HOME  ⁄  Nasional

Dua Siswa MAUWH Tambakberas Jombang Tembus Final Kompetisi Digital Asia Pasifik 2026 di Malaysia

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Dua Siswa MAUWH Tambakberas Jombang Tembus Final Kompetisi Digital Asia Pasifik 2026 di Malaysia
Foto: (Sumber :Perwakilan dari Madrasah Aliyah Unggulan K.H. Abdul Wahab Hasbulloh (MAUWH) Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Dua murid sekolah ini, Muhammad Faqih Riyadi dan Karin Adzka Isfahany, berhasil melaju ke babak final ICDL Digital Challenge 2026 yang diselenggarakan di Malaysia. ANTARA/ HO-MAUWH.)

Pantau - Dua siswa Madrasah Aliyah Unggulan K.H. Abdul Wahab Hasbulloh (MAUWH) Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, berhasil menembus babak final kompetisi teknologi internasional ICDL Digital Challenge 2026 tingkat Asia Pasifik yang diselenggarakan di Malaysia.

Kedua siswa tersebut adalah Muhammad Faqih Riyadi dan Karin Adzka Isfahany, yang merupakan pelajar kelas XI di lingkungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Keberhasilan keduanya menjadi pencapaian bagi madrasah dalam mengembangkan kemampuan teknologi dan keterampilan digital siswa hingga mampu bersaing di tingkat internasional.

ICDL Digital Challenge merupakan kompetisi yang menguji penguasaan teknologi praktis dan keterampilan digital peserta dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik.

Ajang tersebut memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk menunjukkan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi sekaligus meningkatkan daya saing di bidang digital.

Dua Santri Jombang Bersaing dalam Kategori Teknologi dan Bisnis Digital

Muhammad Faqih Riyadi dan Karin Adzka Isfahany mengikuti dua kategori berbeda dalam kompetisi ICDL Digital Challenge 2026.

Faqih berkompetisi pada kategori Emerging Technologies Track yang berkaitan dengan penguasaan teknologi berkembang, sedangkan Karin mengikuti kategori Business Track yang berfokus pada keterampilan digital dalam bidang bisnis.

Faqih mengatakan persiapan menghadapi kompetisi internasional tersebut dilakukan melalui penguasaan materi, latihan praktik, serta peningkatan kesiapan mental.

Selain itu, persiapan juga mencakup pemenuhan kebutuhan teknis dan administrasi yang diperlukan untuk mengikuti rangkaian kompetisi.

"Termasuk menjaga kesehatan serta dukungan dan doa orang tua, guru, serta semuanya," ujar Faqih di Jombang, Senin (19/10/2026).

Menurut Faqih, keberhasilannya mencapai babak final tidak hanya memberikan peluang untuk meraih penghargaan, tetapi juga menjadi pengalaman penting dalam membangun kedisiplinan dan semangat belajar.

"Perjalanan ini bukan hanya tentang meraih kemenangan, tetapi juga proses belajar, perjuangan, kedisiplinan, dan pengalaman berharga," katanya.

Karin Harus Membagi Waktu antara Belajar di Pesantren dan Latihan Digital

Sementara itu, Karin Adzka Isfahany mengaku memperoleh banyak pengalaman dan pengetahuan baru selama mengikuti kompetisi teknologi tingkat Asia Pasifik tersebut.

Sebagai santri yang menjalani aktivitas pendidikan di lingkungan pondok pesantren, Karin harus mengatur waktu antara kegiatan belajar, latihan kompetisi, dan waktu istirahat.

Ia mengungkapkan bahwa persiapan menghadapi kompetisi membutuhkan komitmen karena sebagian waktu luang harus digunakan untuk mempelajari materi dan meningkatkan keterampilan digital.

"Meski kita harus meluangkan waktu untuk belajar dan menguasai materi, bahkan terkadang harus mengurangi waktu bermain atau beristirahat, terlebih kita berada di lingkungan pondok pesantren, harus pintar-pintar membagi waktu," ujarnya.

Karin juga mengaku bangga setelah mengetahui dirinya berhasil melaju ke babak final kompetisi internasional tersebut.

Menurutnya, pencapaian itu terasa istimewa karena menjadi pengalaman pertama mengikuti kompetisi tingkat internasional sekaligus membawa nama madrasah ke kawasan Asia Pasifik.

"Tentu bangga, terharu, dan sedikit kurang percaya bisa sampai di tahap sekarang, karena ini adalah kompetisi internasional pertama bagi saya dan membawa nama madrasah ke tingkat internasional," katanya.

Kepala Madrasah Apresiasi Prestasi Siswa di Tingkat Internasional

Keberhasilan Faqih dan Karin tidak terlepas dari dukungan pihak madrasah, guru pembimbing, serta bantuan PT Solusi Edukasi Internasional selama proses persiapan kompetisi.

Dua guru yang mendampingi kedua siswa tersebut adalah Hermawan dan Dewi Mistika Sari.

Kepala MAUWH Tambakberas Jombang, Faizun, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan kedua siswanya menembus babak final ICDL Digital Challenge 2026.

Menurut Faizun, pencapaian tersebut menunjukkan kemampuan siswa madrasah dalam mengikuti perkembangan teknologi sekaligus bersaing dengan peserta dari negara lain.

"Pencapaian ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan sekaligus menjadi bukti komitmen madrasah dalam mendorong pengembangan kompetensi digital dan daya saing siswa di tingkat internasional," ujar Faizun.

Ia berharap keikutsertaan kedua siswa tersebut dapat berjalan lancar serta memberikan pengalaman positif yang bermanfaat bagi pengembangan kemampuan mereka.

Pihak madrasah juga menjadikan pencapaian tersebut sebagai dorongan untuk terus meningkatkan pembelajaran dan penguasaan teknologi digital di lingkungan pendidikan.

Pengumuman Pemenang ICDL Digital Challenge 2026 Digelar di Malaysia

Rangkaian kompetisi ICDL Digital Challenge 2026 telah berlangsung sejak awal tahun dengan sejumlah tahapan seleksi untuk menentukan peserta terbaik.

Babak penyisihan tingkat provinsi dimulai pada 2 Juni 2026, kemudian dilanjutkan dengan seleksi tingkat nasional pada 14 Juli 2026.

Tahapan nasional tersebut bertujuan menentukan perwakilan terbaik dari masing-masing negara untuk melanjutkan persaingan di tingkat Asia Pasifik.

Selanjutnya, babak grand final dilaksanakan secara daring pada 5 hingga 26 Agustus 2026.

Pengumuman pemenang dan penyerahan penghargaan dijadwalkan berlangsung dalam kegiatan ICDL Asia Digital Literacy Day 2026 pada 20–22 Oktober 2026.

Acara tersebut akan diselenggarakan di Sunway TES College, Johor Bahru, Malaysia, dengan penghargaan berupa medali emas, perak, dan perunggu bagi peserta terbaik.

Faqih dan Karin kini menantikan hasil akhir kompetisi setelah berhasil melewati rangkaian seleksi hingga tingkat Asia Pasifik.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026