bukan sekadar stan pameran. Setiap menu memiliki cerita dan didukung oleh penggunaan produk Indonesia yang dapat membuka peluang bisnis. Paviliun S’RASA dirancang agar pengunjung dapat melihat, mencicipi, dan berinteraksi langsung dengan kekayaan kuliner Indonesia," ujar Puntodewi.

Ia menjelaskan bahwa program S’RASA memiliki cakupan lebih luas daripada sekadar memperkenalkan makanan khas Indonesia kepada masyarakat internasional.

Program tersebut juga diarahkan untuk mengenalkan identitas, cerita, dan warisan budaya Nusantara melalui keberagaman kuliner dari berbagai daerah.

Salah satu pendekatan yang digunakan adalah memanfaatkan jejaring restoran Indonesia di luar negeri sebagai sarana memperkenalkan cita rasa Nusantara kepada konsumen global.

Melalui jaringan restoran tersebut, produk pangan, bumbu, dan rempah Indonesia diharapkan semakin banyak digunakan dalam kegiatan usaha kuliner internasional.

Pendekatan ini sekaligus diarahkan untuk memperkuat keterlibatan produk lokal dalam rantai pasok industri kuliner global.

Kemendag Ajak Masyarakat Dukung Kuliner Nusantara Mendunia

Kemendag mengajak masyarakat, pelaku industri, media, dan pembeli internasional untuk mengunjungi Paviliun S’RASA selama pelaksanaan TEI 2026 pada 14–18 Oktober mendatang.

Pengunjung dapat mengikuti berbagai kegiatan yang telah disiapkan, mulai dari pengenalan produk pangan dan rempah, demonstrasi memasak, hingga kesempatan mencicipi hidangan khas Indonesia.

Paviliun tersebut juga akan menghadirkan kegiatan interaktif dan kesempatan memperoleh hadiah menarik selama pameran berlangsung.

Puntodewi berharap masyarakat Indonesia dapat berperan dalam mendukung promosi kuliner Nusantara sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan nasional.

"Melalui S’RASA, Kemendag mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bangga dan mendukung kuliner Nusantara agar makin dikenal di panggung dunia. S’RASA bukan sekadar tentang makanan, melainkan identitas dan kebanggaan bangsa. Dari rendang hingga soto ayam, mari kita bersama-sama mendukung rempah dan produk pangan lokal untuk mendunia," kata Puntodewi.

Melalui promosi enam hidangan unggulan, keterlibatan empat koki ternama, penjajakan bisnis, serta rencana penandatanganan 13 Nota Kesepahaman, Kemendag berharap S’RASA dapat memperluas peluang ekspor produk pangan dan rempah Indonesia.

Kehadiran S’RASA dalam TEI ke-41 juga diharapkan memperkuat hubungan perdagangan dengan mitra internasional sekaligus meningkatkan penggunaan produk pangan lokal dalam industri kuliner dunia.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026