
Pantau - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI mengajak para pelajar membangun jaringan internasional sejak dini melalui International Zakat Education Festival (IZE Fest) 2026 sebagai langkah mempersiapkan generasi muda yang berwawasan global, berpengetahuan luas, dan mampu menjadi agen perubahan di masa depan.
Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Baznas RI Idy Muzayyad mengatakan kemampuan membangun hubungan dengan pelajar dari berbagai negara menjadi bekal penting dalam menghadapi perkembangan dunia.
Menurutnya, interaksi lintas negara, budaya, kota, dan suku dapat memperluas wawasan sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi generasi muda.
"Saya sepakat dan setuju ketika kita, khususnya para peserta, semenjak usia SMA ini, sudah diajak untuk berjejaring dengan teman-teman sebaya atau yang lebih tinggi dari lintas negara, lintas kota, lintas budaya, lintas suku. Ini penting, karena dengan kita memperluas jaringan sampai antarnegara, tentu akan membawa wawasan yang lebih luas dan pengalaman yang lebih banyak," kata Idy dalam keterangan di Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Ia menilai pembangunan jaringan internasional perlu dimulai sejak usia sekolah agar pelajar memiliki kesempatan lebih luas untuk berkomunikasi dan berkolaborasi dengan berbagai kalangan.
Baznas Tekankan Tiga Bekal Penting bagi Generasi Muda
Idy menjelaskan bahwa kemampuan membangun jaringan merupakan salah satu dari tiga bekal utama yang perlu dimiliki generasi muda dalam mempersiapkan masa depan.
Selain memperluas hubungan sosial, pelajar juga perlu meningkatkan ilmu pengetahuan melalui komitmen belajar secara berkelanjutan.
Menurutnya, penguasaan pengetahuan menjadi dasar penting untuk menghadapi berbagai tantangan dan perkembangan yang terus berubah.
Bekal ketiga adalah keberanian mencari pengalaman sebanyak mungkin dengan mencoba berbagai kegiatan dan kesempatan baru.
"Selagi umurnya masih muda, selain tadi ilmu pengetahuan dan wawasan, carilah pengalaman sebanyak-banyaknya, jangan takut untuk mencoba atau segan melakukan hal-hal baru," ujar Idy.
Ia menekankan bahwa pengalaman yang diperoleh sejak usia muda dapat membantu pelajar mengembangkan kemampuan dan memperluas pemahaman terhadap lingkungan sekitarnya.
Ketiga bekal tersebut, yakni pengetahuan, pengalaman, dan jaringan, dinilai saling melengkapi dalam membentuk generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Ketua Baznas Dorong Inovasi Teknologi dan Pendidikan Berbasis Zakat
Sementara itu, Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid berharap penyelenggaraan IZE Fest 2026 dapat menjadi sarana bagi generasi muda untuk mengenal dan memahami nilai-nilai zakat.
Menurutnya, pendidikan berbasis zakat tidak hanya berkaitan dengan pemahaman keagamaan, tetapi juga pembentukan karakter dan kepedulian sosial.
Melalui kegiatan tersebut, Baznas ingin mendorong lahirnya berbagai inovasi yang memanfaatkan perkembangan teknologi.
"Melalui pendidikan berbasis zakat, kita ingin melahirkan generasi yang unggul dalam ilmu, tangguh dalam moral, dan kuat dalam kepedulian sosial," ucap Sodik.
Ia berharap para peserta mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan sekaligus mempertahankan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.
Pendidikan yang mengintegrasikan nilai zakat juga diharapkan dapat memperkuat kesadaran generasi muda terhadap pentingnya membantu sesama.
Menteri Agama Ajak Pelajar Jadi Agen Perubahan Berlandaskan Nilai Zakat
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar turut memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan IZE Fest 2026 yang melibatkan pelajar dari berbagai daerah dan negara.
Nasaruddin mengajak generasi muda memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai kesempatan untuk meningkatkan kemampuan sekaligus memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial.
Menurutnya, pelajar memiliki peran penting dalam menyebarkan nilai zakat yang mengedepankan keadilan dan manfaat bagi masyarakat.
"Jadilah agen perubahan yang membawa syiar nilai-nilai zakat yang inklusif, berkeadilan dan membawa rahmat bagi semesta," tutur Nasaruddin.
Ia berharap generasi muda tidak hanya memiliki prestasi akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat.
IZE Fest 2026 Diikuti 1.500 Pelajar dari Indonesia dan Mancanegara
IZE Fest 2026 diselenggarakan oleh Sekolah Cendekia Baznas (SCB) pada 5–19 Oktober 2026 dengan menghadirkan berbagai kegiatan pendidikan dan kompetisi.
Festival tersebut dilaksanakan secara langsung atau luring serta melalui jaringan internet atau daring untuk menjangkau peserta dari berbagai wilayah.
Sebanyak sekitar 1.500 pelajar tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) dari Indonesia dan mancanegara mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
Berbagai kompetisi diselenggarakan untuk mengembangkan kemampuan akademik, keterampilan berbahasa, kreativitas, dan kerja sama antarpeserta.
Salah satu kegiatan yang digelar adalah Olimpiade Zakat dan Matematika (OZAM) yang menggabungkan penguatan pengetahuan dengan kompetisi akademik.
Festival tersebut juga menghadirkan kompetisi Spelling Bee, Story Telling, dan Speech Competition untuk mengasah keterampilan bahasa serta kemampuan komunikasi peserta.
Selain itu, terdapat kegiatan petanque, Pramuka, dan ZEST atau Zona Edukasi Siswa Terampil yang menjadi bagian dari rangkaian festival.
Seminar edukasi zakat juga diselenggarakan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai peran zakat dalam kehidupan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui penyelenggaraan IZE Fest 2026, Baznas berharap para pelajar dapat memperluas jaringan internasional, meningkatkan pengetahuan, dan memperoleh pengalaman yang bermanfaat bagi pengembangan diri.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana memperkenalkan pendidikan berbasis zakat kepada generasi muda dari berbagai latar belakang dan negara.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




