HOME  ⁄  Nasional

BRIN dan TNI AU Siapkan Pengaktifan Kembali Konsol Hujan Buatan untuk Perkuat Penanganan Karhutla di Indonesia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BRIN dan TNI AU Siapkan Pengaktifan Kembali Konsol Hujan Buatan untuk Perkuat Penanganan Karhutla di Indonesia
Foto: (Sumber :Tim Depo Pemeliharaan (Depohar) 10 TNI AU memeriksa kondisi peralatan konsol hujan buatan di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) B.J. Habibie, Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (20/10/2026). ANTARA/HO-BRIN.)

Pantau - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) mempersiapkan pengaktifan kembali konsol hujan buatan untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia.

Persiapan tersebut diawali dengan pemeriksaan kondisi peralatan oleh Tim Depo Pemeliharaan (Depohar) 10 TNI AU di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) B.J. Habibie, Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (20/10/2026).

Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi teknis konsol hujan buatan sebelum memasuki tahap perbaikan dan pengujian kelayakan operasional.

Manajer Objek Vital Nasional (Obvitnas) dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) KST B.J. Habibie BRIN, Agus Basuki, mengatakan pemeriksaan tersebut merupakan langkah awal untuk memastikan peralatan dapat kembali berfungsi secara optimal.

"Pengecekan ini menjadi tahapan penting untuk mengetahui kondisi konsol hujan buatan sebelum dilakukan perbaikan. Kami ingin memastikan bahwa peralatan yang nantinya digunakan dalam operasi modifikasi cuaca benar-benar dalam kondisi layak dan dapat mendukung pelaksanaan operasi secara optimal," kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Tim Depohar 10 TNI AU Periksa Kondisi Konsol Hujan Buatan

Agus menjelaskan bahwa pemeriksaan konsol hujan buatan diperlukan untuk mengidentifikasi kondisi peralatan yang akan diaktifkan kembali.

Hasil pemeriksaan Tim Depohar 10 TNI AU akan menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan perbaikan agar konsol dapat memenuhi persyaratan operasional.

Menurutnya, kesiapan peralatan modifikasi cuaca menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Peralatan yang berfungsi dengan baik diperlukan agar pelaksanaan operasi modifikasi cuaca dapat dilakukan sesuai kebutuhan penanggulangan bencana.

BRIN bersama TNI AU berupaya memastikan seluruh tahapan pemeriksaan berlangsung secara cermat sebelum peralatan digunakan kembali.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari pemeliharaan infrastruktur teknologi yang telah tersedia agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Konsol Hujan Buatan Direncanakan Diperbaiki di Bandung

Setelah pemeriksaan awal selesai, konsol hujan buatan direncanakan dibawa ke Bandung untuk menjalani proses perbaikan.

Perbaikan tersebut bertujuan memulihkan kondisi teknis dan fungsi operasional peralatan agar dapat kembali digunakan dalam kegiatan modifikasi cuaca.

Agus mengatakan konsol baru dapat dimanfaatkan setelah seluruh tahapan perbaikan dan pemeriksaan kelayakan dinyatakan selesai.

"Perbaikan konsol ini merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan kembali peralatan yang telah dimiliki. Setelah seluruh proses perbaikan dan pemeriksaan kelayakan diselesaikan, kami berharap konsol tersebut dapat kembali mendukung pelaksanaan operasi modifikasi cuaca, terutama untuk kebutuhan penanggulangan karhutla," ujar Agus.

Proses perbaikan tersebut menjadi bagian dari persiapan pengaktifan kembali peralatan yang sebelumnya telah dimiliki.

BRIN belum menyampaikan jadwal pasti penyelesaian perbaikan maupun waktu konsol tersebut akan kembali digunakan dalam operasi modifikasi cuaca.

Operasi Modifikasi Cuaca Disiapkan untuk Mendukung Penanganan Karhutla

Pengaktifan kembali konsol hujan buatan diarahkan untuk memperkuat kesiapan teknologi dalam mendukung Operasi Modifikasi Cuaca.

OMC merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk mendukung penanganan bencana melalui upaya memodifikasi proses pembentukan hujan pada kondisi atmosfer yang memungkinkan.

Dalam penanggulangan karhutla, operasi tersebut dapat menjadi langkah pendukung bagi upaya pemadaman dan pengendalian kebakaran.

Agus menekankan bahwa pelaksanaan operasi modifikasi cuaca membutuhkan kesiapan teknis serta koordinasi antara berbagai lembaga terkait.

Karena itu, seluruh peralatan harus melalui pemeriksaan menyeluruh sebelum dinyatakan layak untuk digunakan.

Kesiapan tersebut diperlukan agar peralatan dapat mendukung pelaksanaan operasi ketika dibutuhkan untuk merespons ancaman kebakaran hutan dan lahan.

BRIN dan TNI AU Perkuat Kerja Sama Teknologi Penanggulangan Bencana

Kerja sama pengaktifan kembali konsol hujan buatan melibatkan kemampuan riset BRIN dan dukungan teknis pemeliharaan dari TNI AU.

BRIN berperan melalui kapasitas penelitian dan pengembangan teknologi modifikasi cuaca yang dimiliki lembaga tersebut.

Sementara itu, Tim Depohar 10 TNI AU memberikan dukungan pemeriksaan teknis untuk membantu proses pemulihan fungsi konsol.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat kesiapan peralatan agar kembali memenuhi kebutuhan operasional.

Agus mengatakan penanganan karhutla tidak hanya membutuhkan personel di lapangan, tetapi juga dukungan teknologi dan koordinasi antarlembaga.

Menurutnya, pemanfaatan kembali peralatan yang sudah tersedia menjadi salah satu langkah untuk mengoptimalkan infrastruktur teknologi penanggulangan bencana.

"Penanganan karhutla memerlukan kerja sama berbagai pihak. Melalui sinergi BRIN dan TNI AU, kami berharap peralatan modifikasi cuaca yang tersedia dapat dioptimalkan kembali sehingga dapat memberikan dukungan terhadap upaya penanggulangan bencana di berbagai wilayah Indonesia," tutur Agus Basuki.

Pengaktifan kembali konsol hujan buatan masih menunggu penyelesaian proses perbaikan dan pemeriksaan kelayakan sebelum dapat digunakan untuk mendukung operasi modifikasi cuaca.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026