HOME  ⁄  Nasional

Disnaker Batam Buka 20 Pelatihan Kerja Gratis Bersertifikat, 2.584 Orang Berebut 657 Kuota

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Disnaker Batam Buka 20 Pelatihan Kerja Gratis Bersertifikat, 2.584 Orang Berebut 657 Kuota
Foto: Kepala Disnaker Yudi Suprapto (sumber: ANTARA/Amandine Nadja)

Pantau - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Kepulauan Riau, membuka 20 jenis pelatihan kerja gratis berbasis kompetensi dan sertifikasi dengan menyediakan 657 kuota bagi masyarakat yang sedang mencari pekerjaan maupun warga yang belum pernah bekerja.

Program tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kota Batam dan ingin meningkatkan keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja.

Kepala Disnaker Kota Batam Yudi Suprapto mengatakan pelatihan tersebut diprioritaskan bagi masyarakat yang belum pernah mengikuti program pelatihan kerja yang diselenggarakan instansinya.

"Pelatihan bersertifikasi ini gratis dan peserta hanya dapat memilih satu jenis pelatihan,” kata Yudi saat dihubungi di Batam, Rabu.

Antusiasme masyarakat terhadap program tersebut tergolong tinggi karena sebanyak 2.584 orang telah mendaftar hingga Rabu siang, jauh melampaui kuota yang tersedia.

Disnaker Batam Sediakan 20 Jenis Pelatihan Kerja Gratis

Yudi menjelaskan bahwa program pelatihan berbasis kompetensi tersebut mencakup berbagai bidang keterampilan yang dibutuhkan dunia industri dan sektor jasa.

Pada bidang konstruksi dan pekerjaan industri, Disnaker Batam menyediakan pelatihan scaffolding, fitter structure, dan rigger untuk meningkatkan kemampuan teknis peserta.

Sementara itu, bidang pengelasan mencakup pelatihan las 5G SMAW, las 3G FCAW, welding inspector basic, serta welder 3G/4G.

Untuk bidang keselamatan dan kesehatan kerja (K3), program yang tersedia meliputi pelatihan petugas K3, Ahli K3 Umum, dan operator K3.

Disnaker Batam juga membuka pelatihan desain grafis muda, operator komputer, serta penggunaan perangkat lunak AutoCAD untuk meningkatkan keterampilan di bidang teknologi informasi dan desain.

Selain itu, tersedia pelatihan bahasa Korea, menjahit tata busana, menjahit pola, tata rias salon, hingga pengoperasian forklift tingkat dasar.

Dari seluruh program yang dibuka, pelatihan pengoperasian forklift memiliki kapasitas peserta paling banyak dibandingkan jenis pelatihan lainnya.

"Dari berbagai program tersebut, pelatihan forklift menampung peserta terbanyak, yakni 48 orang, disusul tata rias salon sebanyak 45 orang,” kata Yudi.

Seluruh program tersebut dapat diikuti tanpa biaya, tetapi setiap calon peserta hanya diperbolehkan memilih satu jenis pelatihan.

Pendaftar Capai 2.584 Orang, Kuota Hanya 657 Peserta

Pendaftaran program pelatihan bersertifikasi Disnaker Batam mulai dibuka pada Rabu dan langsung mendapat respons tinggi dari masyarakat.

Hingga Rabu siang, jumlah pendaftar tercatat mencapai 2.584 orang, sedangkan kapasitas yang disediakan hanya 657 peserta.

Dengan demikian, jumlah pendaftar telah melampaui kuota sebanyak 1.927 orang.

Tingkat persaingan untuk mengikuti pelatihan tersebut mencapai sekitar empat pendaftar untuk memperebutkan satu kuota peserta.

Yudi menilai tingginya jumlah pendaftar menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap program peningkatan keterampilan dan sertifikasi kompetensi.

"Ini artinya masyarakat sangat antusias,” katanya.

Program tersebut menjadi pelaksanaan kedua pelatihan berbasis keterampilan dan kompetensi yang diselenggarakan Disnaker Batam sepanjang 2026.

Pada pelaksanaan pertama yang berlangsung awal tahun, Disnaker Batam menggunakan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Murni dengan cakupan 82 jenis unit kompetensi.

Sementara itu, program pelatihan kedua yang saat ini dibuka menggunakan anggaran APBD Perubahan Kota Batam tahun 2026.

Pendaftaran Dilakukan Secara Daring, Seleksi oleh LPK

Yudi menjelaskan bahwa masyarakat yang berminat mengikuti pelatihan dapat melakukan pendaftaran secara daring melalui tautan resmi yang disediakan Disnaker Batam.

Setelah proses pendaftaran selesai, calon peserta akan mengikuti tahapan seleksi yang dilaksanakan langsung oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) penyelenggara masing-masing program.

Disnaker Batam menggandeng sejumlah LPK di Kota Batam yang telah memenuhi persyaratan dari Kementerian Ketenagakerjaan.

Lembaga pelatihan tersebut juga diwajibkan memiliki tenaga ahli sesuai bidang keterampilan yang diajarkan kepada peserta.

"Program ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan LPK di Kota Batam yang memenuhi persyaratan dari Kementerian Ketenagakerjaan. Mereka juga memiliki tenaga ahli sesuai bidang pelatihan masing-masing,” kata Yudi.

Melalui kerja sama tersebut, pelaksanaan pelatihan diharapkan dapat memberikan keterampilan dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Calon Peserta Pelatihan K3 dan Pengelasan Wajib Penuhi Syarat Khusus

Disnaker Batam menetapkan sejumlah persyaratan khusus bagi calon peserta yang ingin mengikuti program pelatihan tertentu.

Untuk pelatihan Ahli K3 Umum, petugas K3, dan operator K3, calon peserta diwajibkan memiliki latar belakang pendidikan minimal Diploma Tiga (D3) atau sederajat.

Sementara itu, masyarakat yang ingin mengikuti pelatihan pengelasan tingkat 4G dan 5G diutamakan telah memiliki pengalaman dalam pekerjaan pengelasan.

Calon peserta pelatihan tersebut juga diprioritaskan bagi mereka yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan pengelasan tingkat dasar hingga tingkat 3G.

Persyaratan tersebut perlu diperhatikan calon peserta sebelum menentukan jenis pelatihan yang akan dipilih saat melakukan pendaftaran.

Disnaker Batam mengimbau masyarakat yang telah mendaftar maupun yang ingin mengikuti perkembangan program agar terus memantau informasi melalui akun media sosial resmi instansi tersebut.

Informasi mengenai pendaftaran ulang, tahapan seleksi, serta pengumuman lanjutan akan disampaikan melalui akun Instagram dan TikTok resmi Disnaker Kota Batam.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026