HOME  ⁄  Nasional

Pramono Anung Resmikan Puskesmas Taman Sari Jakarta Barat, Fasilitas Baru Layani 124.500 Warga hingga Ibu Hamil dan Lansia

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pramono Anung Resmikan Puskesmas Taman Sari Jakarta Barat, Fasilitas Baru Layani 124.500 Warga hingga Ibu Hamil dan Lansia
Foto: (Sumber :Petugas sedang melayani pasien di Puskesmas Taman Sari, Jakarta Barat, Senin (26/10/2026). ANTARA/Lifia Mawaddah Putri.)

Pantau - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meresmikan Puskesmas Taman Sari di Jakarta Barat, Senin (26/10/2026), dengan fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih lengkap untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, mulai dari ibu hamil, bayi, hingga lanjut usia (lansia).

Puskesmas tersebut dibangun di lokasi baru yang lebih luas untuk meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di kawasan Taman Sari yang memiliki kepadatan penduduk tinggi.

Pramono mengatakan fasilitas yang tersedia di Puskesmas Taman Sari kini memungkinkan masyarakat memperoleh berbagai layanan kesehatan, termasuk pelayanan bagi ibu hamil.

“Tadi saya melihat fasilitasnya menurut saya luar biasa, karena ini di daerah yang padat penduduk. Hampir semua layanan diberikan termasuk untuk ibu hamil, bahkan untuk ibu hamil bisa rawat di sini,” kata Pramono setelah meninjau fasilitas puskesmas tersebut.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap keberadaan fasilitas kesehatan yang lebih lengkap dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dasar.

Puskesmas Taman Sari Dilengkapi Senam Kehamilan hingga Fasilitas Kebugaran

Pramono menjelaskan bahwa Puskesmas Taman Sari menyediakan berbagai fasilitas yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat dari berbagai kelompok usia.

Selain pelayanan kesehatan umum, puskesmas tersebut memiliki layanan kelas senam kehamilan untuk mendukung kesehatan ibu selama masa kehamilan.

Fasilitas pijat bayi juga tersedia sebagai bagian dari pelayanan kesehatan bagi bayi dan keluarga.

Tidak hanya itu, Puskesmas Taman Sari dilengkapi tempat kebugaran atau gym serta kegiatan senam yang diperuntukkan bagi kelompok lansia.

Berbagai layanan tersebut menjadi bagian dari pengembangan fasilitas kesehatan yang tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga mendukung kegiatan pemeliharaan kesehatan masyarakat.

Dengan fasilitas yang lebih luas, kegiatan pelayanan dan aktivitas kesehatan di puskesmas dapat dilaksanakan secara lebih optimal.

Puskesmas Baru Mampu Layani 124.500 Warga

Pramono mengungkapkan bahwa Puskesmas Taman Sari dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 976 meter persegi.

Sementara itu, luas bangunan fasilitas kesehatan tersebut mencapai sekitar 2.725 meter persegi.

Dengan kapasitas tersebut, Puskesmas Taman Sari diproyeksikan mampu melayani kebutuhan kesehatan sekitar 124.500 penduduk.

Jumlah kunjungan pasien setiap harinya diperkirakan mencapai rata-rata 500 orang.

“Dan fasilitas ini bisa melayani kurang lebih 124.500 jiwa, dengan rata-rata kunjungan setiap harinya 500 jiwa atau pasien. Dan puskesmas ini didukung oleh lima puskesmas pembantu, dan juga 63 posyandu,” kata Pramono.

Keberadaan lima puskesmas pembantu dan 63 pos pelayanan terpadu (posyandu) menjadi bagian dari jaringan pelayanan kesehatan yang mendukung operasional Puskesmas Taman Sari.

Dukungan fasilitas tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Jakarta Barat.

Puskesmas Taman Sari Tetap Sediakan Layanan Kesehatan 24 Jam

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati menjelaskan bahwa Puskesmas Taman Sari sebelumnya berlokasi di Jalan Blustru, Jakarta Barat.

Namun, bangunan lama dinilai memiliki keterbatasan ruang sehingga belum dapat mendukung pengembangan pelayanan secara maksimal.

Menurut Ani, fasilitas di lokasi sebelumnya lebih sesuai dengan standar puskesmas pembantu karena ukuran bangunannya relatif sempit.

Pemindahan ke lokasi baru dilakukan agar kegiatan pelayanan kesehatan dapat berlangsung di tempat yang lebih luas dan memungkinkan penambahan berbagai layanan.

“ Tetapi lokasi di yang lama itu sangat sempit karena memang standarnya adalah standar puskesmas pembantu. Dengan berpindah ke sini, aktivitas kegiatannya menjadi lebih lapang dan kami mengembangkan lebih banyak lagi layanan, terutama layanan untuk kunjungan sehat,” papar Ani.

Ani menegaskan bahwa secara umum Puskesmas Taman Sari tetap menyediakan pelayanan kesehatan selama 24 jam sebagaimana fasilitas sebelumnya.

Pengembangan di lokasi baru terutama dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan serta memperluas jenis kegiatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Bangunan Puskesmas Lama Tetap Dimanfaatkan untuk Pelayanan Warga

Meski Puskesmas Taman Sari telah berpindah ke lokasi baru, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan bangunan lama di Jalan Blustru tidak ditinggalkan.

Ani menjelaskan bahwa fasilitas kesehatan tersebut tetap digunakan untuk mendukung pelayanan masyarakat.

Bangunan lama kini dialihfungsikan menjadi Puskesmas Pembantu (Pustu) Taman Sari.

Dengan demikian, masyarakat masih dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan di lokasi sebelumnya sesuai dengan fungsi pelayanan puskesmas pembantu.

Keberadaan puskesmas baru dan pemanfaatan bangunan lama menjadi bagian dari penguatan jaringan pelayanan kesehatan di kawasan Taman Sari.

Melalui fasilitas baru yang mampu melayani sekitar 124.500 warga serta didukung lima puskesmas pembantu dan 63 posyandu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya meningkatkan jangkauan dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026