
Pantau - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengerahkan sedikitnya 406 personel Korps Brigade Mobil (Brimob) serta tambahan kendaraan Armored Water Cannon (AWC) dari sejumlah daerah untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah.
Penambahan personel dan peralatan tersebut dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan wilayah yang membutuhkan penanganan kebakaran secara intensif.
Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Johnny Eddizon Isir, mengatakan pengerahan personel dan sarana pendukung merupakan langkah Polri dalam memperkuat kemampuan operasional petugas di lapangan.
"Polri mengerahkan personel dan sarana pendukung dari berbagai satuan kewilayahan untuk membantu penanganan karhutla sesuai kebutuhan di lapangan. Dukungan ini diharapkan dapat mempercepat upaya pemadaman, meningkatkan kesiapsiagaan, serta meminimalkan dampak kebakaran terhadap masyarakat dan lingkungan," ujar Johnny.
Brimob Lampung Kirim Enam Personel dan Dua Kendaraan Water Cannon ke Sumsel
Satuan Brimob Polda Lampung memberangkatkan enam personel beserta dua unit kendaraan Armored Water Cannon (AWC) untuk membantu penanganan karhutla di wilayah hukum Polda Sumatera Selatan pada Sabtu (17/10/2026).
Pengerahan tersebut dilakukan melalui mekanisme bantuan kendali operasi (BKO) guna memperkuat dukungan personel dan peralatan pemadaman kebakaran.
Dari enam personel yang diberangkatkan, empat orang ditugaskan sebagai operator kendaraan AWC, sedangkan dua personel lainnya bertugas sebagai pengemudi.
Dua kendaraan AWC tersebut menjadi tambahan sarana operasional yang dapat digunakan untuk mendukung petugas dalam menangani kebakaran di lapangan.
Sebelumnya, Polri juga telah mengirimkan 200 personel tambahan dari Pasukan Brimob I Korbrimob Polri ke Sumatera Selatan pada Kamis (15/10/2026).
Ratusan personel tersebut ditugaskan untuk memperkuat penanganan karhutla di sejumlah wilayah Sumatera Selatan yang membutuhkan tambahan tenaga operasional.
Dengan pengerahan terbaru dari Polda Lampung, jumlah personel tambahan Brimob yang dikirimkan ke Sumatera Selatan melalui dua penugasan tersebut mencapai 206 orang.
Sebanyak 200 Personel Brimob NTB Dikerahkan ke Kalimantan Tengah
Selain memperkuat penanganan karhutla di Sumatera Selatan, Polri juga mengerahkan personel Brimob dari Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk membantu pemadaman kebakaran di Kalimantan Tengah.
Sebanyak 200 personel Brimob Polda NTB diberangkatkan pada Jumat (16/10/2026) guna mendukung operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.
Pengerahan personel dari NTB merupakan bagian dari dukungan lintas daerah yang dilakukan Polri untuk memperkuat kesiapsiagaan dan kemampuan penanganan karhutla.
Berdasarkan tiga pengerahan pada 15 hingga 17 Oktober 2026, Polri telah menambah sedikitnya 406 personel Brimob untuk membantu penanganan karhutla di Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah.
Polri memastikan penempatan personel, penggunaan peralatan, serta pelaksanaan tugas akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing wilayah terdampak.
Penyesuaian tersebut dilakukan agar tambahan kekuatan personel dan sarana operasional dapat dimanfaatkan secara efektif dalam mempercepat proses pemadaman kebakaran.
Dukungan lintas satuan dan lintas daerah ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan petugas sekaligus mencegah penyebaran kebakaran ke wilayah lainnya.
Polri Ingatkan Masyarakat Tidak Membuka Lahan dengan Membakar
Di tengah penguatan operasi penanganan karhutla, Polri mengimbau masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
Praktik pembakaran lahan berpotensi memicu kebakaran yang dapat meluas dan menimbulkan dampak terhadap lingkungan maupun aktivitas masyarakat.
Polri juga meminta masyarakat segera melaporkan setiap kemunculan titik api kepada petugas berwenang agar penanganan dapat dilakukan sejak dini.
Pelaporan cepat dinilai penting untuk membantu petugas mengambil langkah pemadaman sebelum kebakaran berkembang dan menjangkau kawasan yang lebih luas.
Selain itu, Polri menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi dan keterlibatan masyarakat dalam mendeteksi potensi kebakaran hutan dan lahan.
Melalui penambahan personel, penguatan peralatan operasional, serta partisipasi masyarakat, Polri berharap penanganan karhutla di Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.
- Penulis :
- Arian Mesa




