HOME  ⁄  Ekonomi

Gubernur Lampung Siapkan Pinjaman Tanpa Bunga bagi Petani untuk Beli Alsintan dan Tingkatkan Ekonomi Desa

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Gubernur Lampung Siapkan Pinjaman Tanpa Bunga bagi Petani untuk Beli Alsintan dan Tingkatkan Ekonomi Desa
Foto: Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam Diseminasi laporan ekonomi provinsi dan kajian regional fiskal Lampung (sumber: ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi)

Pantau - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memastikan Pemerintah Provinsi Lampung tengah menyiapkan program pinjaman tanpa bunga atau bunga nol persen untuk membantu petani memiliki alat dan mesin pertanian (alsintan) guna meningkatkan produktivitas dan memperkuat perekonomian desa.

Program tersebut akan dilaksanakan melalui kerja sama dengan Bank Lampung dengan memberikan subsidi bunga pinjaman agar petani dapat memperoleh pembiayaan tanpa harus menanggung beban bunga.

Rahmat Mirzani menjelaskan bahwa fasilitas pembiayaan tersebut merupakan program khusus Pemerintah Provinsi Lampung yang berada di luar skema Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Skema ini tidak menggunakan APBD tapi kita bekerja sama dengan Bank Lampung dan kita subsidi bunga supaya makin banyak petani yang menggunakan alat mesin pertanian sehingga produktivitas meningkat," ucap Rahmat Mirzani Djausal di Bandarlampung, Selasa.

Melalui program tersebut, pemerintah daerah berharap semakin banyak petani mampu membeli peralatan pertanian modern untuk mempercepat pengolahan lahan, meningkatkan efisiensi, dan mendorong hasil produksi pertanian.

Pemprov Lampung Siapkan Pinjaman Bunga Nol Persen untuk Pembelian Alsintan

Rahmat Mirzani mengatakan penggunaan alsintan menjadi salah satu kebutuhan penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian di Lampung, terutama karena mekanisasi pertanian masih perlu diperluas.

Menurutnya, perbandingan antara luas lahan pertanian dan jumlah alsintan yang dimiliki petani di Lampung saat ini masih tergolong rendah.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah daerah menyiapkan fasilitas pembiayaan yang lebih mudah dijangkau petani untuk membeli peralatan pertanian.

"Pemerintah segera menghadirkan skema pinjaman tanpa bunga agar petani bisa memiliki alat mesin pertanian. Karena rasio lahan pertanian dengan kepemilikan alat mesin pertanian masih sangat kecil," katanya.

Gubernur berharap skema pembiayaan tersebut dapat membantu petani meningkatkan penggunaan teknologi pertanian modern sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap proses pengolahan lahan secara manual.

Selain meningkatkan produktivitas, penggunaan alsintan juga diharapkan dapat mempercepat kegiatan usaha tani dan meningkatkan efisiensi pengelolaan lahan pertanian.

Pinjaman Tanpa Bunga Juga Menyasar UMKM Pengolahan Hasil Pertanian

Tidak hanya diperuntukkan bagi petani yang ingin membeli alsintan, program pinjaman tanpa bunga tersebut juga direncanakan dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor pengolahan hasil pertanian.

Rahmat Mirzani menjelaskan bahwa pemerintah daerah ingin memperluas kegiatan industri pengolahan berskala kecil di perdesaan agar hasil pertanian tidak hanya dipasarkan sebagai komoditas mentah.

Fasilitas pembiayaan tersebut dapat digunakan untuk pengadaan berbagai peralatan usaha, seperti pabrik pakan ternak mini, unit penggilingan padi berskala kecil, hingga mesin penyangrai kopi mini.

Melalui dukungan tersebut, pelaku UMKM diharapkan mampu mengembangkan usaha pengolahan hasil pertanian menjadi produk setengah jadi maupun produk turunan yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

"Intinya kita ingin menumbuhkan desa, agar desa tidak hanya menjual komoditas dalam bentuk mentah tapi dijual dalam bentuk produk turunan atau setengah jadi. Jadi dengan pinjaman tanpa bunga ini bisa membantu ekonomi desa bertumbuh," tambahnya.

Gubernur menilai pengembangan industri pengolahan hasil pertanian di tingkat desa menjadi langkah penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus memperluas peluang ekonomi masyarakat.

Dengan adanya fasilitas pembiayaan tanpa bunga, pemerintah daerah berharap petani dan pelaku UMKM memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan kegiatan usaha produktif.

Lampung Miliki 1,7 Juta Hektare Lahan Pertanian dan Perkebunan

Rahmat Mirzani menegaskan bahwa sektor pertanian dan perkebunan merupakan salah satu kekuatan utama perekonomian Provinsi Lampung karena menjadi sumber penghidupan bagi sebagian besar masyarakat.

Berdasarkan data yang disampaikan Gubernur, Provinsi Lampung memiliki luas daratan sekitar 3,3 juta hektare, dengan sekitar 1,7 juta hektare dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian dan perkebunan.

Sementara itu, sekitar 1 juta hektare wilayah Lampung merupakan kawasan hutan yang turut menunjukkan besarnya peran penggunaan lahan dalam struktur wilayah provinsi tersebut.

Gubernur juga menyebut sekitar 1,7 juta masyarakat Lampung bekerja sebagai petani dan pekebun sehingga perkembangan sektor pertanian memiliki pengaruh besar terhadap perekonomian daerah.

Dengan jumlah tenaga kerja yang bergantung pada sektor tersebut, peningkatan produktivitas dan nilai tambah hasil pertanian menjadi salah satu perhatian utama pemerintah daerah.

Lampung sendiri memiliki sejumlah komoditas pangan unggulan, antara lain padi, jagung, ubi kayu, nanas, dan pisang.

Rahmat Mirzani mengungkapkan bahwa produksi padi di Lampung mencapai sekitar 3,2 juta ton, sedangkan produksi jagung tercatat sekitar 1,7 juta ton.

Selain itu, Lampung dikenal sebagai daerah penghasil ubi kayu terbesar di Indonesia yang menjadi salah satu komoditas andalan sektor pertanian daerah.

Pemprov Lampung Dorong Petani Tidak Hanya Menjual Hasil Panen Mentah

Meski memiliki produksi pertanian dalam jumlah besar, Rahmat Mirzani menilai tingginya hasil panen belum secara otomatis menjamin peningkatan kesejahteraan petani.

Salah satu persoalan yang masih dihadapi sektor pertanian Lampung adalah banyaknya komoditas yang dipasarkan dalam bentuk bahan mentah tanpa melalui proses pengolahan lebih lanjut.

Kondisi tersebut menyebabkan nilai tambah dan keuntungan dari hasil pertanian lebih banyak diperoleh pelaku usaha pada tahapan rantai pasok setelah petani.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Lampung berupaya mendorong pengembangan industri pengolahan hasil pertanian di perdesaan agar masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar.

Penyediaan pinjaman tanpa bunga untuk pembelian alsintan dan peralatan pengolahan diharapkan dapat membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus memperbesar peluang memperoleh keuntungan.

Program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat usaha mikro dan kecil yang bergerak dalam pengolahan komoditas pertanian menjadi produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

Melalui peningkatan mekanisasi pertanian dan pengembangan industri pengolahan di tingkat desa, Pemerintah Provinsi Lampung berharap kegiatan ekonomi produktif masyarakat semakin berkembang.

Skema pembiayaan bersama Bank Lampung tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk memperluas akses permodalan, meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, dan mendorong pertumbuhan ekonomi perdesaan.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026