HOME  ⁄  Nasional

MRT Jakarta Temukan Saluran Air Kuno dan Artefak Bersejarah saat Pembangunan Fase 2A, Bakal Dipamerkan di Galeri

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

MRT Jakarta Temukan Saluran Air Kuno dan Artefak Bersejarah saat Pembangunan Fase 2A, Bakal Dipamerkan di Galeri
Foto: PT MRT Jakarta (Perseroda) menyerahkan sebagian temuan arkeologi dari proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A kepada Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Jakarta, Kamis 15/10/2026 (sumber: ANTARA/Luthfia Miranda Putri)

Pantau - PT MRT Jakarta (Perseroda) menyerahkan sebagian temuan arkeologi dari proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A kepada Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, termasuk saluran air berbahan terakota, keramik, dan struktur bersejarah yang ditemukan di kawasan Kota Tua Jakarta.

Penyerahan temuan arkeologi tersebut berlangsung di Stasiun Jakarta Kota, Jakarta, Kamis (15/10/2026), dengan melibatkan pihak MRT Jakarta, Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, serta tim ahli arkeologi.

Temuan tersebut diperoleh selama proses pembangunan jalur MRT Jakarta Fase 2A yang melintasi sejumlah kawasan bersejarah di ibu kota, khususnya wilayah Kota Tua dan sekitarnya.

Sebagian peninggalan sejarah tersebut nantinya akan menjalani proses kurasi sebelum dipamerkan kepada masyarakat melalui galeri khusus yang direncanakan berada di kawasan Stasiun Jakarta Kota.

MRT Jakarta Temukan Saluran Air Terakota di Kawasan Kota Tua

Project Management for Construction 2 PT MRT Jakarta, Indra Gunawan, mengungkapkan bahwa salah satu temuan arkeologi terbesar selama pembangunan MRT Jakarta Fase 2A adalah saluran air yang terbuat dari bahan terakota.

Struktur saluran air tersebut ditemukan membentang dari kawasan Pintu Besar Selatan hingga mendekati area Stasiun Jakarta Kota.

“Temuan besarnya salah satunya adalah saluran air terakota ya, dari mulai Pintu Besar Selatan sampai ke ujungnya di sini kurang lebih ke area Stasiun Jakarta Kota,” katanya.

Penemuan saluran air tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam upaya penyelamatan peninggalan sejarah yang ditemukan selama pekerjaan konstruksi infrastruktur transportasi massal berlangsung.

Indra menjelaskan bahwa setiap temuan arkeologi telah melalui proses pendataan dan dokumentasi bersama tim ahli untuk menjaga informasi mengenai kondisi serta bentuk asli benda bersejarah.

Salah satu teknologi yang digunakan adalah pemindaian tiga dimensi atau 3D scanning untuk merekam bentuk dan kondisi fisik temuan arkeologi secara digital.

Selain pemindaian tiga dimensi, tim arkeologi menggunakan metode fotogrametri untuk menghasilkan dokumentasi visual dan data mengenai struktur peninggalan sejarah.

Penggunaan teknologi tersebut bertujuan memastikan informasi arkeologis tetap tercatat meskipun proses pembangunan infrastruktur terus berlangsung.

Keramik dan Struktur Dinding Sungai Turut Ditemukan

Selain saluran air terakota, tim arkeologi menemukan sejumlah artefak lepas yang memiliki keterkaitan dengan aktivitas masyarakat Jakarta pada masa lalu.

Salah satu jenis artefak yang ditemukan adalah benda-benda keramik yang kemudian menjadi bagian dari temuan arkeologi proyek MRT Jakarta Fase 2A.

Tim juga menemukan cerucuk yang berkaitan dengan struktur dinding sungai di kawasan yang dilalui proyek pembangunan MRT.

Berbagai temuan tersebut memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memperoleh informasi mengenai kondisi lingkungan, aktivitas masyarakat, dan perkembangan kawasan Jakarta pada masa lalu.

