
Pantau - Forum Alumni Siswa Pecinta Alam (FASTA) Jakarta resmi membentuk FASTA Rescue di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Minggu (18/10/2026), untuk meningkatkan kemampuan relawan dalam mitigasi, kesiapsiagaan, dan penanganan bencana.
Pembentukan tim tersebut dilatarbelakangi kebutuhan memperkuat keterampilan kebencanaan di kalangan alumni siswa pecinta alam, termasuk setelah peristiwa hilangnya lima jurnalis saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
Sekretaris Umum FASTA Jakarta, Prasenja, mengatakan salah satu jurnalis yang hilang merupakan alumnus Trisaptapala SMAN 37 Jakarta yang tergabung dalam keluarga besar FASTA.
"Peristiwa itu menjadi refleksi bagi kami bahwa pengalaman di alam terbuka harus diperkuat dengan kapasitas kebencanaan yang lebih baik," kata Prasenja.
Menurutnya, pengalaman berkegiatan di alam terbuka perlu dilengkapi pengetahuan dan keterampilan penanganan situasi darurat agar dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Hilangnya Lima Jurnalis Jadi Salah Satu Latar Belakang Pembentukan FASTA Rescue
Prasenja menjelaskan bahwa peristiwa hilangnya lima jurnalis ketika meliput erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi salah satu alasan FASTA Jakarta memperkuat kesiapsiagaan anggotanya.
Keterkaitan salah satu jurnalis dengan komunitas alumni pecinta alam tersebut mendorong FASTA melakukan refleksi mengenai pentingnya kemampuan menghadapi kondisi berbahaya.
FASTA menilai pengalaman navigasi, pendakian, dan kegiatan alam terbuka dapat dikembangkan menjadi keterampilan yang mendukung operasi kemanusiaan.
Namun, kemampuan tersebut perlu diperkuat melalui pendidikan kebencanaan dan pemahaman prosedur keselamatan.
Prasenja juga mengingatkan bahwa ancaman bencana tidak hanya terjadi di kawasan pegunungan atau wilayah terpencil.
Jakarta dan daerah sekitarnya memiliki risiko bencana, termasuk gempa bumi dan banjir, yang membutuhkan kesiapsiagaan masyarakat.
Karena itu, jaringan siswa pecinta alam (Sispala) beserta alumninya dinilai berpotensi menjadi sumber daya pendukung dalam menghadapi keadaan darurat.
FASTA Rescue Siapkan Pendidikan dan Pelatihan Relawan
Ketua FASTA Rescue, Rio Susanto, mengatakan pembentukan tim akan dilanjutkan dengan program pendidikan dan pelatihan bagi para anggota.
Pelatihan tersebut dirancang untuk membekali relawan dengan pengetahuan, keterampilan teknis, serta pemahaman prosedur penanganan bencana.
Rio berharap FASTA Rescue dapat berkembang menjadi tim yang memiliki kemampuan terlatih dan mampu berkoordinasi dengan berbagai pihak.
Kemampuan koordinasi menjadi salah satu perhatian karena kegiatan penanggulangan bencana membutuhkan kerja sama antara relawan dan lembaga terkait.
FASTA juga ingin mengembangkan pengalaman para anggota dalam navigasi, pendakian, pertolongan pertama, dan kerja tim untuk mendukung kegiatan mitigasi.
Dengan pembekalan yang terarah, keterampilan yang sebelumnya digunakan dalam aktivitas pecinta alam diharapkan dapat diterapkan dalam kegiatan kemanusiaan.
BNPB dan Basarnas Jakarta Berikan Pembekalan Kebencanaan
Dalam kegiatan pembentukan FASTA Rescue di Universitas Negeri Jakarta, peserta mendapatkan pembekalan dasar mengenai penanganan bencana.
Materi disampaikan oleh perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Basarnas Jakarta I, serta praktisi dan relawan kebencanaan.
Keterlibatan berbagai pihak tersebut bertujuan memperkenalkan pengetahuan dasar yang dibutuhkan relawan ketika menghadapi situasi darurat.
Pembekalan juga menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesiapan anggota FASTA Rescue sebelum terlibat dalam kegiatan penanggulangan bencana.
Salah satu peserta dari Sispala Jakarta, Najwa Defianti, mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru mengenai penanganan bencana.
Najwa juga menilai peningkatan kompetensi menjadi hal penting bagi relawan agar dapat menjalankan tugas secara lebih baik.
FASTA Dorong Alumni Pecinta Alam Terlibat dalam Kesiapsiagaan Bencana
Melalui pembentukan FASTA Rescue, FASTA Jakarta berupaya mengoptimalkan potensi jaringan alumni siswa pecinta alam dalam kegiatan kemanusiaan.
Organisasi tersebut berharap kemampuan dasar yang dimiliki anggota dapat ditingkatkan melalui pelatihan dan kerja sama dengan lembaga kebencanaan.
Keterampilan navigasi dan pendakian dinilai dapat menjadi bekal awal yang kemudian dilengkapi dengan pengetahuan pertolongan pertama serta prosedur keselamatan.
Selain itu, kemampuan bekerja dalam tim diharapkan mendukung koordinasi ketika menghadapi kondisi darurat.
FASTA Rescue ditargetkan berkembang menjadi kelompok relawan yang siap mendukung upaya mitigasi dan penanganan bencana bersama berbagai pihak.
Pembentukan tim di Universitas Negeri Jakarta pada 18 Oktober 2026 menjadi langkah awal FASTA Jakarta dalam memperkuat kapasitas anggotanya di bidang kebencanaan.
- Penulis :
- Gerry Eka




