HOME  ⁄  Nasional

BMKG Prediksi Musim Hujan di Sumatera Selatan Dimulai Pertengahan November 2026, Curah Hujan Desember Capai 400 Milimeter

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

BMKG Prediksi Musim Hujan di Sumatera Selatan Dimulai Pertengahan November 2026, Curah Hujan Desember Capai 400 Milimeter
Foto: Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis.

Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian wilayah Sumatera Selatan mulai memasuki musim hujan pada pertengahan November 2026, dengan puncak curah hujan diperkirakan terjadi pada Desember hingga mencapai 400 milimeter.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan Wandayantolis mengatakan musim hujan diperkirakan berlangsung selama enam hingga tujuh bulan atau hingga Mei–Juni 2027.

Prakiraan tersebut disampaikan Wandayantolis di Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (18/10/2026).

“Pertengahan November 2026 wilayah Sumsel akan memasuki musim hujan. Puncaknya diperkirakan terjadi pada Desember dengan curah hujan mencapai 400 milimeter (mm),” katanya.

BMKG Prediksi Puncak Musim Hujan Terjadi pada Desember 2026

BMKG memperkirakan peningkatan curah hujan di Sumatera Selatan mulai terjadi pada November 2026.

Puncak musim hujan diprakirakan berlangsung pada Desember dengan curah hujan mencapai 400 milimeter.

Meski demikian, awal musim hujan tidak terjadi secara bersamaan di seluruh wilayah Sumatera Selatan.

Kota Palembang dan wilayah utara Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) diprediksi mulai memasuki musim hujan pada pertengahan November.

Sementara itu, wilayah selatan Kabupaten OKI diperkirakan baru memasuki musim hujan pada awal Desember 2026.

"Meski demikian, awal musim hujan diprakirakan berbeda di sejumlah wilayah. Kota Palembang dan wilayah utara Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) diprediksi mulai memasuki musim hujan pada pertengahan November 2026," jelasnya.

Perbedaan waktu tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan masyarakat dalam menghadapi perubahan kondisi cuaca.

Musim Hujan Diharapkan Membantu Penanganan Karhutla

Wandayantolis menjelaskan bahwa datangnya musim hujan diharapkan dapat membantu mengurangi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sebelumnya menyebabkan kabut asap di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.

Turunnya hujan dapat membasahi lahan yang mengering sehingga membantu menurunkan potensi terjadinya kebakaran baru.

Peningkatan curah hujan juga diharapkan dapat membantu mengurangi dampak asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Namun, penanganan karhutla tetap perlu dilakukan meskipun sejumlah wilayah mulai menerima hujan.

Perhatian khusus diperlukan di kawasan lahan gambut dan daerah yang sebelumnya terdampak kebakaran.

BMKG Ingatkan Ancaman Banjir dan Tanah Longsor

Selain berpotensi membantu penanganan karhutla, peningkatan curah hujan juga dapat menimbulkan risiko bencana hidrometeorologi.

BMKG mengingatkan masyarakat agar mewaspadai banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, hingga pohon tumbang akibat cuaca buruk.

Hujan berintensitas tinggi dalam waktu singkat dapat meningkatkan debit air sungai dan membebani kapasitas saluran drainase.

Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan genangan hingga banjir, terutama di kawasan permukiman padat, dataran rendah, dan wilayah sekitar aliran sungai.

Sementara itu, hujan lebat yang berlangsung terus-menerus dapat meningkatkan risiko tanah longsor dan erosi di sekitar sungai.

“Karena itu, peralihan dari musim kemarau ke musim hujan perlu diantisipasi dengan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana,” ujarnya.

Masyarakat Diminta Bersihkan Saluran Air dan Waspadai Cuaca Buruk

BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menjelang datangnya musim hujan di Sumatera Selatan.

Salah satu langkah pencegahan yang dianjurkan adalah menjaga kebersihan saluran air agar aliran air hujan tidak terhambat.

Masyarakat juga diminta tidak membuang sampah sembarangan karena dapat menyebabkan penyumbatan drainase.

Selain itu, warga perlu memperhatikan kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal, terutama apabila berada di kawasan rawan banjir atau tanah longsor.

Wandayantolis menekankan pentingnya mengantisipasi perubahan risiko bencana dari kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau menuju banjir dan tanah longsor saat musim hujan.

BMKG memperkirakan musim hujan di Sumatera Selatan akan berlangsung hingga Mei–Juni 2027 sehingga kesiapsiagaan masyarakat diperlukan selama periode tersebut.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026