
Pantau - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menggandeng sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahaan swasta untuk mempercepat pembangunan hunian aparatur negara, infrastruktur pendukung, serta kawasan komersial di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) sektor perumahan serta kesepakatan investasi murni di Kota Nusantara, Kabupaten Penajam Paser Utara, Rabu.
Rangkaian kerja sama mencakup sejumlah proyek strategis, mulai dari pembangunan delapan menara rumah susun, hilirisasi pangan, kawasan apartemen dan perkantoran, hingga fasilitas olahraga dan usaha kuliner.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat pembangunan fasilitas hunian dan infrastruktur penunjang di kawasan ibu kota baru.
"Penandatanganan kerja sama ini merupakan wujud komitmen berkelanjutan dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur hunian serta fasilitas pendukung di kawasan Ibu Kota Nusantara," kata Basuki Hadimuljono.
Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN Sudiro Roi Santoso menjelaskan bahwa rangkaian kesepakatan investasi tersebut mencakup alokasi lahan seluas 28,82 hektare untuk berbagai proyek pembangunan.
Nindya Karya Bangun Delapan Menara Rusun untuk Pejabat Eselon III
Salah satu proyek utama dalam rangkaian kerja sama tersebut adalah pembangunan delapan menara rumah susun yang diprakarsai PT Nindya Karya (Persero).
Proyek hunian vertikal tersebut direncanakan dibangun di Wilayah Perencanaan (WP) 1A Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara.
Direktur Utama PT Nindya Karya (Persero) Firmansyah mengatakan pembangunan rumah susun diperlukan untuk mendukung kesiapan fasilitas tempat tinggal bagi aparatur negara yang akan bertugas di ibu kota baru.
Menurutnya, penyediaan hunian menjadi bagian penting dalam menunjang aktivitas pemerintahan dan kebutuhan tempat tinggal pejabat negara di IKN.
Delapan menara rumah susun tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 68.390 meter persegi dengan total luas bangunan mencapai 82.666 meter persegi.
Proyek tersebut dirancang menyediakan sebanyak 288 unit hunian yang diperuntukkan bagi pejabat eselon III.
Setiap unit rumah susun memiliki luas 190 meter persegi untuk mendukung kebutuhan tempat tinggal aparatur negara.
Dalam rencana pengelolaannya, rumah susun tersebut akan ditangani oleh anak perusahaan PT Nindya Karya bernama PT Nindya Estate Management.
Direktur Pengembangan Bisnis dan Sumber Daya Manusia PT Nindya Karya (Persero) Eduard Batubara mengungkapkan bahwa pelaksanaan konstruksi delapan menara rumah susun dijadwalkan berlangsung selama 15 bulan.
Pembangunan tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan fasilitas hunian bagi aparatur negara yang nantinya menjalankan tugas pemerintahan di Ibu Kota Nusantara.
Berdikari Siapkan Investasi Rp177 Miliar untuk Hilirisasi Ayam
Selain pembangunan hunian, Otorita IKN mencatat masuknya investasi murni dari PT Berdikari (Persero) untuk pengembangan sektor pangan.
BUMN tersebut akan mengembangkan proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) di Wilayah Perencanaan 3 Ibu Kota Nusantara.
Proyek HAT direncanakan dibangun di atas lahan seluas 17,27 hektare dengan estimasi nilai investasi mencapai Rp177 miliar.
Pengembangan proyek tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan BUMN dalam mendukung pembangunan sektor pangan di kawasan ibu kota baru.
Investasi di bidang pangan tersebut melengkapi pengembangan sektor hunian dan fasilitas pendukung yang menjadi bagian dari rangkaian kerja sama Otorita IKN.
Grand Vista Nusantara Siapkan Investasi Rp1 Triliun di KIPP 1B
Investasi lainnya berasal dari PT Indonesia Belt Road High Tech Development Park yang akan mengembangkan proyek Grand Vista Nusantara.
Proyek tersebut direncanakan menjadi kawasan terpadu yang mencakup fasilitas komersial, apartemen, dan perkantoran di Ibu Kota Nusantara.
Grand Vista Nusantara akan dibangun di kawasan KIPP 1B dengan alokasi lahan seluas 3,57 hektare.
Nilai investasi yang disiapkan untuk pembangunan kawasan terpadu tersebut mencapai Rp1 triliun.
Investasi tersebut menjadi salah satu proyek dengan nilai pendanaan yang diumumkan secara khusus dalam rangkaian kesepakatan terbaru Otorita IKN.
Selain Grand Vista Nusantara, pengembangan fasilitas komersial juga diperkuat melalui investasi PT Java Teak Indo.
Perusahaan tersebut akan membangun ruang pamer atau showroom mebel khas Jepara di kawasan KIPP 1A Ibu Kota Nusantara.
Proyek ruang pamer mebel tersebut direncanakan menempati lahan seluas 0,2 hektare.
Kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian dari pengembangan kegiatan usaha dan perdagangan di kawasan pusat pemerintahan baru.
Otorita IKN Kembangkan Restoran Arab dan Fasilitas Olahraga
Pengembangan fasilitas pendukung di Ibu Kota Nusantara juga mencakup sektor kuliner melalui investasi PT Laziz Nusantara Grup.
Perusahaan tersebut akan membangun restoran Arab di kawasan KIPP 1B dengan alokasi lahan seluas 0,54 hektare.
Selain sektor kuliner, investasi lainnya berasal dari PT FYP Karya Perdana yang akan mengembangkan fasilitas olahraga dan kawasan komersial bernama Teras Padu.
Proyek Teras Padu direncanakan dibangun di kawasan KIPP 1A dengan luas lahan mencapai 0,45 hektare.
Fasilitas tersebut akan menggabungkan fungsi sarana olahraga dan kegiatan komersial untuk mendukung kebutuhan masyarakat di kawasan IKN.
Secara keseluruhan, rangkaian kerja sama terbaru mencakup pembangunan hunian aparatur negara, hilirisasi pangan, ruang pamer mebel, kawasan komersial, apartemen, perkantoran, restoran, serta fasilitas olahraga.
Proyek 109 Rumah Tapak Senilai Rp2,8 Triliun Ditandatangani Terpisah
Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN Sudiro Roi Santoso menjelaskan bahwa cakupan kerja sama investasi terbaru tersebut belum termasuk proyek KPBU pembangunan 109 rumah tapak.
Proyek rumah tapak tersebut memiliki nilai investasi Rp2,8 triliun dan telah ditandatangani sebelumnya pada 6 Oktober 2026.
Dengan demikian, proyek 109 rumah tapak merupakan kerja sama terpisah dari rangkaian kesepakatan investasi yang ditandatangani pada Rabu.
Adapun proyek yang diumumkan dalam rangkaian terbaru mencakup investasi Rp177 miliar untuk Hilirisasi Ayam Terintegrasi dan Rp1 triliun untuk Grand Vista Nusantara.
Melalui keterlibatan BUMN dan perusahaan swasta, Otorita IKN berupaya mempercepat penyediaan hunian bagi aparatur negara sekaligus memperluas pembangunan fasilitas pendukung aktivitas masyarakat.
Kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan aktivitas ekonomi dan kesiapan infrastruktur Ibu Kota Nusantara sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia.
- Penulis :
- Arian Mesa




