
Pantau - Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan (BPSDMP) menjalin kerja sama dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN) untuk meningkatkan mutu pelayanan, memperkuat kompetensi sumber daya manusia (SDM), dan mendukung daya saing produk Indonesia di pasar ekspor.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama di Tangerang, Banten, Jumat (16/10/2026), yang disaksikan langsung oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Kepala BSN Donny Purnomo Januardhi Effyandono.
Kepala BPSDMP, Djatmiko Bris Witjaksono, menjelaskan bahwa kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat kualitas pelayanan di seluruh lingkungan BPSDMP melalui penerapan standar manajemen internasional.
Salah satu target utama kerja sama ini adalah penerapan Sistem Manajemen Terintegrasi atau Integrated Management System yang mencakup tiga standar internasional, yakni ISO 9001, ISO 21001, dan ISO 37001.
Penerapan ketiga standar tersebut diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme organisasi, memperkuat tata kelola pendidikan, serta membangun sistem pelayanan yang berintegritas.
BPSDMP Targetkan Penerapan ISO 9001, ISO 21001, dan ISO 37001
Djatmiko menjelaskan bahwa BPSDMP ingin mengembangkan sistem pelayanan yang memenuhi standar internasional melalui pengintegrasian berbagai mekanisme manajemen organisasi.
"Kami ingin menjadikan BPSDMP sebagai unit pelayanan yang memiliki standar internasional, yaitu integrated management system atau sistem manajemen terintegrasi," katanya.
Sistem Manajemen Terintegrasi yang ditargetkan mencakup ISO 9001 sebagai standar sistem manajemen mutu untuk memastikan konsistensi kualitas proses dan pelayanan organisasi.
Standar kedua adalah ISO 21001 yang berkaitan dengan sistem manajemen organisasi pendidikan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan pendidikan.
Sementara itu, ISO 37001 merupakan standar sistem manajemen antipenyuapan yang bertujuan membantu organisasi mencegah, mendeteksi, dan menangani risiko penyuapan.
Melalui penggabungan ketiga standar tersebut, BPSDMP menargetkan peningkatan kualitas tata kelola organisasi, penyelenggaraan pendidikan, dan integritas pelayanan.
Penerapan sistem manajemen terintegrasi juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan seluruh satuan kerja yang berada di lingkungan BPSDMP.
Untuk mencapai target tersebut, BPSDMP membutuhkan dukungan BSN dalam bentuk pertukaran pengalaman, konsultasi teknis, advokasi, dan pendampingan.
Djatmiko menilai pengalaman dan keahlian BSN dalam bidang standardisasi diperlukan untuk membantu mempersiapkan penerapan sistem manajemen secara lebih terstruktur.
"Untuk itu, kami di BPSDMP ingin mendapatkan dukungan, baik berupa sharing experience, bahkan juga pendampingan dari teman-teman BSN," ujar Djatmiko.
Menurutnya, peningkatan mutu pelayanan tidak hanya ditujukan untuk memperbaiki kinerja internal organisasi, tetapi juga mendukung penyelenggaraan pendidikan dan pengembangan kompetensi SDM perdagangan.
Dengan penerapan standar internasional, BPSDMP diharapkan mampu menjalankan program pendidikan dan pengembangan keterampilan secara lebih profesional sesuai kebutuhan sektor perdagangan.
BSN Dukung Sistem Manajemen Terintegrasi di Lingkungan Kemendag
Kepala BSN, Donny Purnomo Januardhi Effyandono, menyampaikan dukungannya terhadap rencana BPSDMP menerapkan sistem manajemen mutu terintegrasi.
Menurut Donny, pengintegrasian berbagai standar manajemen dapat membantu organisasi menyelaraskan proses pengelolaan mutu yang sebelumnya berpotensi berjalan secara terpisah.
Penerapan sistem terintegrasi juga dinilai dapat membantu menyelaraskan pelaksanaan audit dan sertifikasi dengan mekanisme pengelolaan organisasi secara menyeluruh.
Donny menyoroti bahwa sertifikasi terkadang masih dipandang sebagai kegiatan tersendiri yang tidak menjadi bagian dari sistem manajemen organisasi.
Melalui pendekatan terintegrasi, penerapan standar diharapkan tidak hanya berorientasi pada perolehan sertifikat, tetapi juga menjadi bagian dari proses peningkatan mutu secara berkelanjutan.
"Kami sangat mendukung apabila teman-teman di BPSDMP akan menerapkan sistem manajemen mutu terintegrasi. Karena selama ini kadang-kadang sertifikasi itu dipandang sebagai sesuatu yang terpisah dari sistem," ucapnya.
