
Pantau - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar vaksinasi human papillomavirus (HPV) di empat kota dengan total 784 peserta terdaftar serta menyediakan layanan pemeriksaan payudara klinis (SADANIS) sebagai upaya meningkatkan kesadaran perempuan terhadap pencegahan dan deteksi dini kanker.
Kegiatan tersebut diselenggarakan di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Cepu sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81.
Penasihat DWP Kementerian ESDM, Sri Suparni Bahlil, mengatakan program vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan tersebut bertujuan mendorong perempuan agar lebih memperhatikan kondisi kesehatannya sebelum muncul gejala penyakit.
"Bukan berarti kita sakit dulu baru ke rumah sakit. Jadi, ayo kita sama-sama lebih peduli kepada diri kita sendiri. Karena kita sebagai seorang ibu, sebagai perempuan, ini perannya sangat penting. Kalau kita sehat, insyaallah keluarga juga akan sehat," ujar Sri Suparni dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Program tersebut secara khusus menyasar pegawai perempuan dan anggota DWP Kementerian ESDM sebagai langkah awal membangun kesadaran kesehatan dari lingkungan keluarga dan tempat kerja.
Vaksinasi HPV Digelar di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Cepu
Pelaksanaan vaksinasi HPV dan pemeriksaan payudara klinis secara resmi dibuka di GOR Bulu Tangkis Kementerian ESDM, Jakarta, pada Senin (19/10/2026).
Dari total 784 peserta yang terdaftar di empat kota, sebanyak 446 orang merupakan peserta yang mengikuti kegiatan di Jakarta.
Sementara itu, peserta lainnya terdaftar dalam pelaksanaan kegiatan di Bandung, Yogyakarta, dan Cepu.
Program kesehatan tersebut mendapat dukungan dari Badan Geologi, tenaga kesehatan, Rumah Sakit Dharmais, PT Bio Farma, serta Yayasan Kanker Payudara Indonesia.
Keterlibatan sejumlah lembaga tersebut mendukung penyelenggaraan vaksinasi HPV sekaligus layanan pemeriksaan kesehatan payudara bagi peserta.
Vaksinasi HPV merupakan salah satu langkah pencegahan infeksi virus HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks atau kanker leher rahim.
Sementara itu, SADANIS dilakukan melalui pemeriksaan payudara oleh tenaga kesehatan terlatih untuk membantu mendeteksi kelainan yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Sri Suparni Bahlil Ingatkan Perempuan Jangan Menunda Pemeriksaan Kesehatan
Sri Suparni Bahlil menekankan bahwa menjaga kesehatan perempuan tidak cukup dilakukan ketika seseorang sudah mengalami keluhan atau gejala penyakit.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan secara berkala diperlukan agar potensi masalah kesehatan dapat diketahui lebih awal.
Ia juga mengingatkan bahwa kesibukan sehari-hari, rasa takut, dan rasa malu tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengabaikan pemeriksaan kesehatan.
"Jangan menunda pemeriksaan, jangan menunggu sakit dulu baru kita ke rumah sakit. Jangan biarkan rasa takut, malu, atau kesibukan menghalangi kita untuk menjaga kesehatan. Merawat diri adalah bagian dari cara kita merawat keluarga," ujarnya.
Sri Suparni berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran pegawai perempuan dan anggota DWP Kementerian ESDM mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Ia juga mendorong para peserta untuk menyampaikan informasi kesehatan yang benar kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan masing-masing.
Selain menjaga kesehatan pribadi, perempuan diharapkan dapat mengajak perempuan lain melakukan pemeriksaan kesehatan dan mendorong anak perempuan mengikuti imunisasi HPV sesuai program pemerintah.
Vaksin HPV Tidak Menggantikan Pemeriksaan Dini Kanker Serviks
Sri Suparni mengingatkan bahwa vaksinasi HPV bukan merupakan akhir dari upaya pencegahan kanker serviks.
Perempuan yang telah menerima vaksin HPV tetap perlu menjalani pemeriksaan dan deteksi dini secara berkala sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Hal tersebut penting karena vaksinasi HPV tidak memberikan perlindungan terhadap seluruh jenis HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks.
Oleh karena itu, vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan merupakan langkah yang saling melengkapi dalam upaya mengurangi risiko penyakit.
Sri Suparni juga menekankan pentingnya membangun kebiasaan pemeriksaan kesehatan sejak dini agar perempuan tidak hanya mencari pertolongan medis ketika kondisi kesehatannya memburuk.
Melalui kegiatan ini, DWP Kementerian ESDM berupaya memperluas pemahaman mengenai pencegahan penyakit serta pentingnya akses terhadap layanan kesehatan perempuan.
Pemeriksaan SADANIS Didorong untuk Deteksi Dini Kanker Payudara
Selain vaksinasi HPV, DWP Kementerian ESDM menyediakan pemeriksaan payudara klinis atau SADANIS untuk membantu mendeteksi kelainan pada payudara.
Sri Suparni mengatakan perempuan perlu mengenali kondisi tubuhnya sendiri, termasuk memperhatikan perubahan pada payudara yang membutuhkan pemeriksaan medis.
"Kanker payudara belum dapat dicegah melalui vaksinasi. Karena itu, perempuan perlu mengenali kondisi tubuhnya sendiri dan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila menemukan perubahan yang perlu diperiksa lebih lanjut," ujarnya.
Pemeriksaan SADANIS menjadi salah satu metode deteksi dini yang dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk menemukan perubahan atau kelainan pada payudara.
Apabila ditemukan kondisi yang memerlukan perhatian medis, peserta dapat diarahkan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan sesuai penilaian tenaga kesehatan.
Sri Suparni berharap layanan kesehatan perempuan dapat terus diperluas, termasuk penyediaan pemeriksaan mamografi bagi perempuan yang membutuhkan.
Perluasan layanan tersebut diharapkan dapat meningkatkan akses deteksi dini kanker bagi perempuan di berbagai daerah.
Melalui program vaksinasi HPV dan pemeriksaan SADANIS di empat kota, DWP Kementerian ESDM mendorong peningkatan kesadaran mengenai pentingnya pencegahan penyakit, pemeriksaan berkala, serta penanganan masalah kesehatan sejak dini.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




