
Pantau - Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) menghadirkan 15 koleksi artefak sejarah dan kebudayaan ke SDN Batu Pedang, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, untuk memperluas akses pendidikan budaya bagi siswa yang tinggal jauh dari museum.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (14/10/2026) tersebut merupakan bagian dari program Museum Masuk Sekolah yang bertujuan memperkenalkan peninggalan leluhur kepada anak-anak sejak usia dini.
Pamong Budaya Madya Museum NTB Gunarti mengatakan program tersebut menyasar sekolah-sekolah yang memiliki keterbatasan akses untuk melakukan kunjungan langsung ke museum.
"Kami ingin para siswa sekolah yang kami datangi bisa mengenal benda-benda milik nenek moyang mereka," ucap Gunarti dalam pernyataannya di Mataram, Minggu (18/10/2026).
Melalui kegiatan tersebut, para siswa dapat mengamati benda bersejarah sekaligus mempelajari fungsi dan nilai budaya yang terkandung dalam setiap koleksi.
Museum NTB Bawa Empat Kotak Berisi 15 Artefak ke Sekolah
Museum NTB membawa empat kotak berisi 15 koleksi artefak untuk diperkenalkan kepada siswa SDN Batu Pedang.
Koleksi tersebut mencakup berbagai benda peninggalan masyarakat Lombok yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, tradisi, dan kebudayaan daerah.
Beberapa artefak yang diperkenalkan antara lain keris Lombok, takepan nabi haparas, serut kecil, pengikel, puset atau bor, tempat perhiasan, dan gelang tangan.
Selain itu, terdapat teken ima, kawari, anjuk, sangket pondongan, alat pemanen padi ani-ani, serta pengepak padi.
Para siswa diberi kesempatan mengamati koleksi tersebut secara langsung untuk mengenali bentuk dan kegunaannya.
Gunarti menjelaskan bahwa pengenalan artefak sejak dini penting untuk membantu anak-anak memahami warisan sejarah sekaligus mengenali identitas budaya mereka.
Siswa Diajak Mendongeng dan Mengenal Warisan Leluhur
Program Museum Masuk Sekolah tidak hanya menampilkan benda-benda bersejarah, tetapi juga menghadirkan kegiatan mendongeng.
Cerita yang disampaikan mengangkat sosok anak dengan rasa ingin tahu tinggi terhadap budaya.
Melalui pendekatan tersebut, Museum NTB berupaya membuat pembelajaran sejarah dan kebudayaan lebih mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.
Kegiatan mendongeng juga menjadi sarana untuk memperkenalkan cerita di balik artefak yang dipamerkan.
Dengan demikian, siswa tidak hanya mengenali bentuk benda bersejarah, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai kehidupan dan tradisi masyarakat pada masa lalu.
Kepala Sekolah Apresiasi Program Museum Masuk Sekolah
Kepala SDN Batu Pedang Murtam mengapresiasi kegiatan Museum Masuk Sekolah karena memberikan pengalaman belajar yang berbeda kepada para siswa.
Menurutnya, banyak siswa belum memahami peninggalan sejarah dan kebudayaan yang berada di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka.
Sekolah tersebut berada di kawasan Gunung Piring, Kabupaten Lombok Tengah.
Murtam menilai kehadiran koleksi museum secara langsung membantu siswa mengenali sejarah dan budaya lokal dengan lebih dekat.
"Anak-anak kami akhirnya bisa memahami secara langsung sejarah dan budaya," kata Murtam.
Ia menyambut baik kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas pengetahuan siswa mengenai warisan budaya daerah.
Siswa Kelas VI Antusias Melihat Keris dan Perhiasan Tradisional
Salah seorang siswa kelas VI SDN Batu Pedang, Annisa Ramadani, mengaku senang mengikuti kegiatan yang diselenggarakan Museum NTB.
Annisa mengatakan koleksi benda bersejarah dan kegiatan mendongeng membuatnya tertarik mempelajari kebudayaan daerah.
Ia menyebut keris, perhiasan, dan tempat perhiasan sebagai beberapa koleksi yang menarik perhatiannya.
"Kami senang ada benda-benda bersejarah, seperti perhiasan, tempat perhiasan, dan juga keris," pungkas Annisa.
Melalui program tersebut, Museum NTB berupaya menjangkau siswa yang selama ini memiliki keterbatasan kesempatan untuk mengunjungi museum.
Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana edukasi sejarah dan budaya bagi generasi muda agar semakin mengenal peninggalan leluhur di daerahnya.
- Penulis :
- Gerry Eka




