
Pantau - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mendorong pemanfaatan teknologi dan inovasi untuk mengoptimalkan potensi kekayaan alam serta budaya Indonesia guna meningkatkan daya saing pariwisata nasional sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.
Gibran menegaskan bahwa pengembangan pariwisata berbasis teknologi tidak boleh hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga harus mampu menciptakan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar destinasi wisata.
Hal tersebut disampaikan Gibran saat menjadi pembicara utama dalam Wisuda Institut Pariwisata Trisakti (IPT) Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung di Jakarta, Selasa.
"Perlu kita pikirkan saat ini adalah bagaimana teknologi dapat menciptakan nilai tambah bagi pariwisata kita, bagaimana teknologi dapat meningkatkan manfaat langsung bagi masyarakat, bagaimana teknologi dapat membuat keindahan Indonesia ditemukan dunia. Kita ingin menciptakan high quality tourism," ujar Gibran.
Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan alam dan keberagaman budaya yang dapat terus dikembangkan sebagai daya tarik wisata internasional dengan dukungan teknologi, inovasi, serta keterlibatan masyarakat.
Gibran Dorong Teknologi untuk Wujudkan Pariwisata Berkualitas
Gibran mengatakan teknologi memiliki peran penting dalam memperluas jangkauan promosi destinasi wisata Indonesia kepada masyarakat internasional.
Pemanfaatan teknologi dinilai dapat membantu memperkenalkan keindahan alam, tradisi, dan berbagai potensi wisata Nusantara agar semakin mudah ditemukan oleh wisatawan dari berbagai negara.
Namun, menurut Wapres, kemajuan teknologi dalam sektor pariwisata juga harus diikuti dengan peningkatan kualitas layanan dan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat.
Karena itu, Gibran mendorong pengembangan pariwisata berkualitas atau high quality tourism yang tidak hanya mengutamakan jumlah wisatawan, tetapi juga pengalaman berwisata dan kontribusi terhadap perekonomian lokal.
Ia menilai sektor pariwisata berpotensi menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional apabila pengembangannya mampu melibatkan pelaku usaha dan masyarakat di sekitar destinasi.
Pemanfaatan inovasi dan teknologi juga diharapkan dapat membuka peluang bagi usaha lokal untuk menjangkau pasar wisata yang lebih luas.
Dalam kesempatan tersebut, Gibran menyampaikan pesan kepada 669 wisudawan Institut Pariwisata Trisakti yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan.
Para wisudawan tersebut terdiri atas lulusan program doktor, magister, sarjana, dan sarjana terapan yang diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan sektor pariwisata dan industri terkait.
Wapres Apresiasi Hotel di Bromo yang Libatkan Petani dan UMKM Lokal
Selain menekankan pentingnya teknologi, Gibran menyoroti perlunya memperkuat keterlibatan masyarakat lokal dalam rantai pasok industri pariwisata.
Menurutnya, pertumbuhan sektor pariwisata harus memberikan kesempatan bagi pelaku usaha kecil untuk berkembang bersama perusahaan besar yang beroperasi di kawasan wisata.
Gibran mencontohkan praktik kerja sama yang diterapkan salah satu hotel di kawasan Gunung Bromo dengan melibatkan petani, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta masyarakat adat setempat.
Dalam praktik tersebut, pihak hotel menjalin kerja sama dengan petani sekitar sebagai pemasok bahan baku untuk kebutuhan restoran.
Kerja sama tersebut membuka peluang pasar bagi hasil pertanian masyarakat sekaligus memperkuat hubungan antara sektor perhotelan dan kegiatan ekonomi lokal.
Selain petani, hotel tersebut juga menggandeng pelaku UMKM yang menyediakan layanan wisata menggunakan kendaraan jip di kawasan Gunung Bromo.
Keterlibatan penyedia jasa wisata tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana kegiatan pariwisata dapat menciptakan peluang usaha bagi masyarakat sekitar.
Gibran juga menyoroti peran masyarakat adat Suku Tengger dalam kegiatan wisata edukasi yang memperkenalkan kehidupan, tradisi, dan kekayaan budaya lokal kepada wisatawan.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat adat dapat berpartisipasi langsung dalam pengembangan pariwisata sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari aktivitas wisata.
