
Pantau - Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jawa Barat memastikan lebih dari 80 persen data pertanahan di Kabupaten Karawang tetap aman meskipun gedung kantor BPN setempat mengalami kebakaran hebat pada Rabu malam (14/10/2026).
Kepala Kanwil BPN Jawa Barat Hasan Basri mengatakan sebagian besar data pertanahan telah melalui proses digitalisasi sehingga dapat dipulihkan melalui sistem penyimpanan digital.
Menurutnya, data yang telah dialihkan ke bentuk digital dapat diakses kembali melalui server untuk membantu proses pemulihan dokumen yang terdampak kebakaran.
BPN Siapkan Rekonstruksi Dokumen Pertanahan
Hasan menjelaskan bahwa salah satu dokumen yang menjadi perhatian dalam proses pemulihan adalah buku tanah yang tersimpan di kantor BPN Karawang.
Sementara itu, sertifikat tanah pada umumnya berada di tangan masyarakat sehingga tidak seluruh dokumen kepemilikan tanah terdampak langsung oleh kebakaran.
Untuk berkas yang sedang diproses dalam pelayanan pertanahan, BPN akan melakukan penanganan lebih lanjut sesuai kondisi dokumen.
Hasan memastikan dokumen pelayanan yang telah terdaftar masih dapat direkonstruksi apabila pemohon memiliki bukti pendaftaran.
"Jadi selama sudah terdaftar di pelayanan, ada tanda bukti pendaftaran, itu kita bisa rekonstruksi. Kita bisa tarik datanya," kata Hasan di Karawang, Kamis (15/10/2026).
Ia menambahkan bahwa proses pemulihan dokumen belum dapat langsung dilaksanakan meskipun sebagian besar data telah tersedia dalam bentuk digital.
BPN masih harus menunggu pemeriksaan laboratorium kriminalistik serta penanganan arsip oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
Delapan Mobil Pemadam Dikerahkan ke Lokasi Kebakaran
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang mengerahkan delapan unit mobil pemadam kebakaran untuk menangani api yang menghanguskan kantor BPN Karawang.
Komandan Peleton 3 Pemadam Kebakaran BPBD Kabupaten Karawang Rudi Suwardi mengatakan pengerahan armada dilakukan untuk mempercepat proses pemadaman.
"Ada delapan unit armada yang diturunkan untuk melakukan pemadaman," kata Rudi.
Proses pemadaman juga mendapat bantuan mobil pemadam kebakaran dari kawasan industri Karawang International Industrial City (KIIC) serta Kodim Karawang.
Petugas mulai menangani kebakaran sekitar pukul 22.00 WIB pada Rabu malam dan melanjutkan upaya pemadaman hingga Kamis siang.
Gedung Utama Rusak 90 Persen, Gudang Arsip 70 Persen
Berdasarkan catatan BPBD Kabupaten Karawang, kebakaran menyebabkan kerusakan berat pada gedung utama kantor BPN.
Tingkat kerusakan gedung utama diperkirakan mencapai 90 persen akibat api yang menghanguskan sebagian besar bangunan.
Sementara itu, gudang penyimpanan arsip yang turut terdampak kebakaran mengalami kerusakan sekitar 70 persen.
Besarnya kerusakan bangunan membuat penanganan arsip dan pemulihan dokumen pertanahan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Kanwil BPN Jawa Barat akan memanfaatkan data yang telah terdigitalisasi untuk membantu rekonstruksi dokumen setelah tahapan pemeriksaan dan penanganan arsip selesai dilakukan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