Donny menjelaskan bahwa penguatan sistem manajemen dapat membantu organisasi meningkatkan efektivitas pengelolaan sekaligus memperkuat konsistensi kualitas pelayanan.
Dalam konteks BPSDMP, penerapan standar tersebut diharapkan mendukung pengelolaan pendidikan dan pengembangan kompetensi tenaga kerja di sektor perdagangan.
BSN Tekankan Pentingnya Mutu Produk untuk Tembus Pasar Ekspor
Selain membahas penerapan sistem manajemen, Donny menekankan pentingnya peningkatan mutu produk nasional dalam mendukung pertumbuhan perdagangan internasional.
Menurutnya, kualitas produk menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemampuan barang produksi dalam negeri untuk memasuki pasar ekspor.
Produk yang dipasarkan ke luar negeri harus mampu memenuhi standar dan persyaratan yang ditetapkan oleh negara maupun pasar tujuan.
Karena itu, pengembangan mutu produk nasional perlu menjadi perhatian dalam upaya memperluas akses pasar ekspor Indonesia.
Donny menjelaskan bahwa peningkatan mutu tidak hanya berkaitan dengan proses produksi, tetapi juga kemampuan mengembangkan kualitas barang agar memiliki daya saing di pasar internasional.
"Karena kan ketika kita berbicara perdagangan, ekspor, kita butuh pengembangan mutu. Dan pasti kita akan butuh bagaimana kita bisa merekayasa mutu produk-produk dalam negeri kita untuk bisa menembus pasar ekspor," ujarnya.
Menurutnya, penguatan standardisasi memiliki hubungan dengan kemampuan produk nasional memenuhi persyaratan perdagangan internasional.
Peningkatan kualitas produk juga membutuhkan dukungan sistem pengelolaan yang baik serta tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri dan perdagangan.
Melalui kerja sama dengan BPSDMP, BSN diharapkan dapat mendukung penguatan mutu organisasi sekaligus pengembangan SDM yang berperan dalam peningkatan daya saing produk nasional.
Mendag Budi Santoso Sebut Kompetensi SDM Jadi Kunci Peningkatan Ekspor
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyambut baik kerja sama antara BPSDMP dan BSN sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi SDM di lingkungan Kementerian Perdagangan.
Budi menegaskan bahwa peningkatan kualitas tenaga kerja memiliki peran penting dalam mendukung pencapaian target ekspor nasional.
Menurutnya, kemampuan Indonesia menghasilkan produk yang dapat bersaing di pasar internasional tidak hanya ditentukan oleh kualitas barang, tetapi juga kompetensi tenaga kerja yang terlibat dalam proses produksi dan perdagangan.
SDM yang memiliki kemampuan dan keterampilan memadai dinilai menjadi salah satu faktor pendukung dalam menghasilkan produk yang mampu memenuhi kebutuhan pasar ekspor.
"Karena kita tujuannya meningkatkan ekspor, kalau SDM-nya tidak berkompetensi ya barang-barang juga tidak bisa ekspor," kata Budi.
Budi menilai penguatan kompetensi SDM perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas produk agar upaya memperluas pasar ekspor dapat terlaksana secara optimal.
Kerja sama antara BPSDMP dan BSN diharapkan dapat memperkuat hubungan antara pengembangan keterampilan tenaga kerja, penerapan sistem manajemen berstandar internasional, dan peningkatan mutu produk dalam negeri.
Kerja Sama BPSDMP dan BSN Diharapkan Tingkatkan Profesionalisme Pelayanan
Melalui kesepakatan tersebut, BPSDMP akan memanfaatkan dukungan BSN untuk memperkuat pengelolaan organisasi dan meningkatkan kualitas pelayanan di lingkungan Kementerian Perdagangan.
Penerapan ISO 9001, ISO 21001, dan ISO 37001 menjadi target penguatan tata kelola yang mencakup sistem manajemen mutu, pengelolaan organisasi pendidikan, serta pencegahan penyuapan.
Dukungan berupa konsultasi, pertukaran pengalaman, dan pendampingan diharapkan dapat membantu BPSDMP mempersiapkan penerapan standar internasional secara lebih baik.
Selain memperkuat sistem pelayanan, kerja sama tersebut juga diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan program pengembangan kompetensi SDM perdagangan.
Peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi salah satu bagian dari upaya Kemendag dalam mendorong produk nasional agar mampu memenuhi standar dan kebutuhan pasar internasional.
Kerja sama BPSDMP dan BSN diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme pelayanan, memperkuat integritas organisasi, serta mendukung pengembangan SDM perdagangan yang mampu berkontribusi terhadap peningkatan ekspor Indonesia.
- Penulis :
- Shila Glorya




