
Pantau - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan pemerintah meningkatkan bantuan revitalisasi sekolah di Kalimantan Barat (Kalbar) dari 343 satuan pendidikan pada 2025 menjadi 943 satuan pendidikan pada 2026 dengan total nilai pembangunan mencapai Rp848,68 miliar.
Peningkatan jumlah sekolah penerima bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperbaiki fasilitas pendidikan serta meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pembangunan dan rehabilitasi sarana dan prasarana sekolah.
Abdul Mu’ti menyampaikan hal tersebut saat melakukan peninjauan ke SD Negeri 39 Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada Sabtu.
Pada 2025, pemerintah telah memberikan bantuan revitalisasi kepada 343 sekolah di Kalimantan Barat dengan total anggaran sebesar Rp424.189.139.000 atau sekitar Rp424,19 miliar.
Pelaksanaan program revitalisasi sekolah di Kalimantan Barat pada tahun tersebut turut melibatkan sebanyak 7.064 tenaga kerja.
Anggaran Revitalisasi Sekolah di Kalbar Meningkat Jadi Rp848,68 Miliar
Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa peningkatan jumlah sekolah penerima bantuan pada 2026 menjadi 943 satuan pendidikan juga diikuti kenaikan nilai pembangunan hingga mencapai Rp848,68 miliar.
Seluruh sekolah penerima bantuan revitalisasi tersebut telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) sebagai salah satu tahapan pelaksanaan program.
Dari total nilai pembangunan sebesar Rp848,68 miliar, pemerintah telah menyalurkan dana sekitar Rp667,07 miliar untuk mendukung pelaksanaan revitalisasi sekolah di Kalimantan Barat.
Peningkatan jumlah penerima bantuan juga terjadi di Kabupaten Kubu Raya, yakni dari 34 sekolah pada 2025 menjadi 89 sekolah pada 2026 atau bertambah sebanyak 55 sekolah.
Sementara itu, di Kota Pontianak, jumlah sekolah penerima bantuan revitalisasi meningkat dari 17 sekolah pada 2025 menjadi 46 sekolah pada 2026 atau bertambah sebanyak 29 sekolah.
Salah satu sekolah yang memperoleh bantuan revitalisasi adalah SD Negeri 39 Kabupaten Kubu Raya dengan nilai bantuan sekitar Rp2,2 miliar.
Anggaran tersebut digunakan untuk merehabilitasi ruang kelas yang sudah ada sekaligus menambah ruang kelas baru guna mendukung kegiatan belajar mengajar.
Pekerjaan revitalisasi SD Negeri 39 Kabupaten Kubu Raya dilaksanakan melalui sistem swakelola dan ditargetkan selesai pada Desember 2026.
Selain sekolah tersebut, SMA Negeri 7 Pontianak juga menerima bantuan revitalisasi dengan nilai sekitar Rp1,056 miliar.
Pemerintah menargetkan pekerjaan revitalisasi SMA Negeri 7 Pontianak dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan pada 2026.
Pemerintah Targetkan Revitalisasi Lebih dari 90.000 Sekolah Selama 2025–2026
Secara nasional, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan program bantuan revitalisasi menjangkau sebanyak 71.744 satuan pendidikan pada 2026.
Target tersebut berpeluang meningkat menjadi sekitar 77.000 satuan pendidikan setelah adanya efisiensi anggaran yang memungkinkan penambahan lebih dari 6.000 sekolah penerima bantuan.
Sebelumnya, pada 2025, pemerintah telah melaksanakan program bantuan revitalisasi terhadap 16.167 satuan pendidikan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa apabila target peningkatan penerima bantuan pada 2026 dapat tercapai, jumlah satuan pendidikan yang direvitalisasi selama periode 2025–2026 akan melampaui 90.000 sekolah.
Program revitalisasi tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperbaiki kondisi sarana dan prasarana pendidikan agar sekolah memiliki fasilitas yang lebih memadai untuk menunjang proses pembelajaran.
Abdul Mu’ti juga menegaskan bahwa program revitalisasi sekolah merupakan wujud komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional melalui perbaikan kualitas fasilitas sekolah serta dukungan terhadap proses pembelajaran yang lebih baik.
- Penulis :
- Arian Mesa




