
Pantau - Pertamina Patra Niaga menghadirkan Rumah Anak Pesisir (RASI) sebagai ruang pendidikan nonformal bagi anak-anak di Kota Bitung, Sulawesi Utara, yang sejak 2023 telah memberikan manfaat kepada lebih dari 145 anak melalui pembelajaran kreatif dan kegiatan pelestarian lingkungan.
Program tersebut dijalankan melalui Integrated Terminal (IT) Bitung dengan melibatkan kelompok masyarakat binaan, relawan, dan sejumlah pemangku kepentingan setempat.
RASI menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina Patra Niaga yang bertujuan meningkatkan akses pendidikan sekaligus menumbuhkan kepedulian anak terhadap lingkungan pesisir.
Area Manager Communication Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan program tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak-anak.
"Ini merupakan sebuah ruang pendidikan nonformal yang diinisiasi oleh Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Integrated Terminal (IT) Bitung bersama kelompok masyarakat binaan, relawan, dan berbagai pemangku kepentingan lokal," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).
Rumah Anak Pesisir Bitung Bina Lebih dari 145 Anak Sejak 2023
RASI berlokasi di kawasan Permukiman Candi, Lingkungan III, Kelurahan Bitung Barat 1, Kota Bitung, Sulawesi Utara.
Sejak mulai berjalan pada 2023, program tersebut telah menjadi tempat belajar dan mengembangkan kreativitas bagi lebih dari 145 anak di kawasan pesisir.
Lilik menjelaskan bahwa kegiatan pendidikan di RASI tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga membangun kesadaran anak mengenai pentingnya menjaga lingkungan tempat tinggal mereka.
Menurutnya, kawasan pesisir memiliki nilai penting sebagai sumber kehidupan sekaligus bagian dari identitas masyarakat setempat.
"Kami ingin anak-anak memahami bahwa pesisir bukan sekadar tempat tinggal, tetapi bagian dari kehidupan dan masa depan mereka," ujarnya.
Lilik berharap anak-anak yang mengikuti program RASI dapat tumbuh menjadi generasi yang peduli terhadap lingkungan dan mampu memberikan perubahan positif bagi masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya memperkenalkan nilai lingkungan kepada anak-anak sejak usia dini.
"Pesisir bukan sekadar tempat mereka tinggal. Pesisir adalah bagian dari identitas, sumber kehidupan, sekaligus warisan yang perlu dijaga," kata dia.
Pertamina Terapkan Pembelajaran Berbasis Pengalaman
Dalam pelaksanaannya, RASI menggunakan pendekatan experiential learning atau pembelajaran berbasis pengalaman langsung.
Melalui metode tersebut, anak-anak tidak hanya menerima materi di ruang belajar, tetapi juga mengikuti berbagai aktivitas yang melibatkan pengamatan, praktik, dan interaksi dengan lingkungan.
Pendekatan ini diterapkan agar peserta dapat memahami materi melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.
Selama berjalan, RASI telah menyelenggarakan lebih dari 20 rangkaian kegiatan pendidikan dan pengembangan kreativitas anak.
Sejumlah kegiatan yang telah dilaksanakan meliputi:
- Festival Anak Pesisir.
- Misi Pelestarian Pesisir.
- Pengembangan metode pembelajaran bagi pengajar dan tutor.
- Kegiatan prakarya anak pesisir.
- Permainan dan perlombaan edukatif.
- Peringatan hari besar melalui kegiatan bersama.
Seluruh kegiatan tersebut dirancang untuk mendukung perkembangan anak sekaligus memperkuat kepedulian terhadap kelestarian kawasan pesisir.
Lilik mengatakan keberhasilan program pemberdayaan masyarakat tidak hanya dinilai berdasarkan banyaknya kegiatan yang diselenggarakan.
"Bagi Pertamina, keberlanjutan program tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan yang terlaksana, tetapi juga dari bagaimana program mampu menciptakan perubahan di tengah masyarakat," ujar Lilik.
Relawan dan Masyarakat Terlibat dalam Pendidikan Anak Pesisir
Pelaksanaan RASI melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari relawan, pengajar, kelompok binaan, hingga warga sekitar.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan pendidikan nonformal dapat terus berjalan.
Pertamina Patra Niaga melalui IT Bitung turut bekerja sama dengan pemangku kepentingan lokal untuk mendukung pengembangan kegiatan belajar.
Keterlibatan masyarakat juga memungkinkan materi pembelajaran disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan anak-anak di kawasan pesisir.
Lilik menilai pendidikan menjadi salah satu fondasi penting dalam mempersiapkan generasi muda yang memiliki kemampuan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui RASI, Pertamina berharap anak-anak pesisir tidak hanya memiliki cita-cita, tetapi juga mampu menjaga lingkungan tempat mereka tumbuh.
Rumah Cinta Kasih Dorong Pendidikan Lingkungan Lewat Kegiatan Kreatif
Pendiri Rumah Cinta Kasih, Jesiska Christi Sarempa, mengatakan proses pembelajaran anak perlu dilakukan melalui pendekatan yang menyenangkan dan mudah dipahami.
Menurutnya, kegiatan seperti eksplorasi lingkungan, permainan edukatif, prakarya, dan praktik langsung dapat membantu anak memahami pentingnya menjaga kawasan pesisir.
Metode tersebut diharapkan mampu menjadikan pendidikan lingkungan sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari.
Jesiska menilai perubahan positif dapat dimulai melalui kegiatan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
"Perubahan tidak melulu mulai dari sesuatu yang besar, namun hal-hal kecil yang kita mulai dengan niat baik dan cinta yang besar bisa membawa energi kebaikan yang lebih banyak lagi," kata Jesiska.
Melalui kerja sama antara perusahaan, relawan, dan masyarakat, RASI diharapkan terus menjadi ruang pendidikan yang mendukung perkembangan anak-anak pesisir Bitung.
Program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kesadaran generasi muda mengenai pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari kehidupan dan masa depan mereka.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




