HOME  ⁄  Nasional

AHY Tegaskan Infrastruktur dan Ketahanan Pangan Jadi Fondasi Kedaulatan Indonesia Menuju 2045

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

AHY Tegaskan Infrastruktur dan Ketahanan Pangan Jadi Fondasi Kedaulatan Indonesia Menuju 2045
Foto: Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (sumber: Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan)

Pantau - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa kedaulatan Indonesia harus ditopang pembangunan infrastruktur yang kuat, peningkatan daya saing ekonomi, serta ketahanan pangan, energi, dan air untuk menghadapi tantangan global.

AHY mengatakan pembangunan infrastruktur nasional harus diarahkan untuk meningkatkan efisiensi logistik, memperkuat konektivitas antarpulau, dan menghubungkan sentra produksi dengan pasar.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur juga harus mampu membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru agar kesempatan pembangunan tidak hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu.

"Infrastruktur bukan sekadar membangun jalan, pelabuhan, bandara, atau bendungan. Infrastruktur adalah instrumen untuk memperkuat ketahanan ekonomi, mengurangi kesenjangan wilayah, dan memastikan setiap daerah memiliki kesempatan untuk tumbuh dan maju," ujar AHY dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

AHY menilai penguatan infrastruktur dan ketahanan nasional merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga kedaulatan negara sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

AHY Dorong Infrastruktur Perkuat Konektivitas dan Efisiensi Logistik

AHY menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur memiliki peran strategis dalam meningkatkan kemandirian nasional dan daya saing perekonomian Indonesia.

Salah satu prioritas yang perlu diperkuat adalah efisiensi sistem logistik agar kegiatan distribusi barang dan aktivitas ekonomi dapat berjalan lebih efektif.

Menurutnya, infrastruktur transportasi dan distribusi harus mampu mendukung kelancaran pergerakan barang dari wilayah produksi menuju pasar.

Penguatan konektivitas antarpulau juga menjadi perhatian karena Indonesia memiliki wilayah kepulauan dengan kebutuhan pembangunan yang berbeda-beda.

AHY menilai hubungan antardaerah perlu diperkuat melalui penyediaan infrastruktur yang mampu mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.

Selain itu, pembangunan infrastruktur harus diarahkan untuk memperluas akses pemasaran hasil produksi dari berbagai daerah.

Keterhubungan antara sentra produksi dan pasar dinilai penting untuk meningkatkan kelancaran kegiatan ekonomi sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru.

AHY juga menekankan perlunya pemerataan pembangunan agar setiap wilayah memiliki kesempatan yang lebih besar untuk berkembang.

Menurutnya, infrastruktur tidak boleh hanya dipandang sebagai pembangunan fasilitas fisik, tetapi juga sebagai sarana memperkuat ketahanan ekonomi dan mengurangi kesenjangan antardaerah.

Diplomasi Infrastruktur Dinilai Penting Hadapi Persaingan Global

Selain pembangunan di dalam negeri, AHY menyoroti pentingnya diplomasi infrastruktur untuk memperkuat posisi Indonesia dalam hubungan ekonomi internasional.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang kuat dapat meningkatkan daya tawar Indonesia di tengah perubahan hubungan perdagangan, produksi, dan distribusi antarnegara.

Peran tersebut semakin penting ketika dunia menghadapi restrukturisasi rantai pasok global yang memengaruhi aktivitas ekonomi internasional.

AHY menilai Indonesia perlu memperkuat kemampuan domestik agar mampu menghadapi perubahan dan persaingan dalam sistem ekonomi global.

Diplomasi infrastruktur juga perlu dimanfaatkan untuk memperluas kemitraan dengan negara lain dalam mendukung pembangunan nasional.

Selain memperkuat hubungan internasional, kerja sama tersebut diharapkan mampu menarik investasi produktif yang memberikan manfaat bagi perekonomian Indonesia.

AHY turut menekankan pentingnya transfer teknologi melalui kerja sama pembangunan infrastruktur dengan berbagai mitra internasional.

Menurutnya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia juga harus menjadi bagian dari manfaat kerja sama tersebut.

