HOME  ⁄  Nasional

Indonesia dan Fiji Perkuat Kerja Sama Kebudayaan, Jajaki Warisan UNESCO hingga Industri Kreatif Bambu

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Indonesia dan Fiji Perkuat Kerja Sama Kebudayaan, Jajaki Warisan UNESCO hingga Industri Kreatif Bambu
Foto: (Sumber :Menteri Kebudayaan Fadli Zon (kanan) bersama Menteri Urusan Multi-Etnis, Kebudayaan, Warisan, dan Seni Fiji Charan Jeath Singh (kiri) melakukan pertemuan bilateral di sela pelaksanaan Indonesia-Pacific Cultural Connect 2026. (ANTARA/HO-Kementerian Kebudayaan).)

Pantau - Pemerintah Indonesia dan Fiji sepakat mempererat kerja sama kebudayaan melalui pelindungan warisan budaya, pertukaran seniman, pengembangan industri kreatif, serta penjajakan pengajuan tradisi bersama sebagai warisan budaya takbenda UNESCO.

Kesepakatan tersebut dibahas dalam pertemuan bilateral antara Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dan Menteri Urusan Multi-Etnis, Kebudayaan, Warisan, dan Seni Fiji Charan Jeath Singh di sela penyelenggaraan Indonesia-Pacific Cultural Connect 2026.

Pertemuan itu menjadi langkah kedua negara untuk memperkuat hubungan kebudayaan yang telah terjalin selama lebih dari lima dekade.

Fadli menegaskan pentingnya membangun kemitraan berkelanjutan melalui pembaruan atau penyusunan nota kesepahaman yang dapat menjadi dasar pelaksanaan program bersama.

"Indonesia dan Fiji memiliki hubungan yang telah terjalin lama dan menyimpan banyak potensi kerja sama di bidang kebudayaan," kata Fadli dalam keterangan pers Kementerian Kebudayaan di Jakarta, Jumat (16/10/2026).

"Kita dapat memperkuat hubungan ini melalui pembaruan atau penyusunan kembali nota kesepahaman di bidang kebudayaan dan warisan budaya yang menjadi payung bagi berbagai program bersama ke depan," kata Fadli.

Indonesia dan Fiji Jajaki Pengajuan Tradisi Bakar Batu ke UNESCO

Salah satu pembahasan utama dalam pertemuan bilateral tersebut adalah peluang pengajuan nominasi bersama tradisi yang memiliki kesamaan antara Indonesia dan Fiji.

Kedua negara membahas tradisi memasak bersama menggunakan batu panas atau bakar batu yang dikenal di wilayah Indonesia dan Fiji.

Tradisi tersebut dinilai berpotensi menjadi bagian dari pengajuan bersama untuk memperoleh pengakuan sebagai warisan budaya takbenda UNESCO.

Sebagai anggota Komite Antarpemerintah UNESCO untuk Pelindungan Warisan Budaya Takbenda, Indonesia menyatakan dukungannya terhadap kerja sama internasional dalam pelestarian tradisi.

Fadli menilai kerja sama tersebut dapat memperkuat perlindungan kebudayaan sekaligus meningkatkan kemampuan kedua negara dalam menjaga warisan tradisional.

"Kita dapat menjajaki nominasi bersama atas tradisi yang memiliki kesamaan, sekaligus memperkuat pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam pelestarian kebudayaan," katanya.

Selain penjajakan nominasi UNESCO, Indonesia dan Fiji juga membahas penguatan dokumentasi serta pertukaran pengalaman dalam pelindungan warisan budaya.

Kedua Negara Dorong Pertukaran Seniman dan Kolaborasi Budaya

Indonesia dan Fiji turut membuka peluang kerja sama melalui program residensi dan pertukaran seniman.

Program tersebut diharapkan dapat memperluas interaksi antara pelaku seni dan budaya dari kedua negara.

Selain pertukaran seniman, kerja sama juga dapat diwujudkan melalui produksi karya kolaboratif dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kebudayaan.

Fadli menilai kegiatan bersama tersebut dapat memperkuat hubungan antarmasyarakat melalui pengalaman dan pengetahuan budaya.

Pengembangan kerja sama juga mencakup pelestarian pengetahuan tradisional serta peningkatan keterampilan masyarakat dalam mengelola potensi budaya.

Melalui kolaborasi tersebut, kedua negara diharapkan dapat memperluas manfaat kebudayaan bagi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan tradisi.

Indonesia Tawarkan Pengalaman Pengembangan Industri Kreatif Bambu

Selain pelestarian warisan budaya, Indonesia dan Fiji menjajaki kemitraan dalam pengembangan industri kreatif berbasis bambu.

Fadli menyampaikan bahwa Indonesia memiliki pengalaman dalam membudidayakan bambu serta mengolahnya menjadi berbagai produk kriya.

Pengalaman tersebut dinilai dapat menjadi referensi bagi Fiji dalam mengembangkan industri kreatif yang memanfaatkan sumber daya bambu.

Kerja sama yang dijajaki mencakup pertukaran tenaga ahli, peningkatan keterampilan masyarakat, dan pengembangan produk kerajinan.

"Melalui pertukaran tenaga ahli dan penguatan keterampilan masyarakat, kerja sama ini dapat mendorong pengembangan kriya, membuka peluang ekonomi kreatif, serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat kedua negara," katanya.

Pengembangan industri kreatif berbasis bambu juga diharapkan dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat di kedua negara.

Fiji Ingin Perkuat Pengelolaan Museum dan Pelindungan Tradisi

Menteri Urusan Multi-Etnis, Kebudayaan, Warisan, dan Seni Fiji Charan Jeath Singh menyambut baik peluang perluasan kerja sama kebudayaan dengan Indonesia.

Menurutnya, hubungan bilateral yang telah berlangsung lebih dari lima dekade menjadi landasan penting untuk memperkuat kemitraan kedua negara.

"Fiji sangat menghargai hubungan jangka panjang dengan Indonesia dan dukungan yang telah diberikan di berbagai bidang," katanya.

Singh menyampaikan bahwa Fiji memiliki ketertarikan untuk mengembangkan kerja sama dalam pelestarian warisan budaya, pengelolaan museum, serta dokumentasi tradisi.

"Kami melihat peluang besar untuk memperkuat kerja sama kebudayaan, khususnya dalam pelestarian warisan budaya, pengelolaan museum, dokumentasi budaya, serta pelindungan pengetahuan dan praktik tradisional bagi generasi mendatang," ia menambahkan.

Ia juga menyoroti peluang pengembangan industri kreatif berbasis komunitas melalui pelatihan dan pertukaran tenaga ahli.

Kerja sama tersebut dapat mencakup pengembangan produk budaya serta promosi hasil kerajinan ke pasar regional dan internasional.

Singh berharap kemitraan Indonesia dan Fiji dapat membuka kesempatan lebih luas bagi perajin, perempuan, dan generasi muda untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi kreatif.

Melalui penguatan hubungan tersebut, kedua negara berupaya menjaga keberlanjutan warisan budaya sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026