HOME  ⁄  Nasional

Kemensos Integrasikan Sekolah Rakyat dengan Pemberdayaan Keluarga dan Perbaikan Rumah, Targetkan 500 Gedung Permanen

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemensos Integrasikan Sekolah Rakyat dengan Pemberdayaan Keluarga dan Perbaikan Rumah, Targetkan 500 Gedung Permanen
Foto: (Sumber : Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) .)

Pantau - Kementerian Sosial (Kemensos) mengintegrasikan pendidikan Sekolah Rakyat dengan pemberdayaan ekonomi keluarga dan bantuan perbaikan rumah layak huni untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi, dengan lebih dari 44.000 siswa telah mengikuti pendidikan di 182 lokasi penyelenggaraan di seluruh Indonesia.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan program yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut ditujukan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pendidikan.

Pemerintah juga menargetkan pembangunan 500 gedung permanen Sekolah Rakyat dalam tiga hingga empat tahun mendatang dengan kapasitas keseluruhan yang diproyeksikan dapat menampung lebih dari satu juta siswa.

Sekolah Rakyat Jangkau Lebih dari 44 Ribu Siswa di 182 Lokasi

Gus Ipul menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat menggabungkan pendidikan, rehabilitasi, dan pemberdayaan sosial dalam satu pendekatan penanganan kemiskinan.

“Di Sekolah Rakyat memadukan antara pendekatan edukasi, rehabilitasi, dan pemberdayaan sosial. Ini adalah bagian dari program strategis Bapak Presiden Prabowo yang ingin menjangkau mereka-mereka yang selama ini belum terbawa dalam proses pembangunan,” kata Gus Ipul seusai Dialog Siswa Sekolah Rakyat dan Pendamping Keluarga Harapan di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 4 Kabupaten Bandung, Selasa (20/10/2026).

Program tersebut menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk mereka yang belum pernah mengenyam pendidikan formal maupun yang mengalami putus sekolah.

Penerimaan siswa Sekolah Rakyat tidak menggunakan tes akademik sebagai persyaratan seleksi.

Sebagai gantinya, siswa mengikuti program matrikulasi selama lebih dari tiga bulan untuk menyesuaikan kemampuan belajar sebelum mengikuti pembelajaran secara optimal.

Sebagian siswa juga membutuhkan layanan rehabilitasi sebagai bagian dari proses penyesuaian terhadap lingkungan pendidikan.

Dari 182 lokasi penyelenggaraan, sebanyak 93 lokasi telah menggunakan gedung permanen yang menyediakan pendidikan jenjang sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas.

Kemensos Siapkan 30 Ribu Laptop Tambahan untuk Pembelajaran Digital

Gus Ipul mengatakan pemerintah turut memperkuat fasilitas pendidikan Sekolah Rakyat melalui penyediaan laboratorium, perpustakaan, lapangan olahraga, dan teknologi pembelajaran.

Salah satu fasilitas yang digunakan adalah sistem manajemen pembelajaran atau Learning Management System (LMS) untuk mendukung kegiatan belajar berbasis digital.

Pemerintah juga menyiapkan papan tulis digital dan perangkat laptop bagi para siswa.

Lebih dari 15.000 laptop telah disalurkan untuk mendukung pembelajaran tahun ajaran 2025, sedangkan sekitar 30.000 unit tambahan direncanakan pada 2026 dan masih dalam proses pengadaan.

“Ini untuk menyiapkan anak-anak supaya lebih akrab dengan teknologi karena mereka adalah digital native. Tetapi laptop ini hanya untuk di kelas, tidak boleh dibawa keluar ke asrama atau ke tempat-tempat yang tidak semestinya. Jadi hanya untuk pembelajaran di kelas,” jelas Gus Ipul.

Ia menegaskan bahwa penggunaan perangkat tersebut dibatasi untuk kegiatan belajar di ruang kelas.

Lebih dari 160 Ribu Keluarga Ikuti Pemberdayaan, 7 Ribu Rumah Diperbaiki

Selain memberikan pendidikan kepada anak-anak, Kemensos juga mengarahkan orang tua siswa Sekolah Rakyat untuk mengikuti program pemberdayaan ekonomi.

Bentuk pemberdayaan disesuaikan dengan hasil asesmen kebutuhan keluarga, mulai dari peningkatan kapasitas, bantuan modal usaha, hingga penguatan aset produktif.

Gus Ipul menyebut lebih dari 160.000 keluarga telah mengikuti berbagai program pemberdayaan Kemensos, termasuk sebagian orang tua siswa Sekolah Rakyat.

Sementara itu, sekitar 7.000 keluarga telah menerima bantuan perbaikan rumah untuk meningkatkan kelayakan tempat tinggal.

“Seluruh orang tua siswa Sekolah Rakyat kita masukkan juga dalam program pemberdayaan pemerintah, tidak hanya di Kemensos. Jadi yang di Kemensos memberikan dukungan rintisan. Sementara nanti akan diteruskan oleh Kementerian lain. Nanti siswanya lulus, orang tuanya diharapkan menjadi keluarga yang lebih mandiri,” kata Gus ipul.

