HOME  ⁄  Nasional

Siswa Sekolah Rakyat Raih Prestasi Olimpiade Bahasa Asing 2026, Budisatrio Djiwandono Berikan Apresiasi dan Bantuan Pendidika

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Siswa Sekolah Rakyat Raih Prestasi Olimpiade Bahasa Asing 2026, Budisatrio Djiwandono Berikan Apresiasi dan Bantuan Pendidika
Foto: Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) Budisatrio Djiwandono mengapresiasi berbagai inovasi sosial yang dikembangkan pemuda dan masyarakat serta prestasi siswa Sekolah Rakyat dalam Olimpiade Bahasa Asing di malam penganugerahan Bulan Bakti Nasional Karang Taruna (BBNKT) 2026 di Yogyakarta, Jum'at (23/10/2026).

Pantau - Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) Budisatrio Djiwandono mengapresiasi keberhasilan siswa Sekolah Rakyat meraih prestasi dalam Olimpiade Bahasa Asing pada rangkaian Bulan Bakti Nasional Karang Taruna (BBNKT) 2026 di Yogyakarta, Jumat (23/10/2026).

Prestasi tersebut diraih siswa dari berbagai daerah dalam tiga kategori perlombaan, yakni Bahasa Inggris, Bahasa Arab, dan Bahasa Mandarin.

Budisatrio menilai keberhasilan para siswa membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menghalangi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi apabila mendapatkan kesempatan pendidikan yang setara.

“Saya sangat berbahagia dan bangga melihat putra-putri kita tidak kalah dari siswa sekolah lain. Mungkin latar belakang mereka kurang mampu, tetapi mereka menunjukkan bahwa mereka setara dan mampu berprestasi jika diberikan kesempatan,” ujar Budisatrio.

Selain memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi, kegiatan BBNKT 2026 juga menjadi ajang apresiasi terhadap inovasi sosial yang dikembangkan masyarakat dan pemuda Karang Taruna.

Siswa Sekolah Rakyat Raih Juara Olimpiade Bahasa Inggris, Arab, dan Mandarin

Dalam kategori Bahasa Inggris, Misfan Nazriel dari SRMA 13 Bekasi berhasil meraih juara pertama.

Posisi kedua diraih Novia Ariyani dari SRMA 38 Lombok Timur, sedangkan juara ketiga ditempati Andi Melisa S dari SRT 33 Tanjungpinang.

Sementara itu, Liana dari SRT 1 Gresik memperoleh juara harapan pertama.

Pada kategori Bahasa Arab, Andi Zahra Syahwah dari SRT 1 Jakarta Pusat berhasil menjadi juara pertama.

Muh Fathur Rahman dari SRMA 38 Lombok Timur meraih juara kedua, sedangkan Hazmi Ariansyah dari SRT 2 Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menempati posisi ketiga.

Juara harapan pertama kategori Bahasa Arab diraih Sabri Maulana Fajar dari SRMA 6 Kota Bengkulu.

Untuk kategori Bahasa Mandarin, Siti Safarahayu dari SRMA 31 Pekanbaru berhasil meraih juara pertama.

Ferdin Radiel Zebua dari SRMA 4 Padang memperoleh juara kedua, sedangkan Nur Asyifa Syafira dari SRT 1 Buton Tengah meraih juara ketiga.

Adapun Meyda Nur Aisyiah dari SRMA 2 Samarinda memperoleh juara harapan pertama.

Pemenang Olimpiade Dapat Bantuan Rumah, Uang Tunai, dan KIP

Selain memperoleh penghargaan akademik, para siswa Sekolah Rakyat yang memenangkan Olimpiade Bahasa Asing juga mendapatkan dukungan bantuan sosial dan pendidikan.

Bantuan tersebut meliputi Rumah Sejahtera Terpadu (RST), uang tunai, serta Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Dukungan itu diberikan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus menunjang keberlanjutan pendidikan para siswa.

Bantuan tersebut juga diharapkan dapat memotivasi siswa untuk terus mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi yang lebih tinggi.

