HOME  ⁄  Nasional

Indonesia dan Australia Perkuat Kerja Sama Keamanan, Fokus Berantas Terorisme dan Penipuan Lintas Negara

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Indonesia dan Australia Perkuat Kerja Sama Keamanan, Fokus Berantas Terorisme dan Penipuan Lintas Negara
Foto: Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman bersama Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke memberikan keterangan pers terkait Pertemuan Ke-12 Indonesia-Australia Ministerial Council Meeting (MCM) on Law and Security di kawasan Jakarta Selatan, Kamis 22/10/2026 (sumber: ANTARA/Nadia Putri Rahmani)

Pantau - Indonesia dan Australia memperkuat kerja sama bilateral di bidang hukum dan keamanan melalui Pertemuan Ke-12 Indonesia-Australia Ministerial Council Meeting (MCM) on Law and Security yang diselenggarakan pada Kamis (22/10/2026).

Pertemuan tingkat menteri tersebut menghasilkan pernyataan bersama atau joint communique yang memuat sejumlah komitmen strategis kedua negara dalam menghadapi berbagai tantangan hukum dan keamanan.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI Dudung Abdurachman menyampaikan bahwa pernyataan bersama tersebut mencakup penguatan kemitraan strategis, peningkatan keamanan maritim, pemberantasan terorisme, penanganan kejahatan lintas negara, penguatan keamanan perbatasan, serta keamanan siber.

Hal tersebut disampaikan Dudung ketika ditemui di kawasan Jakarta Selatan seusai mengikuti pertemuan bilateral yang membahas berbagai isu strategis antara Indonesia dan Australia.

"Dokumen ini menjadi landasan bagi kedua negara untuk menindaklanjuti hasil pertemuan melalui kerja sama yang lebih konkret, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan hukum dan keamanan yang menjadi kepentingan bersama," kata Dudung.

Indonesia dan Australia Sepakati Penguatan Kerja Sama Keamanan

Dudung menjelaskan bahwa kerja sama antara Indonesia dan Australia memiliki peran penting dalam memperkuat koordinasi antarlembaga serta meningkatkan kapasitas kedua negara dalam menangani berbagai ancaman keamanan.

Menurutnya, perkembangan persoalan hukum dan keamanan saat ini semakin kompleks sehingga membutuhkan keterlibatan serta koordinasi yang lebih erat antarnegara.

Berbagai ancaman, termasuk terorisme, kejahatan lintas negara, dan serangan siber, dinilai tidak dapat ditangani secara mandiri oleh satu negara tanpa dukungan kerja sama internasional.

Karena itu, komunikasi berkelanjutan dan koordinasi yang efektif menjadi bagian penting dalam memperkuat kemampuan Indonesia dan Australia menghadapi tantangan keamanan bersama.

"Tantangan tersebut tidak dapat diselesaikan oleh satu negara saja, tetapi memerlukan komunikasi, koordinasi, dan kerja sama yang erat," ujarnya.

Dudung berharap hasil Pertemuan Ke-12 Indonesia-Australia MCM on Law and Security tidak hanya berhenti pada kesepakatan tertulis, tetapi dapat diwujudkan melalui berbagai langkah nyata.

Ia menekankan pentingnya tindak lanjut yang mampu memberikan manfaat langsung bagi keamanan masyarakat, mendukung kepentingan nasional kedua negara, serta menjaga stabilitas kawasan.

Pernyataan bersama yang dihasilkan dalam pertemuan tersebut akan menjadi dasar bagi Indonesia dan Australia untuk menyelaraskan langkah serta mengembangkan kerja sama yang lebih konkret di bidang hukum dan keamanan.

Australia Soroti Pusat Penipuan dan Kejahatan Terorganisasi

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke menyoroti perkembangan kejahatan terorganisasi lintas negara sebagai salah satu isu penting yang dibahas dalam pertemuan bilateral tersebut.

