HOME  ⁄  Nasional

Mensos Gus Ipul Dorong 44 Ribu Keluarga Siswa Sekolah Rakyat Mandiri, 100 Orang Tua di Bandung Mulai Dilatih Berwirausaha

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Mensos Gus Ipul Dorong 44 Ribu Keluarga Siswa Sekolah Rakyat Mandiri, 100 Orang Tua di Bandung Mulai Dilatih Berwirausaha
Foto: (Sumber :Mensos Gus Ipul bersama Menko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar.)

Pantau - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mendorong integrasi bantuan sosial dengan program pemberdayaan ekonomi bagi sekitar 44.000 keluarga siswa Sekolah Rakyat sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan dan memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Langkah tersebut mulai dilakukan melalui pelatihan Langkah Aksi Kapasitas Sosial Mikro untuk Inklusi (LAKSMI) yang melibatkan 100 ibu dan wali siswa Sekolah Rakyat di Bandung Raya, Jawa Barat.

Program pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan usaha mikro agar keluarga penerima manfaat dapat mengembangkan usaha, menambah pendapatan, dan mengurangi ketergantungan terhadap bantuan sosial.

Gus Ipul Dorong Bantuan Sosial Terhubung dengan Pemberdayaan Ekonomi

Gus Ipul menegaskan bahwa bantuan sosial perlu diikuti dengan program pemberdayaan agar keluarga prasejahtera dapat meningkatkan kemandirian ekonomi.

“Bansos, sementara. Berdaya, selamanya. Sederhananya begitu,” kata Gus Ipul dalam acara Model Wadah Ekosistem Pemberdayaan Usaha Masyarakat Melalui Perintis Berdaya Connect di Bandung Creative Hub, Kota Bandung, Selasa (20/10/2026).

Menurutnya, integrasi bantuan sosial dan pemberdayaan merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar program pemerintah tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Pemerintah juga berupaya membantu keluarga penerima manfaat meningkatkan kemampuan ekonomi melalui berbagai program yang saling terhubung.

Gus Ipul mengakui pelaksanaan bantuan sosial dan pemberdayaan selama ini belum sepenuhnya terintegrasi akibat kendala koordinasi antarlembaga.

“Untuk kepentingan itu, Presiden menghadirkan Kemenko Pemberdayaan. Presiden menyadari dua ini sering tidak ketemu (bansos dan pemberdayaan). Di antara keduanya ini ada ego sektoral dan masalah-masalah yang rumit yang seringkali tidak pernah dibahas dengan duduk bersama,” kata dia.

Ia mengapresiasi peran Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat yang dipimpin Muhaimin Iskandar dalam memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

“Dengan adanya Kemenko Pemberdayaan ini, kita diajak kerja kolaborasi yang lebih sistematis, menghubungkan seluruh program-program pemerintah. (Terutama) bansos menuju ke pemberdayaan,” jelas Gus Ipul.

Sekolah Rakyat Jadi Pintu Masuk Pemberdayaan 44 Ribu Keluarga

Gus Ipul menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya dirancang untuk menyediakan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Program tersebut juga menjadi pintu masuk untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga siswa melalui bantuan dan pemberdayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

“Anaknya sekolah, anaknya lulus, keluarganya naik kelas. Kira-kira seperti itu,” ujar Gus Ipul.

Menurutnya, keluarga siswa Sekolah Rakyat diharapkan dapat memperoleh dukungan yang lebih menyeluruh, termasuk peningkatan kelayakan tempat tinggal, jaminan kesehatan, dan pemberdayaan sosial ekonomi.

Pendekatan tersebut ditujukan untuk membantu anak memperoleh pendidikan sekaligus mendorong orang tua meningkatkan pendapatan keluarga.

Gus Ipul menyebut Sekolah Rakyat saat ini telah menjangkau sekitar 44.000 siswa yang keluarganya berpotensi mengikuti program pemberdayaan.

“Sekitar 44.000 siswa berarti ada 44.000 keluarga yang nanti akan masuk ke dalam program Bapak Menko ini,” kata Gus Ipul.

Sebanyak 100 Orang Tua Siswa di Bandung Ikuti Pelatihan Usaha Mikro

Sebagai langkah awal, pemerintah melibatkan 100 ibu dan wali siswa Sekolah Rakyat se-Bandung Raya dalam pelatihan usaha mikro melalui program LAKSMI Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Pelatihan tersebut dilaksanakan di Bandung Creative Hub untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam mengembangkan usaha dan memperkuat ekonomi keluarga.

Gus Ipul berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan pelatihan secara optimal dan menjadi contoh bagi keluarga siswa Sekolah Rakyat lainnya.

“Bapak-Ibu akan jadi contoh. Bapak-Ibu akan jadi model. Kalau Bapak-Ibu sekalian nanti sukses, insyaallah di tempat-tempat lain akan sukses,” katanya.

Usai kegiatan, Gus Ipul bersama Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar meninjau langsung pelaksanaan pelatihan bagi para peserta.

“Di sini difasilitasi, jadi harus sukses supaya mandiri dan tidak bergantung pada bansos lagi,” pungkas Gus Ipul.

Muhaimin Iskandar Targetkan 40 Ribu Wali Siswa Menjadi Pelaku Usaha

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menyatakan pemerintah menargetkan sedikitnya 40.000 wali siswa Sekolah Rakyat dapat meningkatkan kemampuan ekonomi hingga menjadi pelaku usaha.

“Insya Allah Pak Mensos kita akan dorong minimal 40 ribu wali murid dari sekolah rakyat harus naik kelas menjadi pelaku bisnis. Sehingga generasinya tumbuh dari pendidikan, orang tuanya lepas dari masalah ekonomi yang dihadapi,” kata Muhaimin.

Menurutnya, pemberdayaan orang tua siswa merupakan bagian dari strategi memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan pendidikan anak dan pendapatan keluarga.

Ia menilai pelatihan bagi 100 orang tua siswa di Bandung dapat menjadi proyek percontohan untuk pengembangan program serupa di wilayah lain.

“Ini akan menjadi piloting yang sangat strategis sekolah rakyat, sekaligus mengatasi mata rantai kemiskinan. Dan inilah contoh yang saya kira anaknya sekolah orang tuanya juga diberikan satu tahapan kemajuan,” pungkas Muhaimin.

Pemerintah Libatkan Berbagai Kementerian dan Pemerintah Daerah

Pelaksanaan program pemberdayaan tersebut melibatkan Kementerian Sosial, Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian UMKM, serta sejumlah kementerian dan lembaga terkait.

Kegiatan di Bandung juga dihadiri Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza, serta perwakilan pemerintah daerah di Bandung Raya.

Sejumlah pejabat Kementerian Sosial, Kementerian Koperasi, Bank Indonesia Jawa Barat, dan BNI turut menghadiri kegiatan tersebut.

Melalui kolaborasi lintas lembaga, pemerintah berupaya menghubungkan layanan pendidikan, bantuan sosial, dan pelatihan usaha agar keluarga siswa Sekolah Rakyat memiliki peluang lebih besar untuk mencapai kemandirian ekonomi.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026