HOME  ⁄  Nasional

Fadli Zon Perkuat Diplomasi Budaya Indonesia-Pasifik Lewat IPCC 2026 untuk Lindungi Warisan Budaya

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Fadli Zon Perkuat Diplomasi Budaya Indonesia-Pasifik Lewat IPCC 2026 untuk Lindungi Warisan Budaya
Foto: Menteri Kebudayaan Fadli Zon berbicara dalam acara Indonesia-Pacific Cultural Connect (IPCC) 2026 di Yogyakarta pada Rabu 14/10/2026 (sumber: Kementerian Kebudayaan)

Pantau - Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat diplomasi budaya dan membangun kemitraan jangka panjang dengan negara-negara di kawasan Pasifik melalui penyelenggaraan Indonesia–Pacific Cultural Connect (IPCC) 2026.

Komitmen tersebut disampaikan Fadli Zon dalam seminar bertajuk "Beyond Cultural Exchange" yang berlangsung di Yogyakarta sebagai bagian dari rangkaian kegiatan IPCC 2026.

Berdasarkan siaran pers Kementerian Kebudayaan yang dikutip di Jakarta pada Jumat, Fadli Zon menekankan pentingnya kerja sama kebudayaan yang berkelanjutan untuk menghadapi berbagai tantangan, termasuk ancaman perubahan iklim terhadap warisan budaya masyarakat Pasifik.

Menurutnya, kenaikan permukaan air laut di kawasan Pasifik Barat Daya dan berbagai dampak perubahan iklim berpotensi mengancam situs warisan budaya dunia, tradisi masyarakat, hingga keberlangsungan komunitas lokal.

"Bagi masyarakat Kepulauan Pasifik, warisan budaya, keberlanjutan lingkungan, dan ketahanan komunitas saling terhubung satu sama lain. Ancaman-ancaman ini dapat menyebabkan kehilangan tradisi, budaya, situs-situs sakral, dan keberlangsungan komunitas," kata Fadli Zon.

Ia menjelaskan bahwa warisan budaya masyarakat Kepulauan Pasifik memiliki keterkaitan erat dengan kelestarian lingkungan dan ketahanan komunitas sehingga perubahan iklim tidak hanya menimbulkan persoalan ekologis, tetapi juga mengancam kehidupan sosial dan budaya.

Fadli Zon Dorong Kerja Sama Perlindungan Warisan Budaya Pasifik

Menghadapi ancaman tersebut, Fadli Zon menyerukan peningkatan kerja sama antarnegara di kawasan Pasifik dalam bidang penelitian, dokumentasi warisan budaya, serta pewarisan pengetahuan kepada generasi berikutnya.

"Oleh karena itu, kami turut menyerukan kerja sama dalam penelitian, dokumentasi, dan transmisi pengetahuan antargenerasi di kawasan Pasifik," ia menambahkan.

Fadli Zon menegaskan bahwa kebudayaan harus ditempatkan sebagai salah satu instrumen strategis untuk mempererat hubungan diplomatik sekaligus meningkatkan kerja sama internasional antara Indonesia dan negara-negara mitra.

Menurutnya, Indonesia dan negara-negara Pasifik memiliki peluang besar untuk membangun sinergi kebudayaan melalui berbagai program kolaboratif yang melibatkan seniman, pelaku budaya, dan komunitas kreatif.

Salah satu bentuk kerja sama yang dapat dikembangkan adalah program residensi seniman antarnegara yang memungkinkan para pelaku seni saling bertukar pengetahuan, mempelajari tradisi, dan menghasilkan karya bersama.

"Program residensi seniman antarnegara membawa keragaman tradisi melalui proses belajar bersama dan penciptaan karya seni kolaboratif. Inilah transisi nyata yang menjadi tujuan bersama, di mana perjumpaan budaya menjadi jejaring budaya yang berkelanjutan," jelas Fadli Zon.

Melalui program tersebut, pertukaran budaya diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pertemuan antarnegara, tetapi berkembang menjadi jejaring kolaborasi yang berkelanjutan.

Indonesia Siap Jadi Jembatan Diplomasi Budaya Internasional Melalui UNESCO

Dalam upaya memperkuat diplomasi kebudayaan, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia terus mendorong pengembangan jaringan kerja sama dengan berbagai negara, khususnya di kawasan Pasifik.

Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan jejaring budaya, pelaksanaan program pewarisan pengetahuan antargenerasi, serta peningkatan kapasitas para pelaku dan pengelola kebudayaan.

Kementerian Kebudayaan juga berupaya memperluas kolaborasi dalam sektor industri kreatif dan meningkatkan kerja sama internasional untuk mendukung pengembangan kebudayaan secara berkelanjutan.

Selain melalui IPCC 2026, Indonesia menyatakan kesiapan untuk mengambil peran lebih besar dalam memperkuat dialog kebudayaan internasional melalui keanggotaannya dalam Komite Antar-Pemerintah UNESCO untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda periode 2026–2030.

Dalam komite tersebut, Indonesia mewakili Kelompok Asia-Pasifik dan siap menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai kepentingan, gagasan, serta inisiatif kerja sama kebudayaan di tingkat internasional.

Keikutsertaan Indonesia dalam komite UNESCO tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kerja sama internasional dalam perlindungan dan pelestarian warisan budaya takbenda.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026