HOME  ⁄  Nasional

Pemkab Bekasi Apresiasi Revitalisasi 94 Sekolah pada 2025–2026, Anggaran 2025 Capai Rp37,06 Miliar

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Pemkab Bekasi Apresiasi Revitalisasi 94 Sekolah pada 2025–2026, Anggaran 2025 Capai Rp37,06 Miliar
Foto: Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menghadiri open house SDN Bojongsari 04 di Kecamatan Kedungwaringin setelah tuntas pekerjaan revitalisasi, Sabtu 17/10/2026 (sumber: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah)

Pantau - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Jawa Barat, mengapresiasi program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat yang menjangkau 94 sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) sepanjang 2025–2026 guna meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa.

Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menyampaikan apresiasi tersebut saat menghadiri kegiatan open house SDN Bojongsari 04 yang telah menerima bantuan revitalisasi sekolah pada Sabtu (17/10).

Asep menilai program revitalisasi dari pemerintah pusat memberikan manfaat besar bagi dunia pendidikan di Kabupaten Bekasi, terutama di tengah keterbatasan kemampuan fiskal daerah untuk memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan fasilitas sekolah.

"Terima kasih Pak Presiden atas bantuan revitalisasi sekolah yang semakin menunjang terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi para siswa," kata Asep Surya Atmaja.

Menurutnya, peningkatan kualitas bangunan dan fasilitas pendidikan menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar serta memberikan kenyamanan bagi siswa dan tenaga pendidik.

Asep juga mengingatkan seluruh warga sekolah agar menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal dalam jangka panjang.

Sebanyak 94 Sekolah di Kabupaten Bekasi Terima Bantuan Revitalisasi pada 2025–2026

Berdasarkan data yang disampaikan Asep, sebanyak 35 sekolah dasar negeri di Kabupaten Bekasi menerima bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat sepanjang 2025 dengan total alokasi anggaran mencapai Rp20,82 miliar.

Pada tahun yang sama, bantuan revitalisasi juga diberikan kepada 18 SMP dengan total pagu anggaran sebesar Rp16,24 miliar.

Dengan demikian, program revitalisasi sekolah pada 2025 menjangkau 53 SD dan SMP di Kabupaten Bekasi dengan total alokasi anggaran mencapai Rp37,06 miliar.

Program tersebut kembali dilanjutkan pada 2026 dengan jumlah penerima bantuan sebanyak 21 sekolah dasar dan 20 SMP.

Dari 21 sekolah dasar penerima bantuan revitalisasi pada 2026, sebanyak sembilan sekolah telah melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan pagu anggaran sebesar Rp9,5 miliar.

Sementara itu, sebanyak 20 SMP tercatat sebagai penerima bantuan revitalisasi pada 2026 dengan alokasi anggaran mencapai Rp18,27 miliar.

Berdasarkan jumlah penerima bantuan tersebut, program revitalisasi pada 2025 dan 2026 secara keseluruhan mencakup 94 sekolah dari jenjang SD hingga SMP di Kabupaten Bekasi.

Asep menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat atas perhatian yang diberikan terhadap pembangunan fasilitas pendidikan di wilayahnya.

"Saya selaku Plt. Bupati bersama masyarakat Kabupaten Bekasi dan jajaran pendidikan mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia yang telah memperhatikan pendidikan di Kabupaten Bekasi," katanya.

Plt. Bupati Bekasi Minta Fasilitas Sekolah Hasil Revitalisasi Dirawat

Asep menegaskan bahwa keberhasilan program revitalisasi tidak hanya diukur dari pembangunan fisik berupa ruang kelas maupun fasilitas pendidikan lainnya.

Menurutnya, peningkatan kualitas sarana dan prasarana juga harus memberikan dampak terhadap mutu pembelajaran dan semangat siswa dalam menuntut ilmu.

Lingkungan sekolah yang lebih baik diharapkan mampu mendukung perkembangan kemampuan akademik sekaligus pembentukan karakter peserta didik.

