HOME  ⁄  Nasional

Jembatan Krueng Pelang di Aceh Tengah Rampung 60 Persen, Pemerintah Targetkan Beroperasi Akhir November 2026

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Jembatan Krueng Pelang di Aceh Tengah Rampung 60 Persen, Pemerintah Targetkan Beroperasi Akhir November 2026
Foto: Pekerja merangkai rangka baja jembatan Krueng Pelang di Desa Pelang, Kecamatan Silih Nara, Aceh Tengah, Aceh, Sabtu (17/10/2026).

Pantau - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh mempercepat pembangunan kembali Jembatan Krueng Pelang di Kabupaten Aceh Tengah yang rusak akibat bencana hidrometeorologi pada 25 November 2025, dengan progres konstruksi mencapai 60 persen dan ditargetkan dapat digunakan masyarakat pada akhir November 2026.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.2 BPJN Aceh, Chandra, mengatakan pembangunan saat ini difokuskan pada pemasangan rangka baja jembatan sepanjang 55 meter.

"Saat ini progres pembangunan jembatan ini telah mencapai 60 persen, ditargetkan dapat difungsikan pada akhir November 2026," kata Chandra di Aceh Tengah, Sabtu (17/10/2026).

Pembangunan jembatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memulihkan akses transportasi masyarakat setelah bencana yang melanda wilayah Aceh pada 2025.

Pemasangan Rangka Baja Jembatan Capai Sembilan Segmen

BPJN Aceh mencatat pemasangan rangka baja Jembatan Krueng Pelang telah mencapai sembilan dari total 11 segmen yang direncanakan.

Chandra menargetkan seluruh segmen rangka baja dapat tersambung pada pekan berikutnya agar pekerjaan bisa dilanjutkan ke tahap pembangunan lantai jembatan.

Setelah pemasangan rangka selesai, pekerjaan dilanjutkan dengan pembesian, pengecoran beton, dan pengaspalan permukaan jembatan.

Seluruh tahapan tersebut harus diselesaikan sebelum jembatan dapat difungsikan kembali untuk kendaraan dan aktivitas masyarakat.

Hujan Deras Hambat Pekerjaan Fondasi dan Penyangga Jembatan

Chandra mengungkapkan bahwa pembangunan Jembatan Krueng Pelang menghadapi kendala akibat perubahan ketinggian muka air sungai.

Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan kondisi aliran sungai berubah sehingga memengaruhi pelaksanaan pekerjaan konstruksi.

Kondisi tersebut terutama menghambat pembangunan fondasi dan abutment atau struktur penyangga pada kedua ujung jembatan.

Selain pembangunan jembatan, BPJN Aceh juga melaksanakan pekerjaan penanganan aliran sungai atau river training di bagian hulu dan hilir.

Progres pekerjaan penanganan aliran sungai tersebut telah mencapai sekitar 30 persen.

Penanganan ini dilakukan untuk mendukung perlindungan infrastruktur jembatan dari pengaruh aliran sungai.

Sebanyak 70 Pekerja Dikerahkan Siang dan Malam

Untuk mengejar target penyelesaian pada akhir November 2026, BPJN Aceh menerapkan sistem kerja dua giliran.

Pekerjaan dilaksanakan pada siang dan malam hari dengan melibatkan sekitar 70 tenaga kerja.

Chandra menjelaskan bahwa pasokan material sebelumnya sempat mengalami kendala selama proses pembangunan.

Namun, distribusi semen, bahan bangunan, dan bahan bakar minyak kini telah kembali lancar.

Kelancaran pasokan tersebut mendukung kelanjutan pekerjaan konstruksi yang sedang berlangsung.

Jembatan Krueng Pelang Hubungkan Silih Nara dan Rusip Antara

Jembatan Krueng Pelang berada di Desa Pelang, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah.

Infrastruktur tersebut menghubungkan Kecamatan Silih Nara dengan Kecamatan Rusip Antara.

Jembatan ini juga merupakan bagian dari ruas jalan penghubung Pameu di Kabupaten Aceh Tengah menuju Geumpang di Kabupaten Pidie.

Pembangunan kembali Jembatan Krueng Pelang menjadi salah satu pekerjaan pemulihan infrastruktur transportasi pascabencana hidrometeorologi di Aceh.

Pemerintah menargetkan jembatan dapat kembali difungsikan pada akhir November 2026 setelah seluruh tahapan konstruksi selesai.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026