
Pantau - Eksekutif Nasional Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EN-LMND) mengapresiasi keterlibatan Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) dalam membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah sebagai bentuk nyata semangat gotong royong dan solidaritas sosial.
Sekretaris Jenderal EN-LMND, Julfikar Hasan, menilai keterlibatan kader dan anggota Karang Taruna menunjukkan peran penting organisasi kepemudaan dalam membantu masyarakat yang menghadapi bencana.
Menurutnya, kontribusi Karang Taruna tidak hanya dilakukan melalui pengerahan personel ke lokasi terdampak, tetapi juga melalui pengumpulan dan penyaluran bantuan logistik bagi masyarakat.
"Melalui semangat gotong royong, kader dan anggota Karang Taruna mengambil bagian dalam upaya membantu masyarakat terdampak, baik melalui keterlibatan di lapangan maupun pengumpulan dan mobilisasi bantuan logistik," ujar Julfikar dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Julfikar menegaskan bahwa keterlibatan tersebut dapat menjadi contoh bagi organisasi kepemudaan lainnya untuk mengambil peran aktif ketika masyarakat menghadapi situasi darurat akibat bencana.
LMND Nilai Karang Taruna Tunjukkan Kepemimpinan dan Solidaritas Sosial
Julfikar mengapresiasi kepemimpinan Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna yang dinilai mampu menggerakkan kader dan anggota organisasi untuk membantu masyarakat terdampak karhutla.
Menurutnya, kepemimpinan organisasi kepemudaan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, terutama ketika masyarakat membutuhkan bantuan dalam menghadapi bencana.
"Ketua Umum PNKT telah menunjukkan pentingnya kepemimpinan yang mampu menggerakkan semangat gotong royong. Ketika masyarakat menghadapi bencana, yang dibutuhkan bukan sekadar keprihatinan dan pernyataan, tetapi kesediaan untuk bergerak, membantu, dan meringankan beban rakyat," tegas Julfikar.
Ia menilai Karang Taruna memiliki peran strategis karena tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat serta mempunyai jaringan sosial yang menjangkau hingga tingkat lokal.
Kedekatan tersebut dinilai menjadi kekuatan dalam menggerakkan partisipasi warga, membangun kepedulian bersama, dan memperkuat solidaritas ketika menghadapi persoalan sosial maupun bencana.
Julfikar menambahkan bahwa semangat gotong royong yang ditunjukkan Karang Taruna menegaskan pentingnya keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam penanganan bencana.
LMND Ingatkan Pemerintah Tetap Bertanggung Jawab Tangani Karhutla
Meski mengapresiasi keterlibatan organisasi kepemudaan, EN-LMND mengingatkan bahwa partisipasi masyarakat tidak boleh dijadikan alasan bagi pemerintah untuk mengurangi tanggung jawab dalam menangani kebakaran hutan dan lahan.
Julfikar menegaskan bahwa negara tetap memiliki kewajiban utama untuk memastikan pencegahan, pengawasan, penanganan, dan pemulihan dampak karhutla berjalan secara optimal.
EN-LMND secara khusus meminta Kementerian Kehutanan memperkuat perlindungan kawasan hutan serta meningkatkan pengawasan terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Menurut organisasi tersebut, karhutla tidak hanya berkaitan dengan persoalan teknis pengelolaan hutan, tetapi juga menyangkut masalah ekologis, sosial, dan kemanusiaan.
Kebakaran hutan dan lahan dapat menimbulkan ancaman terhadap kesehatan masyarakat, merusak ekosistem, serta mengganggu mata pencaharian warga yang menggantungkan kehidupan pada sumber daya alam.
Kerusakan lingkungan akibat karhutla juga berpotensi memengaruhi keberlanjutan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan.
Karena itu, EN-LMND mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pencegahan, sistem pengawasan, mekanisme penanganan kebakaran, dan pemulihan kawasan terdampak.
Pemerintah Diminta Perkuat Koordinasi dan Pengawasan Kawasan Rawan Kebakaran
EN-LMND mendorong pemerintah pusat memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah agar penanganan karhutla dapat dilakukan secara lebih terintegrasi sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
Koordinasi tersebut juga perlu melibatkan organisasi kepemudaan, kelompok relawan, dan masyarakat setempat yang memiliki peran dalam mendukung penanganan bencana.
Menurut EN-LMND, kerja sama berbagai pihak harus dimulai sejak tahap pencegahan, bukan hanya ketika kebakaran telah terjadi.
Salah satu langkah yang didorong adalah penguatan edukasi lingkungan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian hutan.
Pemerintah dan masyarakat juga diminta meningkatkan pengawasan terhadap kawasan yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran tinggi agar potensi munculnya titik api dapat diketahui lebih awal.
Selain itu, EN-LMND meminta pemerintah meningkatkan transparansi informasi mengenai perkembangan dan pelaksanaan penanganan karhutla di berbagai daerah.
Keterbukaan informasi dinilai penting agar masyarakat dapat mengetahui langkah pemerintah sekaligus berpartisipasi dalam mengawasi pelaksanaan kebijakan penanganan kebakaran hutan dan lahan.
LMND Desak Penegakan Hukum Tegas terhadap Pelaku Pembakaran Hutan
EN-LMND juga mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab atas pembakaran hutan dan lahan.
Penegakan hukum tersebut harus dilakukan sesuai ketentuan peraturan yang berlaku untuk memberikan kepastian hukum dan mencegah terulangnya kasus serupa.
Menurut EN-LMND, penanganan karhutla membutuhkan keseimbangan antara partisipasi masyarakat, tanggung jawab pemerintah, perlindungan lingkungan, dan penegakan hukum.
Organisasi tersebut juga mendorong agar proses pemulihan setelah bencana mendapat perhatian, termasuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan terhadap aktivitas sosial dan mata pencaharian.
Gotong Royong Karang Taruna Didorong Jadi Gerakan Berkelanjutan
Julfikar berharap semangat gotong royong yang ditunjukkan kader dan anggota Karang Taruna tidak berhenti pada kegiatan bantuan saat bencana berlangsung.
Menurutnya, keterlibatan organisasi kepemudaan perlu dikembangkan menjadi gerakan sosial berkelanjutan yang mendukung perlindungan lingkungan dan penguatan solidaritas masyarakat.
EN-LMND menilai partisipasi Karang Taruna merupakan modal sosial penting untuk meningkatkan kesadaran ekologis sekaligus membangun ketahanan masyarakat menghadapi ancaman bencana lingkungan.
Melalui penguatan koordinasi pemerintah, keterlibatan organisasi kepemudaan, peningkatan edukasi lingkungan, serta pengawasan dan penegakan hukum, EN-LMND berharap penanganan karhutla dapat berjalan lebih efektif.
Organisasi tersebut menegaskan bahwa kerja sama antara pemerintah dan masyarakat harus terus diperkuat, mulai dari pencegahan kebakaran hingga pemulihan kehidupan warga setelah bencana.
- Penulis :
- Arian Mesa




