
Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 menjadi instrumen untuk memetakan kemampuan akademik siswa secara objektif melalui sistem penilaian terstandar nasional yang dijadwalkan berlangsung mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen Rahmawati mengatakan TKA dirancang untuk mengukur capaian pembelajaran peserta didik dengan standar yang sama di seluruh Indonesia.
Menurutnya, hasil TKA diharapkan dapat memberikan gambaran kemampuan akademik siswa yang lebih terukur dan dapat dibandingkan antarsekolah maupun wilayah.
Kemendikdasmen Gunakan Standar Nasional untuk Mengukur Kemampuan Siswa
Rahmawati menjelaskan bahwa TKA menjadi langkah pemerintah untuk mengetahui sejauh mana siswa telah mencapai target pembelajaran yang ditetapkan dalam kurikulum nasional.
Selama ini, menurutnya, penilaian akademik dapat berbeda karena masing-masing sekolah dan guru menggunakan standar pengukuran yang tidak selalu sama.
"Kurikulumnya sama dari Sabang sampai Merauke, target pembelajarannya juga seragam. Nah, lewat TKA ini kita mau lihat, seberapa jauh hasilnya? Dulu memang ada pengukuran, tapi sifatnya subjektif karena standarnya beda-beda tergantung sekolah atau guru yang mengajar," ujar Rahmawati di Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Ia mengatakan penggunaan standar nasional memungkinkan hasil TKA memberikan gambaran capaian pembelajaran siswa secara lebih objektif.
Melalui pengukuran tersebut, kemampuan akademik peserta didik dapat dipetakan berdasarkan indikator penilaian yang seragam.
Sertifikat TKA Bisa Digunakan untuk Melanjutkan Pendidikan dan Melamar Kerja
Selain memetakan kemampuan akademik, hasil TKA juga dapat dimanfaatkan siswa untuk kepentingan pendidikan lanjutan.
Rahmawati menyebut sertifikat TKA dapat digunakan sebagai dokumen pendukung ketika siswa ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri (PTN).
Sertifikat tersebut juga dapat menjadi dokumen pendukung bagi siswa dalam menghadapi persaingan di dunia kerja.
Dalam pelaksanaannya, TKA menggunakan sistem ujian berbasis komputer dengan variasi soal yang dirancang untuk mengukur pemahaman peserta didik.
Soal TKA tidak hanya menilai penguasaan materi, tetapi juga kemampuan mengolah informasi, menerapkan pengetahuan, dan melakukan penalaran.
"Belajar itu levelnya harus sampai paham, bisa mempraktikkannya, dan mampu bernalar. Pola pikir itulah yang ingin kami bawa lewat TKA ini," kata Rahmawati.
Jadwal TKA 2026 Dimulai 26 Oktober hingga 8 November
Kemendikdasmen telah menetapkan jadwal pelaksanaan TKA 2026 beserta periode ujian susulan.
- Berikut jadwal pelaksanaan TKA 2026.
- Ujian utama: 26 Oktober–8 November 2026
- Ujian susulan: 16–29 November 2026
Pelaksanaan ujian menggunakan perangkat komputer untuk mendukung pengukuran kemampuan akademik berdasarkan standar yang telah ditetapkan.
Sekolah Soroti Tantangan Literasi dan Ketahanan Membaca Siswa
Kepala SMA Negeri 56 Jakarta Dewi Retno Lestari menilai tantangan utama siswa dalam menghadapi TKA tidak hanya terletak pada penguasaan materi pelajaran.
Menurutnya, peserta didik juga membutuhkan ketahanan membaca untuk memahami informasi dalam soal sebelum menentukan jawaban.
"Karena dari soal TKA itu, anak itu harus tahan dulu membaca stimulusnya. Nah, ketika siswa sudah memiliki ketahanan membaca, maka dari situ dia bisa langsung menarik informasi, dia bisa mengekstrak," katanya.
Dewi menjelaskan bahwa kemampuan memahami bacaan menjadi bagian penting dalam menyelesaikan soal yang membutuhkan analisis informasi.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kondisi psikologis siswa agar tidak menganggap TKA sebagai ancaman.
SMA Negeri 56 Jakarta Gelar Pendampingan Setiap Jumat
Untuk membantu kesiapan peserta didik, SMA Negeri 56 Jakarta rutin mengadakan pendampingan khusus setiap Jumat.
Kegiatan tersebut bertujuan membiasakan siswa menghadapi berbagai bentuk soal yang digunakan dalam TKA.
Salah satu model soal yang diperkenalkan adalah multiple choice multiple answer, yakni pilihan ganda yang memungkinkan lebih dari satu jawaban benar.
Melalui pendampingan tersebut, sekolah berupaya meningkatkan kesiapan akademik sekaligus membantu siswa menghadapi ujian dengan lebih baik.
- Penulis :
- Aditya Yohan




