
Pantau - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau masyarakat Kota Malang tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan atau panic buying karena pasokan telah ditingkatkan dari 340 kiloliter menjadi 407 kiloliter per hari untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Khofifah memastikan ketersediaan BBM di wilayah tersebut masih aman setelah Pertamina meningkatkan distribusi menyusul kenaikan permintaan bahan bakar.
Imbauan itu disampaikan Khofifah seusai membagikan kupon BBM gratis kepada pengemudi ojek daring di SPBU Jalan Ciliwung, Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (17/10/2026) malam.
"Sebetulnya SPBU di sini ini suplainya sudah melebihi kuota yang dicatatkan. Hindari panic buying," kata Khofifah.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga terus berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar di Kota Malang dan wilayah Malang Raya.
Pertamina Tingkatkan Pasokan BBM Kota Malang dari 340 Menjadi 407 Kiloliter
Sales Area Manager Ritel Pertamina Malang, Angga Y Putra, menjelaskan bahwa perusahaan telah menambah pasokan BBM untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat.
Sebelumnya, pasokan BBM untuk Kota Malang berada pada angka 340 kiloliter per hari.
Jumlah tersebut kemudian dinaikkan menjadi 407 kiloliter per hari atau sekitar 120 persen dari pasokan sebelumnya.
Penambahan distribusi dilakukan karena Kota Malang menjadi wilayah dengan kebutuhan BBM paling tinggi di kawasan tersebut.
"Kebutuhan paling tinggi ada di Kota Malang. Ditingkatkannya sekitar 120 persen dari kebutuhan yang tersedia," ucap Angga.
Dengan penambahan tersebut, Pertamina berupaya memastikan kebutuhan bahan bakar masyarakat tetap dapat terpenuhi.
Khofifah Pastikan Kebutuhan Pertalite dan Solar Tetap Terpenuhi
Khofifah menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memantau ketersediaan BBM, khususnya jenis Pertalite dan solar yang dibutuhkan masyarakat.
Pemantauan dilakukan melalui koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga untuk mengetahui kondisi pasokan dan distribusi di lapangan.
"Intinya adalah yang memang membutuhkan solar jangan sampai tidak terpenuhi, yang membutuhkan pertalite jangan sampai tidak terpenuhi," ujarnya.
Menurut Khofifah, pemerintah harus memastikan masyarakat tetap memperoleh akses terhadap bahan bakar sesuai kebutuhan.
Ia juga meminta agar peningkatan permintaan di SPBU segera ditindaklanjuti melalui penyesuaian distribusi apabila diperlukan.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran aktivitas masyarakat yang bergantung pada ketersediaan BBM.
Antrean SPBU di Malang Jadi Perhatian, Distribusi BBM Akan Dievaluasi
Khofifah menyampaikan bahwa antrean kendaraan di sejumlah SPBU perlu menjadi perhatian Pertamina dalam menentukan pola distribusi bahan bakar.
Menurutnya, Kota Malang memiliki aktivitas kendaraan bermotor yang tinggi karena menjadi salah satu pusat pendidikan dan pariwisata di Jawa Timur.
Kondisi tersebut dapat memengaruhi kebutuhan BBM, terutama pada waktu tertentu ketika aktivitas masyarakat meningkat.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur meminta Pertamina melakukan evaluasi apabila ditemukan kebutuhan bahan bakar yang melebihi pasokan harian.
"Jadi kalau ada kebutuhan yang pada saat tertentu ternyata memang harus dipenuhi dengan suplai melebihi kapasitas harian harus dikomunikasikan secara detail," ujarnya.
Khofifah menekankan pentingnya komunikasi antara pemerintah daerah dan Pertamina agar penyesuaian distribusi dapat dilakukan sesuai kebutuhan.
Pemprov Jawa Timur Gandeng Polisi Cegah Kecurangan Distribusi BBM
Selain memastikan pasokan mencukupi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengantisipasi penyalahgunaan distribusi bahan bakar.
Pengawasan tersebut dilakukan guna mencegah tindakan curang oleh pihak tidak bertanggung jawab yang berpotensi menyebabkan kelangkaan BBM.
Khofifah memastikan pemantauan tidak hanya dilakukan di Kota Malang, tetapi juga mencakup wilayah lain dalam kawasan Malang Raya.
Pemerintah daerah bersama Pertamina akan terus memperhatikan perkembangan permintaan dan ketersediaan bahan bakar di SPBU.
Dengan peningkatan pasokan menjadi 407 kiloliter per hari, masyarakat Kota Malang diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
- Penulis :
- Gerry Eka