Asep mengingatkan bahwa sekolah merupakan tempat penting bagi anak-anak untuk tumbuh, belajar, dan mengembangkan potensi mereka secara optimal.

Karena itu, seluruh warga sekolah diminta memiliki kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam menjaga hasil pembangunan yang telah disediakan pemerintah.

Perawatan fasilitas pendidikan dinilai penting agar bangunan sekolah tetap dalam kondisi baik dan dapat digunakan secara berkelanjutan.

Dinas Pendidikan Bekasi Tekankan Pentingnya Menjaga Bangunan Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Imam Faturochman turut menekankan pentingnya ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai dalam menciptakan budaya sekolah yang aman dan nyaman.

Imam menjelaskan bahwa fasilitas pendidikan yang telah dibangun harus didukung kesadaran seluruh warga sekolah untuk menjaga kebersihan, keamanan, dan kelayakan bangunan.

Ia meminta kepala sekolah, guru, dan siswa berperan aktif dalam merawat fasilitas hasil revitalisasi agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

"Seluruh warga sekolah supaya merawat fasilitas hasil revitalisasi ini agar dapat digunakan secara optimal dalam mendukung proses pembelajaran. Mohon bangunan ini dijaga dengan baik para guru maupun siswa," ucap Imam.

Menurutnya, tanggung jawab menjaga fasilitas pendidikan tidak hanya berada pada pemerintah, tetapi juga seluruh pihak yang menggunakan sarana tersebut setiap hari.

Dengan perawatan yang baik, bangunan dan fasilitas hasil revitalisasi diharapkan dapat terus menunjang kegiatan pembelajaran secara optimal.

SDN Bojongsari 04 Dapat Tiga Ruang Kelas Baru, Sekolah Usulkan Lapangan dan Panggung Seni

Sementara itu, Plt. Kepala SDN Bojongsari 04 Amih Suarsih menyampaikan apresiasi atas kehadiran Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja dalam kegiatan open house sekolah tersebut.

Amih menjelaskan bahwa SDN Bojongsari 04 telah mendapatkan bantuan pembangunan tiga ruang kelas baru melalui program revitalisasi dari pemerintah pusat.

Pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan kenyamanan fasilitas pembelajaran bagi siswa.

Meski telah memperoleh tambahan ruang kelas, pihak sekolah masih membutuhkan sejumlah fasilitas pendukung untuk menunjang kegiatan siswa di luar pembelajaran akademik.

Beberapa kebutuhan yang disampaikan antara lain pembangunan lapangan dan panggung seni yang dapat digunakan untuk kegiatan olahraga, kreativitas, serta pengembangan bakat peserta didik.

Amih mengatakan bahwa kunjungan Plt. Bupati Bekasi memberikan kesempatan kepada pihak sekolah untuk menyampaikan aspirasi secara langsung mengenai kebutuhan fasilitas tersebut.

"Mengenai open house ini, ada tiga ruang kelas baru yang dibangun pemerintah pusat. Dengan kehadiran Pak Bupati, kami jadi bisa menyampaikan aspirasi menyangkut sejumlah kebutuhan pendukung seperti lapangan dan panggung seni. Harapannya, apa yang sudah kami sampaikan tadi, semoga bisa direalisasikan tahun depan," kata Amih.

Pihak sekolah berharap usulan pembangunan fasilitas pendukung tersebut dapat memperoleh perhatian pemerintah daerah dan direalisasikan pada tahun berikutnya.

Kegiatan open house SDN Bojongsari 04 juga menjadi kesempatan bagi Pemkab Bekasi untuk melihat langsung hasil revitalisasi sekaligus mendengarkan kebutuhan pendidikan yang masih dihadapi sekolah.

Melalui program revitalisasi yang terus berjalan, Pemkab Bekasi berharap peningkatan fasilitas pendidikan dapat diikuti dengan penguatan kualitas pembelajaran, kedisiplinan warga sekolah, serta terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan siswa.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026