HOME  ⁄  Nasional

Kemenekraf Dorong Budaya Lokal Jadi Andalan Gim Indonesia untuk Tembus Pasar Global

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Kemenekraf Dorong Budaya Lokal Jadi Andalan Gim Indonesia untuk Tembus Pasar Global
Foto: Direktur Gim Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) Luat Sihombing dalam acara “Tencent White Paper Launch” yang menjadi bagian dari World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta, Kamis 22/10/2026 (sumber: ANTARA/Livia Kristianti)

Pantau - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mendorong pengembang gim nasional memanfaatkan kekayaan budaya lokal Indonesia sebagai fondasi pengembangan permainan digital yang mampu menarik perhatian pemain internasional sekaligus memperkuat daya saing industri gim nasional.

Direktur Gim Kemenekraf, Luat Sihombing, mengatakan keberagaman budaya Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi konten gim yang menarik bagi pasar global tanpa menghilangkan identitas lokal.

Hal tersebut disampaikan Luat dalam acara Tencent White Paper Launch yang menjadi bagian dari World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta, Kamis.

Menurut Luat, sumber inspirasi pengembangan gim tidak terbatas pada budaya tradisional, tetapi juga mencakup fenomena populer, kebiasaan masyarakat, hingga meme yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Berbagai fenomena yang awalnya hanya dikenal masyarakat lokal tersebut dinilai berpeluang menjangkau pemain internasional apabila dikemas melalui pendekatan kreatif dan inovatif.

"Kami melihat para pengembang gim di Indonesia tetap berupaya untuk selalu relevan dan mengembangkan ekosistemnya di Indonesia. Bagaimana mereka mencoba menjangkau pasar global dengan menggunakan pendekatan berbeda. Dari konten lokal ke konten global, tapi, tetap menjaga kebudayaan lokal bisa masuk ke dalam gim mereka," ujar Luat.

Gim BUSSID Buktikan Konten Lokal Bisa Menarik Pemain Internasional

Luat mencontohkan keberhasilan gim Bus Simulator Indonesia (BUSSID) yang mampu menarik perhatian pemain dari Indonesia hingga mancanegara melalui pemanfaatan unsur budaya dan fenomena populer masyarakat.

Gim simulasi kendaraan tersebut menghadirkan berbagai elemen kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, mulai dari kendaraan khas hingga fenomena populer yang dekat dengan pengalaman pemain lokal.

Salah satu unsur yang diangkat dalam permainan tersebut adalah meme "om telolet om" yang sempat viral pada 2016 dan kembali menjadi perhatian setelah diangkat sebagai tema lagu oleh grup wanita No Na.

Menurut Luat, penggunaan meme dalam mekanisme permainan menjadi salah satu pendekatan kreatif yang mampu meningkatkan keterlibatan pemain sekaligus membangun komunitas pengguna yang loyal.

BUSSID dinilai berhasil mempertahankan basis pemain setia di Indonesia, sementara jumlah pengguna aktif bulanannya terus menunjukkan perkembangan hingga saat ini.

Keberhasilan tersebut juga terlihat dari kemampuan BUSSID menjangkau pemain internasional, termasuk pengguna dari India yang tertarik dengan permainan berlatar kehidupan masyarakat Indonesia.

"Mekanismenya, konten itu berkembang dengan meme yang dimasukkan ke dalam gim dan permainannya berhasil memiliki pemain yang benar-benar loyal di Indonesia. Itu sangat menarik dan itu terus dikembangkan. Kesuksesannya terlihat dari pengguna aktif bulanannya yang terus berkembang sampai sekarang. Bahkan mereka bisa menarik pemain dari India juga," ungkap Luat.

Luat menilai keberhasilan BUSSID dapat menjadi inspirasi bagi pengembang gim pemula maupun pengembang independen untuk memanfaatkan karakteristik budaya Indonesia sebagai keunggulan dalam menghadapi persaingan pasar internasional.

Pemerintah Siapkan Revisi Perpres untuk Perkuat Industri Gim Nasional

Selain mendorong pemanfaatan budaya lokal, Kemenekraf juga berupaya memperkuat ekosistem industri gim nasional melalui penyusunan dan penyempurnaan kebijakan yang mendukung pertumbuhan sektor tersebut.

Salah satu langkah yang tengah disiapkan pemerintah adalah revisi Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2024 tentang Percepatan Pengembangan Industri Gim Nasional.

Revisi regulasi tersebut bertujuan meningkatkan efektivitas kebijakan pemerintah dalam mendukung pengembangan ekosistem industri gim, termasuk memberikan ruang pertumbuhan yang lebih luas bagi pelaku usaha dan pengembang nasional.

Dukungan regulasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan pengembang gim Indonesia dalam menghasilkan produk kreatif yang mampu bersaing di pasar internasional.

Industri Gim Indonesia Raup Rp23 Triliun, Diproyeksikan Tembus Rp59 Triliun pada 2030

Sementara itu, laporan Tencent White Paper yang disusun firma konsultan kebijakan publik Access Partnership mengungkapkan kontribusi industri gim terhadap perekonomian Indonesia terus menunjukkan potensi pertumbuhan.

Laporan berjudul The Video Game Industry: Unlocking the Next Level of Economic and Social Development in Southeast Asia tersebut mencatat industri gim Indonesia menghasilkan total pendapatan sebesar 1,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp23 triliun pada 2025.

Selain menghasilkan pendapatan, industri gim nasional juga tercatat menciptakan 257.400 lapangan pekerjaan pada 2025 yang mencakup berbagai aktivitas dalam ekosistem pengembangan dan distribusi permainan digital.

Kontribusi ekonomi sektor tersebut diproyeksikan meningkat hingga 2030 dengan potensi pendapatan mencapai 3,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp59 triliun.

Dari sisi ketenagakerjaan, industri gim Indonesia diperkirakan mampu menciptakan 476.000 lapangan pekerjaan pada 2030, meningkat dibandingkan capaian pada 2025.

Proyeksi tersebut menunjukkan adanya peluang pertumbuhan industri gim nasional dari sisi pendapatan dan penyerapan tenaga kerja seiring dengan penguatan ekosistem industri serta perluasan akses ke pasar internasional.

Melalui pemanfaatan kekayaan budaya lokal, peningkatan kreativitas pengembang, dan dukungan regulasi pemerintah, industri gim Indonesia diharapkan mampu memperkuat daya saing global sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026