Indra menjelaskan bahwa MRT Jakarta telah melibatkan tim ahli arkeologi sejak tahap awal perencanaan proyek, termasuk ketika menentukan desain dasar pembangunan MRT Jakarta Fase 2A.

Pelibatan tenaga ahli tersebut dilakukan karena kawasan Jakarta Kota memiliki nilai sejarah tinggi dan berpotensi menyimpan berbagai peninggalan arkeologis.

MRT Jakarta juga bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta untuk mendampingi proses penanganan temuan selama kegiatan konstruksi berlangsung.

Kerja sama tersebut dilakukan agar benda maupun struktur bersejarah yang ditemukan dapat ditangani sesuai kebutuhan penelitian dan pelestarian.

Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Tekankan Pentingnya Pelestarian Cagar Budaya

Sekretaris Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Retno Setiowati, menyampaikan bahwa pihaknya bekerja sama dengan tenaga ahli untuk memastikan benda-benda bersejarah yang ditemukan dapat diteliti dan dilestarikan dengan baik.

Retno menegaskan bahwa peninggalan sejarah memiliki nilai penting karena menjadi bagian dari identitas budaya bangsa yang harus dijaga.

“Harus diteliti dan dimanfaatkan sebaik-baiknya karena memang cagar-cagar budaya ini adalah identitas bangsa,” katanya.

Sementara itu, Tim Ahli Arkeologi proyek MRT Jakarta Fase 2A sekaligus Anggota Tenaga Ahli Cagar Budaya Nasional, Junus Satria Atmodjo, menilai kolaborasi antara MRT Jakarta, Dinas Kebudayaan, dan tim arkeologi menjadi faktor penting dalam penyelamatan temuan sejarah.

Menurut Junus, pembangunan infrastruktur berskala besar dapat tetap berjalan dengan memperhatikan perlindungan terhadap sumber daya budaya yang ditemukan di lokasi proyek.

Ia mengingatkan bahwa peninggalan arkeologi merupakan sumber daya budaya yang tidak dapat diperbarui apabila mengalami kerusakan.

Kerusakan terhadap benda maupun struktur bersejarah tidak hanya menghilangkan bentuk fisiknya, tetapi juga berpotensi menghapus informasi penting mengenai kehidupan masyarakat pada masa lalu.

“Karena kalau kita bicara tentang sumber daya ya, sumber daya budaya ini kan tidak bisa diperbaharui. Sekali rusak ya rusak, dan datanya hilang. Dengan proyek yang sangat besar, kita bisa bekerjasama dan memanfaatkan data itu untuk kepentingan generasi ke depan,” katanya.

Junus menilai kerja sama dalam proyek MRT Jakarta dapat menjadi contoh pemanfaatan kegiatan pembangunan untuk mendukung penelitian dan penyelamatan peninggalan sejarah.

Temuan Arkeologi MRT Jakarta Bakal Dipamerkan di Galeri Stasiun Kota

Temuan arkeologi yang telah diserahkan kepada Dinas Kebudayaan DKI Jakarta selanjutnya akan menjalani proses kurasi sebelum dipamerkan kepada masyarakat.

Proses kurasi dilakukan untuk menyeleksi, meneliti, dan menyiapkan benda-benda bersejarah yang dinilai layak ditampilkan dalam fasilitas pameran.

MRT Jakarta merencanakan pembangunan galeri khusus untuk menampilkan berbagai peninggalan arkeologi tersebut di kawasan Stasiun Jakarta Kota.

Galeri tersebut direncanakan terhubung dengan stasiun kereta rel listrik (KRL) sehingga dapat diakses oleh masyarakat dan pengguna transportasi umum.

Melalui fasilitas tersebut, masyarakat nantinya dapat mengenal berbagai temuan sejarah yang diperoleh selama proses pembangunan MRT Jakarta Fase 2A.

Rencana pameran tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan pembangunan transportasi modern dengan pelestarian warisan sejarah dan budaya Jakarta.

Dengan adanya dokumentasi, penelitian, dan penyediaan ruang pamer, informasi mengenai peninggalan sejarah yang ditemukan selama pembangunan MRT Jakarta diharapkan tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026