Budisatrio menegaskan pentingnya membuka kesempatan yang setara bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Menurutnya, kesempatan pendidikan dapat menjadi sarana bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan dan mengembangkan potensi mereka.

Karang Taruna Berikan Hadiah Rp10 Juta bagi Lima Inovator Terbaik

Selain Olimpiade Bahasa Asing, BBNKT 2026 juga memberikan penghargaan kepada peserta Pekan Inovasi Sosial.

Sebanyak lima karya terbaik mendapatkan uang pembinaan masing-masing sebesar Rp10 juta.

Kelima inovasi tersebut adalah "Dari Sampah Organik Menjadi Siklus Pangan" karya Anggun Tri Cahyanto, "Biokonversi Sampah Organik" karya Dimas Febrianta Nugroho, dan "Lingkungan Hidup Pariwisata" karya Eko Sujarno.

Dua karya lainnya adalah "Laboratorium Sedusun" karya Kris Meilda Setiawati serta "Aquaponik Drum" karya Mona Losinta.

Sementara itu, lima inovator lainnya yang masuk dalam kelompok sepuluh besar mendapatkan uang pembinaan masing-masing sebesar Rp5 juta.

Kelima karya tersebut meliputi "Edukasi Pertanian Rombo Depok" karya Arif Rahman O, "Terkam (Ternak Kambing) Terpadu" karya Marini, dan "Sego Warisan Simbah" karya Miarsih.

Dua inovasi lainnya adalah "Kalfis" karya Muh Ahsanul Fikri serta "Budidaya Bebek Petelur Terpadu" karya Surono.

Berbagai karya tersebut mengangkat persoalan lingkungan, pertanian, peternakan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kepada semua yang mengikuti Pekan Inovasi Sosial DIY, semoga inovasi ini bisa berdampak kepada masyarakat luas,” ujar Budisatrio.

BBNKT 2026 Angkat Tema Bersatu, Bergerak, Berdampak

Penyelenggaraan Bulan Bakti Nasional Karang Taruna 2026 mengusung tema “Bersatu, Bergerak, Berdampak”.

Kegiatan tersebut menjadi ajang pemberian penghargaan kepada pemuda dan masyarakat yang mengembangkan inovasi serta kegiatan sosial di lingkungan masing-masing.

Budisatrio menjelaskan bahwa Karang Taruna lahir dari kepedulian masyarakat di sebuah lingkungan kecil di Jakarta sebelum berkembang hingga menjangkau berbagai desa di Indonesia.

Menurutnya, perkembangan organisasi tersebut menunjukkan pentingnya gotong royong dan kepedulian sosial dalam membantu masyarakat.

Ia menegaskan bahwa pengabdian sosial memerlukan kerja sama antara individu, kelompok masyarakat, pemerintah, dan berbagai pihak lainnya.

Lima Daerah Mendapat Apresiasi atas Dukungan terhadap Karang Taruna

Dalam rangkaian BBNKT 2026, penghargaan juga diberikan kepada kepala daerah yang berperan sebagai pembina umum Karang Taruna tingkat kabupaten.

Lima daerah yang disebut masuk dalam daftar penerima penghargaan adalah Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Semarang, Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Bandung, dan wilayah di Bali.

Budisatrio menilai dukungan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan kegiatan sosial Karang Taruna.

“Ini membesarkan hati kita karena kita tidak sendirian dalam memberikan pengabdian, bantuan, dan sentuhan kepada saudara-saudara kami yang sangat membutuhkan,” tuturnya.

Ia mengajak seluruh kader Karang Taruna memperkuat kebersamaan dan melanjutkan kontribusi sosial bagi masyarakat.

Budisatrio juga menekankan pentingnya memberikan ruang kepada generasi muda untuk berperan dalam pembangunan nasional.

“Kami membuka kesempatan, harapan, mimpi bagi anak-anak muda yang ingin membangun bangsa ini melalui perjuangan, pergerakan, dan pembangunan sosial yang berdampak kepada masyarakat luas,” pungkasnya.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026