"Diplomasi yang kuat harus didukung kapasitas nasional yang kuat. Karena itu, pembangunan infrastruktur dan penguatan daya saing bukan hanya agenda ekonomi, melainkan bagian dari strategi besar menjaga kedaulatan dan masa depan bangsa," kata AHY.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan diplomasi internasional harus didukung oleh kemampuan nasional yang kuat agar Indonesia memiliki posisi lebih baik dalam menjalin kerja sama dengan negara lain.

Ketahanan Pangan, Energi, dan Air Jadi Prioritas Kedaulatan Nasional

AHY menilai kemandirian Indonesia dalam menghadapi rivalitas geopolitik dan geoekonomi global harus dibangun berdasarkan kekuatan domestik.

Menurutnya, ketahanan nasional tidak lagi dapat dimaknai hanya sebagai kemampuan negara dalam bidang pertahanan militer.

Ketahanan nasional juga mencakup kemampuan pemerintah memastikan ketersediaan kebutuhan dasar masyarakat dan keberlangsungan aktivitas ekonomi.

Dalam konteks tersebut, AHY menempatkan ketahanan pangan sebagai salah satu fondasi penting untuk menjaga kedaulatan bangsa.

Ia menilai Indonesia perlu memiliki kemampuan yang kuat dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat agar tidak terlalu bergantung pada pasokan internasional.

Selain pangan, ketahanan energi menjadi perhatian karena ketergantungan terhadap pasokan global dapat menimbulkan kerentanan ketika terjadi perubahan kondisi internasional.

AHY juga menyoroti pentingnya ketahanan air untuk menopang kehidupan masyarakat serta mendukung keberlanjutan kegiatan ekonomi nasional.

Menurutnya, ketersediaan pangan, energi, dan air harus menjadi bagian dari strategi pembangunan yang terintegrasi dengan penguatan infrastruktur.

"Kedaulatan tidak cukup hanya dijaga melalui kekuatan pertahanan dan diplomasi. Kita juga harus memastikan ketersediaan pangan, energi, air, serta infrastruktur yang mampu menopang kehidupan rakyat dan produktivitas ekonomi nasional," ujar AHY.

AHY Ingatkan Risiko Ketergantungan terhadap Pasokan Global

AHY mengingatkan bahwa meningkatnya ketidakpastian global dapat menimbulkan berbagai risiko bagi negara yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap pasokan internasional.

Salah satu kerentanan yang disorot adalah ketergantungan terhadap energi global yang dapat memengaruhi kemampuan negara memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Selain energi, sistem penyediaan pangan internasional juga menjadi perhatian karena gangguan rantai pasok dapat berdampak terhadap ketersediaan kebutuhan masyarakat.

AHY turut menyoroti ketergantungan terhadap teknologi luar negeri sebagai faktor yang perlu diperhitungkan dalam upaya meningkatkan kemandirian nasional.

Menurutnya, ketergantungan terhadap sistem logistik global juga berpotensi menimbulkan hambatan apabila terjadi gangguan distribusi atau perubahan kondisi perdagangan internasional.

Berbagai risiko tersebut menunjukkan bahwa penguatan ketahanan nasional perlu mencakup sektor ekonomi, teknologi, logistik, dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

AHY menilai pembangunan infrastruktur yang terintegrasi dengan penguatan kapasitas domestik dapat membantu Indonesia menghadapi tekanan dan perubahan kondisi global.

Pemerataan Pembangunan Didorong untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

AHY menegaskan bahwa pemerataan pembangunan kewilayahan harus menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat kedaulatan Indonesia.

Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya berfokus pada wilayah yang telah memiliki aktivitas ekonomi tinggi, tetapi juga perlu membuka kesempatan pertumbuhan di daerah lain.

Penguatan konektivitas antarpulau, efisiensi logistik, serta hubungan antara sentra produksi dan pasar menjadi bagian dari upaya mendukung pemerataan tersebut.

AHY juga menekankan bahwa infrastruktur harus mampu meningkatkan produktivitas ekonomi sekaligus mendukung kebutuhan hidup masyarakat.

Pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, energi, air, dan pemerataan wilayah dinilai sebagai fondasi strategis untuk mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045.

Melalui penguatan berbagai sektor tersebut, AHY berharap Indonesia mampu membangun kemandirian nasional yang lebih kuat sekaligus menjaga kedaulatan negara di tengah persaingan dan ketidakpastian global.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026