HOME  ⁄  Nasional

Pemprov DKI Jakarta Manfaatkan Teknologi Imersif di Museum Wayang untuk Tarik Minat Generasi Muda

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pemprov DKI Jakarta Manfaatkan Teknologi Imersif di Museum Wayang untuk Tarik Minat Generasi Muda
Foto: (Sumber :Tangkapan layar - Kepala Unit Pengelola (UP) Museum Seni, Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Sri Kusumawati dalam kegiatan Sosialisasi Museum dan Penyebaran Informasi Koleksi di Jakarta, Senin (19/10/2026). ANTARA/Lia Wanadriani Santosa/am..)

Pantau - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mengembangkan museum berbasis teknologi digital untuk meningkatkan daya tarik wisata budaya, khususnya bagi generasi muda, melalui penerapan teknologi imersif dan fasilitas interaktif di Museum Wayang.

Kepala Unit Pengelola (UP) Museum Seni Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Sri Kusumawati, mengatakan pemanfaatan teknologi menjadi salah satu strategi pemerintah dalam menghadirkan pengalaman berkunjung yang lebih menarik bagi masyarakat.

"Kami memanfaatkan teknologi informasi untuk menyajikannya menjadi lebih menarik kepada generasi muda," kata Sri dalam kegiatan Sosialisasi Museum dan Penyebaran Informasi Koleksi di Jakarta, Senin (19/10/2026).

Museum Wayang Hadirkan Teknologi Imersif dan Hologram

Museum Wayang menjadi salah satu museum di Jakarta yang menerapkan teknologi imersif untuk memberikan pengalaman berbeda kepada pengunjung dalam mengenal sejarah dan kebudayaan Indonesia.

Teknologi tersebut memungkinkan pengunjung merasakan suasana seolah-olah berada langsung dalam lingkungan atau situasi nyata melalui tampilan visual yang interaktif.

Sejumlah fasilitas yang dihadirkan meliputi area super hologram, ruang imersif 360 derajat, serta permainan interaktif yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan pengunjung.

Selain mengembangkan teknologi digital, pengelola Museum Wayang juga melakukan pembaruan tata pamer agar koleksi museum dapat dinikmati secara lebih optimal.

Pembaruan tersebut mencakup penggunaan vitrin atau lemari kaca dengan desain minimalis yang menempatkan koleksi sebagai pusat perhatian sekaligus mempertahankan keindahan bangunan cagar budaya.

Saat ini, Museum Wayang menyimpan hampir 7.000 koleksi wayang yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Koleksi tersebut menjadi bagian penting dalam upaya pelestarian warisan budaya sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat yang ingin mengenal keragaman seni pewayangan Nusantara.

Koleksi Asli Tetap Jadi Daya Tarik Utama Museum

Meski teknologi digital terus dikembangkan, Sri menegaskan bahwa kecanggihan fasilitas bukan menjadi tujuan utama dalam pengelolaan museum.

Menurut dia, koleksi asli yang memiliki nilai sejarah dan budaya tetap menjadi daya tarik utama bagi masyarakat untuk mengunjungi museum.

"Pada dasarnya, yang menjadi bintang dan menjadi tujuan untuk orang datang ke museum itu bukan seberapa canggih teknologi informasi yang kita tampilkan, tetapi yang menjadi primadonanya adalah koleksi asli dari museum tersebut," kata Sri.

Ia menjelaskan bahwa kemajuan sebuah museum tidak hanya diukur berdasarkan jumlah maupun nilai koleksi yang dimiliki, tetapi juga dari manfaat dan pengalaman yang diberikan kepada pengunjung.

Karena itu, pengembangan museum perlu diarahkan untuk menciptakan ruang pembelajaran yang menarik, mudah diakses, dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Sri juga menekankan pentingnya membangun museum yang inklusif dengan memastikan setiap pengunjung memperoleh kesempatan yang sama untuk menikmati dan memahami warisan budaya.

Konsep museum inklusif, menurut dia, tidak cukup hanya dengan membuka akses bagi seluruh masyarakat, tetapi juga harus menghadirkan lingkungan yang membuat pengunjung merasa diterima dan dihargai.

Melalui perpaduan teknologi modern, koleksi bersejarah, dan pengelolaan yang inklusif, Pemprov DKI Jakarta berupaya menjadikan museum sebagai ruang edukasi budaya yang semakin relevan bagi generasi muda.

"Mari kita jadikan Museum Wayang bukan hanya sebagai tempat mengenang masa lalu tetapi sebagai ruang inspirasi untuk membangun masa depan," kata dia.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026