Salah satu bentuk kejahatan yang mendapat perhatian adalah keberadaan pusat penipuan atau scam centers yang menjadi tantangan bagi aparat penegak hukum dan otoritas keamanan di kawasan.

Tony menilai kerja sama antara Indonesia dan Australia diperlukan untuk memutus rantai kejahatan yang berkaitan dengan keberadaan pusat-pusat penipuan tersebut.

Penanganan kejahatan terorganisasi lintas negara membutuhkan koordinasi yang kuat karena aktivitas pelaku dapat melibatkan jaringan yang beroperasi di berbagai wilayah dan yurisdiksi.

Selain persoalan pusat penipuan, kedua negara turut membahas pentingnya peningkatan kemampuan dalam menghadapi ancaman keamanan berbasis teknologi.

Tony menegaskan bahwa Indonesia dan Australia perlu mengerahkan kemampuan terbaik masing-masing untuk memperkuat upaya penanganan berbagai ancaman yang terus berkembang.

Kedua Negara Dorong Penguatan Teknologi Keamanan Siber

Keamanan siber menjadi salah satu bidang prioritas dalam penguatan kerja sama hukum dan keamanan antara Indonesia dan Australia.

Tony menyampaikan bahwa penggunaan teknologi mutakhir perlu terus dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan kedua negara dalam menghadapi ancaman keamanan digital.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi harus didukung kemitraan bilateral yang semakin erat agar upaya penanganan ancaman dapat dilakukan secara efektif.

"Hal yang perlu kita lakukan, dan yang telah kita bicarakan hari ini, adalah terus memanfaatkan teknologi mutakhir, terus mengerahkan kapabilitas terbaik, namun melakukannya berlandaskan kemitraan yang semakin mendalam setiap tahunnya, serta persahabatan yang semakin erat setiap tahunnya," ucapnya.

Tony juga menyampaikan keyakinannya bahwa hasil pertemuan tersebut akan semakin memperkuat kedaulatan Indonesia dan Australia dalam bidang hukum dan keamanan.

Ia menilai peningkatan kerja sama bilateral dapat memberikan kontribusi terhadap perlindungan masyarakat serta keselamatan warga kedua negara.

"Keamanan masyarakat kita telah ditingkatkan melalui pertemuan hari ini. Keselamatan rakyat Indonesia dan rakyat Australia semakin terjamin melalui pertemuan hari ini," ujarnya.

Delapan Negara Akan Bahas Terorisme dalam Pertemuan Lanjutan

Setelah pelaksanaan Pertemuan Ke-12 Indonesia-Australia MCM on Law and Security, rangkaian kegiatan kerja sama keamanan dijadwalkan berlanjut melalui Pertemuan Ke-7 Sub-Regional Meeting on Counter Terrorism and Transnational Security (SRM).

Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat (23/10/2026) dengan melibatkan delapan negara untuk membahas berbagai tantangan keamanan di tingkat subregional.

Forum SRM menjadi kesempatan bagi negara-negara peserta untuk memperkuat kerja sama dalam menghadapi ancaman terorisme dan berbagai bentuk kejahatan lintas negara.

Melalui pertemuan tersebut, negara-negara peserta diharapkan dapat meningkatkan komunikasi, memperkuat koordinasi, serta mengembangkan upaya bersama dalam menjaga keamanan dan stabilitas kawasan.

Pertemuan lanjutan itu juga menjadi bagian dari upaya memperluas koordinasi keamanan dari tingkat bilateral menuju kerja sama yang melibatkan lebih banyak negara di kawasan.

Secara keseluruhan, Pertemuan Ke-12 Indonesia-Australia MCM on Law and Security menegaskan komitmen kedua negara untuk memperdalam kemitraan strategis, meningkatkan kemampuan menghadapi ancaman keamanan, serta menindaklanjuti berbagai kesepakatan melalui kerja sama konkret di tingkat bilateral dan regional.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026