HOME  ⁄  Nasional

Baznas RI dan Pemkab Bima Perkuat Sinergi Zakat untuk Kembangkan Potensi Ekonomi Unggulan Daerah

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Baznas RI dan Pemkab Bima Perkuat Sinergi Zakat untuk Kembangkan Potensi Ekonomi Unggulan Daerah
Foto: Pimpinan Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi Baznas RI sekaligus Pembina Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Syarifuddin dan Bupati Bima, Ady Mahyudi dalam audiensi Baznas RI bersama Pemkab Bima, dan Baznas Kabupaten Bima di Kantor Baznas RI, Jakarta, Senin 19/10/2026 (sumber: Baznas RI)

Pantau - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), mendorong pengembangan program zakat berbasis potensi unggulan daerah untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Sinergi tersebut diarahkan untuk menciptakan program pemberdayaan ekonomi yang inovatif, memiliki ciri khas daerah, serta memanfaatkan potensi sektor pertanian, peternakan, dan kerajinan lokal di Kabupaten Bima.

Pimpinan Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi Baznas RI sekaligus Pembina Wilayah Provinsi NTB, Syarifuddin, menekankan pentingnya kreativitas Baznas Kabupaten Bima dalam merancang program zakat yang berbeda dari daerah lain.

"Teman-teman Baznas Bima bisa meng-create program yang inovatif yang menjadi diferensiasi dari Baznas Bima, yang berbeda dengan kabupaten yang lain," kata Syarifuddin.

Menurutnya, penggalian potensi dan keunggulan lokal menjadi langkah penting agar program pendistribusian dan pendayagunaan zakat dapat berjalan lebih tepat sasaran serta memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.

Baznas RI Dorong Inovasi Zakat Berbasis Potensi Lokal

Syarifuddin menjelaskan bahwa pengembangan program zakat berbasis keunggulan daerah dapat menjadi strategi untuk meningkatkan efektivitas pemberdayaan masyarakat, khususnya kelompok penerima zakat atau mustahik.

Ia mencontohkan keberhasilan program pemberdayaan petani padi di Kalimantan Selatan dan petani jagung di Kabupaten Lombok Timur, NTB, yang mampu meningkatkan kondisi ekonomi penerima manfaat.

Kedua program tersebut dinilai berhasil mendorong transformasi mustahik menjadi muzaki, yakni masyarakat yang telah memenuhi ketentuan untuk menunaikan zakat.

Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi Baznas Kabupaten Bima dalam mengembangkan program pemberdayaan ekonomi yang sesuai dengan karakteristik dan komoditas unggulan daerah.

Meski demikian, Syarifuddin mengingatkan bahwa inovasi program zakat di tingkat daerah harus tetap mengacu pada 13 program prioritas Baznas RI.

Selain itu, penyusunan program perlu diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bima agar pelaksanaannya sejalan dengan kebutuhan masyarakat dan arah pembangunan pemerintah daerah.

"Inovasi program daerah tetap dapat diselaraskan dengan 13 program prioritas Baznas RI, tapi juga harus merujuk kepada prioritas dalam RPJMD Kabupaten, sehingga program Baznas benar-benar terkait dengan kebutuhan daerah," ujar Syarifuddin.

Penyelarasan tersebut diharapkan mampu memperkuat kontribusi pengelolaan zakat terhadap pembangunan daerah sekaligus memastikan program pemberdayaan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Bupati Bima Siapkan Potensi Bawang, Jagung, Sapi, dan Tenun

Sementara itu, Bupati Bima Ady Mahyudi menyambut positif arahan Baznas RI mengenai pengembangan program zakat berbasis potensi dan keunggulan lokal.

Ady menyatakan kesiapan Pemkab Bima untuk menggali berbagai sektor ekonomi unggulan yang dapat diintegrasikan dengan program pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan zakat.

Menurutnya, Kabupaten Bima memiliki sejumlah potensi ekonomi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, terutama pada sektor pertanian, peternakan, dan kerajinan.

Salah satu potensi yang menjadi perhatian adalah kerajinan kain tenun yang merupakan bagian dari produk unggulan dan identitas ekonomi lokal Kabupaten Bima.

Selain kerajinan tenun, Ady menyoroti peluang pengembangan sektor peternakan dan pertanian melalui program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat.

Ia secara khusus menyebut komoditas bawang, jagung, dan sapi sebagai potensi unggulan Kabupaten Bima yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan.

Komoditas tersebut dinilai dapat menjadi basis penguatan kegiatan ekonomi masyarakat melalui dukungan program zakat produktif yang disesuaikan dengan kebutuhan penerima manfaat.

Sinergi Program Zakat Diharapkan Tingkatkan Kemandirian Mustahik

Kerja sama Baznas RI dan Pemkab Bima diharapkan dapat memperkuat pengelolaan zakat yang tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga pengembangan usaha produktif masyarakat.

Pemanfaatan potensi unggulan daerah menjadi salah satu pendekatan untuk menciptakan program pemberdayaan yang memiliki karakteristik khusus dan relevan dengan kondisi ekonomi Kabupaten Bima.

Melalui penyelarasan program prioritas Baznas RI dan RPJMD Kabupaten Bima, pengembangan zakat produktif diharapkan mampu mendukung peningkatan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan.

Sinergi tersebut juga diharapkan dapat mempercepat kemandirian ekonomi mustahik sehingga penerima zakat memiliki peluang meningkatkan taraf hidup dan bertransformasi menjadi muzaki.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026