HOME  ⁄  Nasional

Indonesia Berikan Beasiswa kepada 76 Mahasiswa Papua Nugini dan Kepulauan Solomon di Berbagai Perguruan Tinggi

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Indonesia Berikan Beasiswa kepada 76 Mahasiswa Papua Nugini dan Kepulauan Solomon di Berbagai Perguruan Tinggi
Foto: Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Port Moresby Arief Kusdwiadnanto (sumber: ANTARA/Evarukdijati)

Pantau - Pemerintah Indonesia memberikan beasiswa pendidikan kepada 76 mahasiswa asal Papua Nugini (PNG) dan Kepulauan Solomon yang saat ini sedang menempuh pendidikan di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia melalui berbagai program bantuan pendidikan.

Program tersebut disampaikan Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Port Moresby, Arief Kusdwiadnanto, dalam keterangannya yang disampaikan dari Jayapura, Jumat (23/10/2026).

Sebanyak 76 mahasiswa penerima beasiswa tersebut tersebar di berbagai perguruan tinggi Indonesia dengan mengikuti program pendidikan sesuai bidang studi masing-masing.

Beberapa perguruan tinggi yang menjadi tujuan pendidikan mereka antara lain Institut Teknologi Surabaya, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Padjadjaran (Unpad), serta Universitas Syiah Kuala di Banda Aceh.

Arief menjelaskan bahwa bantuan pendidikan tersebut berasal dari sejumlah skema beasiswa yang disediakan Pemerintah Indonesia maupun perguruan tinggi.

Program tersebut meliputi beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB), The Indonesian Aid (TIAS), serta beasiswa mandiri yang diselenggarakan masing-masing perguruan tinggi.

Sebanyak 36 Mahasiswa Papua Nugini dan Kepulauan Solomon Terima Beasiswa pada 2026

Arief mengungkapkan bahwa khusus pada 2026, sebanyak 36 mahasiswa asal Papua Nugini dan Kepulauan Solomon memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Indonesia.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 26 mahasiswa berasal dari Kepulauan Solomon, sedangkan 10 mahasiswa lainnya berasal dari Papua Nugini.

Para penerima beasiswa mendapatkan kesempatan mengikuti pendidikan di sejumlah perguruan tinggi Indonesia melalui program yang memiliki ketentuan dan persyaratan masing-masing.

Menurut Arief, sebagian besar mahasiswa dari kedua negara tersebut memilih program studi yang berkaitan dengan ekonomi, pertanian, teknik, dan kesehatan.

Bidang pendidikan tersebut menjadi pilihan utama mahasiswa penerima beasiswa yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Melalui program KNB, TIAS, dan beasiswa perguruan tinggi, mahasiswa asing memperoleh kesempatan mengembangkan kemampuan akademik sekaligus mengenal sistem pendidikan di Indonesia.

Selain memberikan beasiswa kepada mahasiswa perguruan tinggi, Pemerintah Indonesia juga menyediakan bantuan pendidikan bagi lima pelajar yang saat ini sedang menempuh pendidikan di Jambi.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari dukungan pendidikan yang disampaikan Atdikbud KBRI Port Moresby bagi pelajar dan mahasiswa penerima beasiswa.

Mahasiswa Asing Wajib Belajar Bahasa Indonesia Sebelum Kuliah

Sebelum memulai pendidikan di perguruan tinggi Indonesia, mahasiswa penerima beasiswa diwajibkan mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia sebagai bagian dari persiapan akademik.

Program pembelajaran tersebut dilaksanakan melalui dua jalur, yakni kursus bahasa Indonesia yang diselenggarakan KBRI Port Moresby dan pembelajaran langsung di Indonesia.

Pembekalan kemampuan berbahasa Indonesia bertujuan membantu mahasiswa asing memahami materi perkuliahan, berkomunikasi dengan dosen, serta berinteraksi dengan mahasiswa lainnya.

Kemampuan berbahasa Indonesia juga diperlukan agar mahasiswa penerima beasiswa dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan dan kehidupan sosial selama berada di Indonesia.

Arief menjelaskan bahwa KBRI Port Moresby telah menyediakan tenaga pengajar bahasa Indonesia bagi masyarakat Papua Nugini yang berminat mempelajari bahasa Indonesia.

Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan warga Papua Nugini yang berencana melanjutkan pendidikan di Indonesia agar memiliki kemampuan komunikasi sebelum mengikuti perkuliahan.

“KBRI di Port Moresby menyediakan guru untuk warga PNG yang ingin belajar Bahasa Indonesia, sehingga memudahkan saat menempuh pendidikan di Indonesia,” kata Arief Kusdwiadnanto yang dihubungi dari Jayapura.

KBRI Port Moresby Dukung Akses Pendidikan Warga Papua Nugini

Keberadaan fasilitas pembelajaran bahasa Indonesia di KBRI Port Moresby menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program beasiswa bagi warga Papua Nugini.

Melalui pembelajaran tersebut, calon mahasiswa dapat mempersiapkan kemampuan bahasa yang dibutuhkan untuk mengikuti kegiatan akademik di perguruan tinggi Indonesia.

Program beasiswa yang disediakan Pemerintah Indonesia juga membuka kesempatan bagi mahasiswa Papua Nugini dan Kepulauan Solomon untuk memperoleh pengalaman pendidikan serta mengenal budaya dan kehidupan masyarakat Indonesia.

Selain memperluas akses pendidikan tinggi, program tersebut menjadi sarana penguatan hubungan pendidikan antara Indonesia dengan kedua negara di kawasan Pasifik.

Keterlibatan berbagai perguruan tinggi dalam penyelenggaraan beasiswa turut memberikan pilihan bidang studi bagi mahasiswa sesuai minat dan kebutuhan pendidikan mereka.

Berdasarkan data Atdikbud KBRI Port Moresby, sebanyak 76 mahasiswa asal Papua Nugini dan Kepulauan Solomon saat ini menempuh pendidikan di Indonesia melalui berbagai skema beasiswa.

Dari keseluruhan penerima tersebut, sebanyak 36 mahasiswa tercatat memperoleh beasiswa pada 2026, terdiri atas 26 mahasiswa asal Kepulauan Solomon dan 10 mahasiswa asal Papua Nugini.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026