HOME  ⁄  Nasional

Cak Imin Salurkan 48.000 Liter Air Bersih ke Enam Wilayah Ketapang, Warga Terdampak Kekeringan dan Karhutla

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Cak Imin Salurkan 48.000 Liter Air Bersih ke Enam Wilayah Ketapang, Warga Terdampak Kekeringan dan Karhutla
Foto: (Sumber :Salah satu proses penyaluran bantuan air bersih dari Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Muhaimin Iskandar untuk warga Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. ANTARA/HO-PKB.)

Pantau - Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB), Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menyalurkan bantuan sebanyak 48.000 liter air bersih kepada masyarakat Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, yang terdampak kekeringan berkepanjangan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Bantuan tersebut disalurkan ke enam wilayah di Kabupaten Ketapang untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari di tengah terbatasnya sumber air.

Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kabupaten Ketapang, Farhan, mengatakan kondisi kekeringan di daerah tersebut telah menyebabkan sejumlah sungai mengering dan persediaan air bersih semakin sulit diperoleh.

Dalam keterangannya yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin (19/10/2026), Farhan menjelaskan bahwa sebagian sumber air yang masih tersedia bahkan mulai terasa asin.

"Kondisi kekeringan di Ketapang ini cukup ekstrem. Sungai sudah mengering, sumber air bersih sangat terbatas, bahkan air yang ada rata-rata sudah terasa asin karena kemungkinan akibat intrusi air laut. Ditambah lagi, sudah cukup lama tidak turun hujan," kata Farhan.

Bantuan Air Bersih Cak Imin Disalurkan ke Enam Wilayah Ketapang

Farhan menjelaskan bahwa bantuan air bersih dari Cak Imin didistribusikan ke enam kelurahan dan wilayah yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Enam wilayah penerima bantuan tersebut meliputi:

  • Kelurahan Sukaharja
  • Kelurahan Banjar
  • Kelurahan Mulia Baru
  • Kelurahan Suka Bangun Dalam
  • Kelurahan Payak Kumang
  • Kelurahan Kauman

Penyaluran bantuan dilakukan untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih akibat kemarau berkepanjangan.

Menurut Farhan, bantuan tersebut diberikan karena air bersih menjadi kebutuhan mendesak bagi warga yang terdampak kekeringan.

Ia mengatakan keterbatasan sumber air telah mengganggu kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

"Kami tidak bisa membiarkan warga terus kesulitan memenuhi kebutuhan dasar mereka. Oleh karena itu, bantuan dari Gus Muhaimin ini kami distribusikan ke enam titik agar bisa menjangkau masyarakat yang membutuhkan," ujarnya.

Sumber Air Mengering, Pasokan Didatangkan dari Jarak 81 Kilometer

Farhan mengungkapkan bahwa kondisi kekeringan di Ketapang menyebabkan pasokan air bersih harus didatangkan dari daerah lain.

Menurutnya, bantuan air bersih tersebut diangkut dari kabupaten lain yang berjarak sekitar 81 kilometer dari Ketapang.

Jarak pengangkutan tersebut menggambarkan kesulitan memperoleh sumber air yang layak digunakan masyarakat selama musim kemarau.

Selain menyebabkan sungai mengering, kekeringan berkepanjangan juga membuat kualitas air di sejumlah wilayah mengalami penurunan.

Farhan menyebut sebagian air yang masih tersedia mulai terasa asin, yang menurut dugaannya kemungkinan berkaitan dengan intrusi air laut.

Kondisi tersebut mempersempit pilihan sumber air yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.

PKB Sebut Bantuan Air Bersih untuk Penuhi Kebutuhan Mendesak Warga

Farhan mengatakan penyaluran 48.000 liter air bersih merupakan bentuk bantuan kepada warga yang sedang menghadapi kesulitan akibat kekeringan dan karhutla.

Bantuan tersebut diprioritaskan untuk masyarakat di enam titik distribusi yang membutuhkan tambahan pasokan air.

Ia menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar warga menjadi perhatian utama dalam penyaluran bantuan tersebut.

Keterbatasan air bersih akibat tidak turunnya hujan dalam waktu lama menjadi alasan bantuan harus didatangkan dari luar wilayah Ketapang.

Penyaluran bantuan dari Cak Imin diharapkan dapat membantu meringankan kesulitan masyarakat dalam memperoleh air bersih selama kondisi kekeringan masih berlangsung.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026