Ia menjelaskan bahwa pemberdayaan tersebut akan diperkuat melalui kerja sama dengan kementerian yang menangani UMKM, ekonomi kreatif, dan perindustrian.

Kolaborasi itu diharapkan dapat membantu keluarga mengembangkan usaha sesuai kemampuan dan potensi ekonomi masing-masing.

Pemerintah Targetkan 500 Gedung Sekolah Rakyat Permanen

Kemensos menargetkan pembangunan 500 gedung permanen Sekolah Rakyat dalam jangka waktu tiga hingga empat tahun ke depan.

Setiap gedung direncanakan berdiri di atas lahan seluas 7 hingga 8 hektare dan menyediakan fasilitas pendidikan untuk jenjang SD, SMP, serta SMA.

“Kalau mengasumsikan satu gedung permanen kapasitasnya lebih dari 2 ribu siswa tingkat SD, SMP, dan SMA,” kata Gus Ipul.

Dengan asumsi tersebut, pemerintah memproyeksikan keseluruhan fasilitas dapat menampung lebih dari satu juta siswa.

Gus Ipul juga menyampaikan bahwa lulusan Sekolah Rakyat akan didorong melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, termasuk melalui jalur pendidikan lanjutan seperti Sekolah Garuda, atau memasuki dunia kerja sebagai tenaga terampil.

Lokasi Sekolah Rakyat Disesuaikan dengan Kepemilikan Lahan

Gus Ipul menjelaskan bahwa SRT 4 Kabupaten Bandung saat ini berdiri di atas lahan milik Kementerian Sosial.

Pemerintah juga merencanakan pembangunan gedung permanen pada lahan yang disediakan pemerintah kota maupun pemerintah kabupaten di wilayah Bandung.

Menurutnya, cakupan penerimaan siswa dapat berbeda berdasarkan kepemilikan lahan dan kewenangan pemerintah yang menyediakan lokasi.

“Kalau tanahnya dari Kabupaten Bandung, seluruh warga Kabupaten Bandung saja yang boleh sekolah di situ. Kalau untuk miliknya Kemensos ini seluruh Indonesia boleh di sini. (Apabila) punya gubernur (provinsi) hanya dari kabupaten kota di provinsi tersebut,” jelas dia.

Ketentuan tersebut disampaikan sebagai bagian dari penjelasan mengenai penyelenggaraan Sekolah Rakyat berdasarkan dukungan lahan dari pemerintah pusat dan daerah.

Pemkab Bandung Dukung Sekolah Rakyat untuk Indonesia Emas 2045

Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb menyatakan pemerintah daerah mendukung pelaksanaan program strategis nasional, termasuk Sekolah Rakyat.

“Bapak Bupati sangat support PSN, salah satunya Sekolah Rakyat. Bukan hanya Sekolah Rakyat, tetapi juga KDMP dan MBG. Ke depannya, apa pun yang dibutuhkan dari PSN ini, saya yakin Pak Bupati akan selalu mendukung,” kata Ali.

Menurutnya, pengembangan sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting dalam mempersiapkan Indonesia menuju 2045.

“Kalau kita berbicara tentang Indonesia Emas 2045, dan kita ingin disebut siap. (Kesiapan) kita bukan sekadar dilihat dari gedung-gedung pencakar langitnya. Tapi satu hal yang harus kita persiapkan adalah sumber daya manusianya,” kata Ali.

Ia berharap Sekolah Rakyat dapat memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk mengembangkan kemampuan dan meraih cita-cita.

“Kita semua tidak tahu. Mungkin adik-adik yang sekarang di Sekolah Rakyat ini, kedepannya mereka akan menjadi generasi emas yang sangat luar biasa untuk mengharumkan nama baik Indonesia di masa mendatang,” pungkas Ali.

Siswa Sekolah Rakyat Bandung Tampilkan Kemampuan Seni dan Bahasa Asing

Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul dan Ali Syakieb disambut siswa SRT 4 Kabupaten Bandung yang mengenakan pakaian dinas lapangan.

Kegiatan dilanjutkan dengan penampilan baris-berbaris, tari Jaipong, pencak silat, serta pidato dalam bahasa Inggris, Arab, dan Mandarin.

Tiga siswa yang menyampaikan pidato adalah Dzaky Pratama dalam bahasa Inggris, Voni Rahmaini dalam bahasa Arab, dan Siti Nuraisyah dalam bahasa Mandarin.

Para siswa juga menampilkan paduan suara yang membawakan lagu tradisional Sunda berjudul Jang serta lagu Ibu dan Ayah.

Rangkaian kegiatan turut diisi pembacaan puisi oleh seorang siswa bernama Vania mengenai harapan anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk memperoleh masa depan yang lebih baik.

Acara tersebut dihadiri sejumlah pejabat pemerintah daerah, perwakilan aparat keamanan, jajaran Kementerian Sosial, tenaga pendidik, serta pendamping Program Keluarga Harapan di Kabupaten Bandung.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026