
Pantau - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan para pemenang Piala HB Jassin 2026 dalam Malam Anugerah Piala HB Jassin di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Sabtu (17/10/2026), setelah kompetisi sastra tersebut diikuti 14.988 peserta dari berbagai kategori perlombaan.
Pengumuman pemenang menjadi puncak Festival Sastra HB Jassin sekaligus bagian dari rangkaian Festival Pustakarsa 2026.
Ajang tersebut mempertandingkan empat kategori utama, yakni baca puisi, penulisan cerita pendek, kritik sastra, dan musikalisasi puisi tingkat SMA sederajat.
Selain memberikan penghargaan kepada para pemenang kompetisi, penyelenggara menganugerahkan Anugerah Sastra HB Jassin 2026 kepada sastrawan Saini KM atas pengabdiannya selama lebih dari 50 tahun dalam dunia kesusastraan Indonesia.
Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Uus Kuswanto mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem sastra dan memperluas keterlibatan masyarakat dalam kegiatan literasi.
“Kegiatan ini menjadi menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem sastra Indonesia sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam kegiatan literasi dengan menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk mengenal, menikmati, dan mengekspresikan karya sastra," kata Uus di Jakarta, Minggu (18/10/2026).
Daftar Pemenang Piala HB Jassin 2026 dari Empat Kategori
Pada kategori Baca Puisi Tingkat Nasional, Nayla Yuliandri asal Sukabumi berhasil meraih juara pertama.
Posisi kedua ditempati Ersya Nurul Ihza dari Kuningan, sedangkan juara ketiga diraih Lisa Resty Abriani asal Jepara.
Sementara itu, kategori Penulisan Cerpen Tingkat Nasional dimenangkan Kristianus Jimy Pratama dari Jakarta.
Andi Makkaraja asal Bulukumba meraih juara kedua, disusul Praseyo Ari Wahyudi dari Jakarta sebagai juara ketiga.
Untuk kategori Kritik Sastra Tingkat Internasional, juara pertama diraih Yohan Fikri Mu'tashim dari Ponorogo.
Mikael Yudha Erawan asal Jakarta menempati posisi kedua, sedangkan Ridwanul Hakim Authonul Muther dari Malang meraih juara ketiga.
Persaingan juga berlangsung dalam kategori Musikalisasi Puisi SMA wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Grup D'lasvara dari SMAN 89 Jakarta berhasil keluar sebagai juara pertama dalam kategori tersebut.
Juara kedua diraih grup Aksarasa dari SMAN 47 Jakarta, sementara grup Serenata dari SMA Labschool Kebayoran Baru menempati posisi ketiga.
Sebanyak 14.988 Peserta Ikuti Kompetisi Sastra
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta Nasruddin Djoko Surjono mengatakan Piala HB Jassin 2026 diikuti 14.988 peserta, baik perseorangan maupun kelompok.
Jumlah tersebut berasal dari empat kategori perlombaan yang diselenggarakan dalam rangkaian festival.
Kategori Baca Puisi Tingkat Nasional tercatat diikuti sebanyak 3.700 peserta.
Sementara itu, kategori Penulisan Cerpen Tingkat Internasional menjadi perlombaan dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 10.011 orang.
Kategori Penulisan Kritik Sastra Tingkat Internasional diikuti 1.069 peserta.
Adapun lomba Musikalisasi Puisi Tingkat SMA/Sederajat wilayah Jabodetabek diikuti sebanyak 208 grup.
"Beragam kategori ini menunjukkan bahwa sastra dapat berkembang melalui berbagai bentuk ekspresi, mulai dari pembacaan puisi, penulisan cerita pendek, kritik sastra, hingga perpaduan bahasa dan musik dalam pertunjukan," terang Nasruddin.
Menurutnya, keberagaman kategori perlombaan memberikan ruang bagi peserta untuk mengekspresikan kemampuan sastra melalui berbagai bentuk karya.
Pendaftaran Piala HB Jassin Dilakukan Melalui Jaklitera
Nasruddin menjelaskan bahwa proses pendaftaran dan pengiriman karya dalam Piala HB Jassin 2026 dilakukan secara digital melalui platform Jaklitera.
Penggunaan layanan digital tersebut menjadi bagian dari transformasi pelayanan perpustakaan di DKI Jakarta.
Melalui sistem tersebut, masyarakat dapat mengikuti kegiatan literasi dan mengirimkan karya secara daring.
Pemanfaatan teknologi diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap kegiatan kesusastraan.
Piala HB Jassin sendiri merupakan agenda utama dalam Festival Sastra HB Jassin 2026.
Kompetisi tersebut pertama kali diselenggarakan pada 1993 oleh Bengkel Deklamasi sebagai bagian dari upaya pelestarian kesusastraan Indonesia.
Setelah sempat mengalami sejumlah jeda penyelenggaraan, Piala HB Jassin kembali dilaksanakan secara konsisten sejak 2022.
"Setelah melewati sejumlah jeda, ajang ini kembali digelar secara konsisten selama lima tahun berturut-turut, yakni pada 2022 hingga 2026," tutur Nasruddin.
Saini KM Terima Anugerah Sastra HB Jassin 2026
Malam Anugerah Piala HB Jassin 2026 juga menjadi momentum pemberian penghormatan kepada sastrawan Saini KM.
Ia menerima Anugerah Sastra HB Jassin 2026 atas perjalanan panjangnya selama lebih dari 50 tahun berkarya bagi kesusastraan Indonesia.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusinya dalam bidang puisi, drama, prosa, dan kritik sastra.
Saini KM juga dinilai memiliki kontribusi dalam pendidikan serta pembinaan generasi muda di bidang kesusastraan.
Penetapan penerima penghargaan dilakukan melalui penilaian Dewan Kurator yang terdiri atas Melani Budianta, Mustari Irawan, dan Djoko Saryono.
"Penganugerahan ini mempertemukan dua sisi penting dalam perkembangan sastra, yakni penghormatan kepada sastrawan yang sudah menempuh perjalanan panjang berkarya dan pengakuan terhadap generasi baru dalam membangun kiprahnya," imbuh Nasruddin.
Penyelenggara berharap penghargaan tersebut dapat memperluas ruang kreativitas penulis dan mendorong lahirnya sastrawan baru.
Pemprov DKI Kaitkan Festival Sastra dengan Lima Abad Jakarta
Sekretaris Daerah DKI Jakarta Uus Kuswanto menekankan pentingnya karya sastra dalam merekam perjalanan dan perkembangan sebuah kota.
“Jakarta bukan hanya kota yang terus dibangun, tetapi juga kota yang terus ditulis, diceritakan, dan diwariskan," ujar Uus.
Menurutnya, kegiatan literasi menjadi bagian dari upaya menghimpun pengetahuan dan mendokumentasikan keberagaman pengalaman masyarakat.
Piala HB Jassin 2026 juga dikaitkan dengan Gerakan Literasi Lima Abad Jakarta menjelang peringatan lima abad kota tersebut pada 2027.
"Peringatan lima abad Jakarta diharapkan tidak sekadar menjadi penanda waktu, tetapi juga menjadi upaya menghimpun pengetahuan, merekam keberagaman pengalaman, dan menghasilkan karya yang dapat dinikmati generasi mendatang," papar Uus.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap kegiatan sastra dapat terus menjadi wadah pengembangan kreativitas sekaligus sarana pewarisan pengetahuan kepada generasi berikutnya.
- Penulis :
- Gerry Eka




