
Pantau - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melantik sebanyak 368 pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, dengan mayoritas pejabat yang dilantik merupakan tenaga pendidik atau guru.
Pelantikan yang berlangsung di Balai Kota Jakarta pada Rabu tersebut mencakup 282 guru yang akan menjalankan tugas di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.
“Saya melantik 368 pejabat fungsional. Terbanyak adalah guru, yakni 282 orang," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono mengingatkan seluruh pejabat fungsional yang baru dilantik agar menjalankan amanah jabatan dengan penuh tanggung jawab serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas pelayanan publik, khususnya pada sektor pendidikan yang menjadi salah satu penopang pembangunan manusia di Jakarta.
Pramono Ingatkan Pejabat agar Tidak Menyalahgunakan Jabatan
Pramono menegaskan bahwa jabatan yang diberikan kepada seseorang bukan sekadar bentuk kepercayaan, melainkan juga amanah dan ujian yang harus dijalankan dengan baik.
Menurutnya, integritas seseorang baru benar-benar dapat dinilai ketika telah memperoleh kewenangan dan tanggung jawab dalam suatu jabatan.
Ia mengingatkan bahwa pejabat harus mampu menjaga perilaku serta menggunakan kewenangan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
“Sebelum diberi jabatan sebenarnya orang itu belum teruji. Apakah perilakunya berubah, apakah menggunakan kekuasaan dalam jabatan sesuai aturan, apakah memberikan manfaat bagi orang banyak,” kata dia.
Pramono berharap seluruh pejabat fungsional yang dilantik dapat menjalankan tugas secara profesional dan mengutamakan kepentingan masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa setiap jabatan harus memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan pemerintahan di Jakarta.
Pramono Apresiasi 282 Guru yang Dilantik
Selain memberikan arahan mengenai tanggung jawab jabatan, Pramono menyampaikan apresiasi kepada para guru atas kontribusi mereka dalam memajukan pendidikan di Jakarta.
Ia mengucapkan terima kasih kepada tenaga pendidik yang telah berperan dalam menjadikan Jakarta sebagai kota pelajar nomor satu di Indonesia.
Menurut Pramono, sektor pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung pembangunan daerah.
Ia menilai keberhasilan pembangunan manusia di Jakarta tidak terlepas dari kontribusi tenaga pendidik yang menjalankan tugas di berbagai satuan pendidikan.
Selain pendidikan, sektor kesehatan juga menjadi bidang yang memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat Jakarta.
Pramono menyebut kedua sektor tersebut sebagai penopang utama capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi DKI Jakarta.
IPM DKI Jakarta Capai 85,05 dan Duduki Peringkat Pertama
Pramono mengungkapkan bahwa DKI Jakarta berhasil menempati peringkat pertama dalam capaian Indeks Pembangunan Manusia dengan nilai 85,05.
Menurutnya, pencapaian tersebut menunjukkan kontribusi besar sektor pendidikan dan kesehatan terhadap pembangunan manusia di Ibu Kota.
Capaian IPM tersebut menjadi salah satu indikator yang disoroti Pramono dalam menggambarkan perkembangan kualitas sumber daya manusia di Jakarta.
Ia berharap hasil positif yang telah dicapai dapat terus dipertahankan melalui peningkatan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan.
“Mudah-mudahan hal yang baik ini bisa terus dipertahankan,” kata Pramono.
Pramono juga berharap para pejabat fungsional yang baru dilantik dapat mendukung upaya mempertahankan capaian pembangunan manusia melalui pelaksanaan tugas sesuai bidang masing-masing.
BKD DKI Jakarta Raih Peringkat Pertama Penilaian Kompetensi ASN
Dalam kegiatan pelantikan tersebut, Pramono turut menyampaikan pencapaian Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi DKI Jakarta dalam bidang pengembangan kompetensi aparatur sipil negara (ASN).
Ia mengungkapkan bahwa BKD DKI Jakarta berhasil menduduki posisi pertama dalam penilaian akreditasi kompetensi ASN yang dilakukan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Menurut Pramono, Pemprov DKI Jakarta memperoleh nilai tertinggi dalam pelaksanaan penilaian gelombang kedua atau batch dua.
Pencapaian tersebut dinilai menjadi hasil positif dari upaya pengelolaan kepegawaian dan pengembangan kompetensi aparatur di lingkungan pemerintah daerah.
“Jadi ASN yang dinilai oleh BKN. Dan untuk batch dua kita (Jakarta) tertinggi. Mudah-mudahan ini bisa terus dipertahankan Karena untuk meraih ini juga tidak mudah,” kata Pramono.
Ia menegaskan bahwa prestasi tersebut harus terus dijaga melalui pengelolaan kepegawaian yang baik dan peningkatan kualitas aparatur pemerintahan.
Pramono juga menekankan pentingnya penataan organisasi pemerintahan agar pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal.
Menurutnya, penataan organisasi yang baik menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung keberlanjutan pengelolaan Jakarta.
Melalui pelantikan 368 pejabat fungsional tersebut, Pramono berharap seluruh aparatur dapat menjalankan tanggung jawab dengan baik sekaligus mendukung upaya menjaga Jakarta agar tetap terawat dan dikelola secara berkelanjutan.
- Penulis :
- Leon Weldrick




