
Pantau - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menggandeng pemerintah daerah dan dunia usaha melalui program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) untuk membantu masyarakat memperoleh akses lowongan pekerjaan dan pelatihan keterampilan.
Program tersebut dirancang untuk mempertemukan masyarakat yang sedang mencari pekerjaan dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja di wilayah Kota Banjarmasin.
Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol. Riza Muttaqin, mengatakan program Poliran merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap persoalan pengangguran yang masih dihadapi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Riza dalam kegiatan pemaparan program Poliran yang berlangsung di Aula Mathilda Polresta Banjarmasin, Jumat (16/10/2026).
Menurutnya, program tersebut tidak hanya bertujuan mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap informasi lowongan pekerjaan dan kesempatan mengikuti pelatihan keterampilan.
“Program Polisi Peduli Pengangguran ini bukan sekadar agenda koordinasi atau kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam membantu masyarakat yang sedang mencari pekerjaan,” ujarnya.
Polisi Jadi Penghubung Pencari Kerja dengan Perusahaan
Riza menjelaskan bahwa Polresta Banjarmasin akan berperan sebagai fasilitator yang menghubungkan masyarakat pencari kerja, pemerintah daerah, dan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
Melalui program Poliran, kepolisian akan membantu membangun komunikasi dengan dunia usaha untuk mengetahui kebutuhan tenaga kerja serta jenis keterampilan yang diperlukan perusahaan.
Informasi tersebut kemudian akan digunakan untuk membantu masyarakat menemukan kesempatan kerja yang sesuai dengan kemampuan dan kualifikasi mereka.
Salah satu kegiatan yang direncanakan dalam program ini adalah pendataan masyarakat yang sedang mencari pekerjaan di wilayah Kota Banjarmasin.
Pendataan dilakukan untuk mengetahui jumlah pencari kerja yang dapat dijangkau sekaligus mengidentifikasi kemampuan dan keterampilan yang dimiliki masing-masing warga.
Selain pendataan, Polresta Banjarmasin juga akan melakukan pemetaan kompetensi pencari kerja agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
Pemetaan tersebut menjadi bagian penting dalam mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha yang memiliki persyaratan tenaga kerja berbeda-beda.
Program Poliran juga mencakup penyebaran informasi lowongan pekerjaan yang telah melalui proses verifikasi.
Langkah tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat memperoleh informasi mengenai kesempatan kerja yang tersedia dan sesuai dengan kemampuan mereka.
Selain itu, kepolisian akan memfasilitasi pertemuan langsung antara pencari kerja dan perusahaan sebagai upaya memperluas peluang masyarakat mendapatkan pekerjaan.
Bhabinkamtibmas Dilibatkan untuk Menjangkau Pencari Kerja hingga Kelurahan
Pelaksanaan program Poliran turut melibatkan personel Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) untuk membantu menjangkau masyarakat hingga tingkat kelurahan.
Bhabinkamtibmas diharapkan dapat berperan dalam mendata warga yang membutuhkan pekerjaan sekaligus menyampaikan informasi mengenai lowongan kerja yang tersedia.
Keterlibatan personel kepolisian di tingkat masyarakat tersebut bertujuan memperluas jangkauan program agar informasi kesempatan kerja tidak hanya diterima masyarakat di pusat kota.
Melalui pendekatan tersebut, warga yang mengalami kesulitan memperoleh informasi lowongan pekerjaan diharapkan dapat mengetahui peluang kerja yang sesuai dengan keterampilan mereka.
Selain membantu pendataan dan penyebaran informasi, Bhabinkamtibmas juga akan mendukung komunikasi antara masyarakat dan pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program.
Sementara itu, kegiatan pemaparan Poliran di Aula Mathilda Polresta Banjarmasin turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, perwakilan satuan kerja perangkat daerah, pimpinan hotel, dan perwakilan sejumlah perusahaan.
Kehadiran unsur pemerintah daerah dan dunia usaha menjadi bagian dari upaya membangun kerja sama dalam penanganan persoalan pengangguran di Kota Banjarmasin.
Polresta Banjarmasin berharap keterlibatan perusahaan dapat membantu menyesuaikan kebutuhan tenaga kerja dengan kemampuan masyarakat yang sedang mencari pekerjaan.
Program Poliran Juga Siapkan Akses Pelatihan Keterampilan
Selain mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, program Poliran diarahkan untuk memberikan akses kepada masyarakat terhadap peluang pelatihan keterampilan.
Pelatihan tersebut menjadi salah satu aspek yang diperhatikan karena kemampuan pencari kerja perlu disesuaikan dengan kebutuhan tenaga kerja di dunia usaha.
Melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan perusahaan, masyarakat diharapkan memperoleh informasi mengenai pelatihan yang dapat membantu meningkatkan kompetensi mereka.
Riza menekankan bahwa keberhasilan program Poliran harus diukur berdasarkan manfaat nyata yang diterima masyarakat, bukan sekadar jumlah kegiatan koordinasi yang dilaksanakan.
Salah satu indikator keberhasilan program adalah meningkatnya kemudahan masyarakat dalam memperoleh informasi lowongan pekerjaan.
Selain itu, kesempatan mengikuti pelatihan keterampilan dan peluang mendapatkan pekerjaan melalui pertemuan dengan perusahaan juga menjadi ukuran manfaat program tersebut.
Polresta Banjarmasin berharap kerja sama yang dibangun dapat berlangsung secara berkelanjutan sehingga program tidak berhenti pada kegiatan pemaparan maupun koordinasi antarlembaga.
Pengangguran Banjarmasin Capai 6,49 Persen, Lebih Tinggi dari Rata-Rata Kalsel
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kota Banjarmasin pada Agustus 2025 tercatat sebesar 6,49 persen.
Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai 6,56 persen atau turun sebesar 0,07 poin persentase.
Meskipun mengalami penurunan, tingkat pengangguran terbuka Kota Banjarmasin masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi Kalimantan Selatan.
Data BPS menunjukkan tingkat pengangguran terbuka Kalimantan Selatan pada Agustus 2025 berada di angka 4,16 persen.
Dengan demikian, tingkat pengangguran terbuka Kota Banjarmasin lebih tinggi 2,33 poin persentase dibandingkan angka pengangguran tingkat provinsi.
Sementara itu, Pemerintah Kota Banjarmasin pada April 2026 menyampaikan bahwa jumlah pencari kerja di wilayah tersebut mencapai 21.220 orang.
Data tersebut menjadi salah satu gambaran mengenai kebutuhan masyarakat terhadap akses informasi pekerjaan dan kesempatan untuk memasuki dunia kerja.
Kondisi pengangguran di Kota Banjarmasin menjadi salah satu persoalan yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, kepolisian, dan dunia usaha.
Melalui program Poliran, Polresta Banjarmasin berupaya memperkuat kerja sama lintas sektor untuk membantu masyarakat memperoleh kesempatan kerja yang sesuai dengan kemampuan mereka.
Program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan melalui pendataan pencari kerja, penyebaran informasi lowongan pekerjaan, pemetaan keterampilan, dan fasilitasi pertemuan dengan perusahaan.
- Penulis :
- Shila Glorya