"Saya mengapresiasi bagaimana mereka menjalin kerja sama dengan petani sekitar sebagai supplier bahan baku restoran, UMKM sekitar sebagai vendor wisata jeep Gunung Bromo, masyarakat adat sebagai wisata edukasi mengenal Suku Tengger, sehingga kehadiran korporasi besar bukan menggantikan, bukan menggerus, tapi justru meningkatkan kapasitas usaha masyarakat terkait promosi," kata Gibran.
Menurutnya, pola kerja sama tersebut menunjukkan bahwa kehadiran perusahaan besar dalam industri pariwisata dapat membantu meningkatkan kapasitas usaha masyarakat tanpa harus menggantikan peran pelaku ekonomi lokal.
Gibran Soroti Musik Indonesia yang Mampu Menembus Pasar Internasional
Gibran juga menekankan bahwa pengenalan Indonesia kepada masyarakat dunia tidak hanya dapat dilakukan melalui promosi destinasi wisata.
Menurutnya, karya seni, musik, dan produk industri kreatif memiliki potensi besar untuk memperluas pengenalan identitas Indonesia di tingkat internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Wapres mencontohkan sejumlah musisi Indonesia yang disebut berhasil menarik perhatian pendengar di luar negeri.
Salah satunya adalah penyanyi Tulus melalui lagu berjudul Teh Hijau yang disebut memperoleh popularitas di Malaysia.
Selain itu, Gibran menyoroti grup vokal No-Na yang disebut berhasil menempati posisi puncak pada salah satu platform musik di Korea Selatan.
Wapres juga menyebut penyanyi Silet Open Up yang karyanya masuk dalam nominasi lagu terbaik Asia di Jepang.
Berbagai contoh tersebut disampaikan untuk menggambarkan potensi karya kreatif Indonesia dalam menjangkau masyarakat internasional.
Menurut Gibran, keberhasilan karya musik Indonesia memperoleh perhatian di luar negeri dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan budaya dan identitas bangsa secara lebih luas.
Ia menilai pariwisata dan industri kreatif memiliki keterkaitan dalam membangun citra positif Indonesia sekaligus meningkatkan daya tarik negara di mata masyarakat dunia.
Pariwisata Dinilai Jadi Instrumen Penting Kekuatan Lunak Indonesia
Gibran menegaskan bahwa sektor pariwisata tidak hanya memiliki fungsi ekonomi, tetapi juga berperan dalam memperkuat pengaruh dan daya tarik Indonesia di tingkat global.
Menurutnya, kekayaan alam, budaya, serta kreativitas masyarakat dapat menjadi modal penting dalam membangun citra bangsa melalui pendekatan kekuatan lunak atau soft power.
Konsep tersebut berkaitan dengan kemampuan suatu negara membangun daya tarik dan pengaruh melalui budaya, nilai, serta citra positif yang dikenal masyarakat internasional.
"Pariwisata merupakan salah satu instrumen penting dalam soft power Indonesia. Soft power adalah kekuatan suatu bangsa untuk membuatnya dicintai dunia," demikian Gibran Rakabuming Raka.
Wapres berharap pengembangan sektor pariwisata dan industri kreatif dapat terus memperluas pengenalan Indonesia kepada masyarakat internasional.
Pemanfaatan teknologi juga diharapkan dapat memperkuat promosi destinasi sekaligus membantu pelaku usaha lokal menjangkau pasar wisata yang lebih besar.
Melalui pengembangan pariwisata berkualitas, pemerintah diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya dinikmati perusahaan besar, tetapi juga memberikan manfaat bagi petani, UMKM, penyedia jasa wisata, dan masyarakat adat.
Gibran menilai kolaborasi antara teknologi, inovasi, industri pariwisata, dan masyarakat lokal menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing sektor pariwisata nasional.
Dengan pendekatan tersebut, kekayaan alam dan budaya Indonesia diharapkan semakin dikenal dunia sekaligus menciptakan peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat di berbagai destinasi wisata.
- Penulis :
- Arian Mesa




