HOME  ⁄  Nasional

Hujan Dua Hari Padamkan Karhutla di 7 Titik TN Berbak Jambi, Polisi Tangani 91 Kasus dan Tetapkan 18 Tersangka

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Hujan Dua Hari Padamkan Karhutla di 7 Titik TN Berbak Jambi, Polisi Tangani 91 Kasus dan Tetapkan 18 Tersangka
Foto: Personel gabungan tengah melakukan proses pendinginan di kawasan TN Berbak dan Sembilang wilayah Desa Rantau Rasau Kecamatan Berbak Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Senin 26/10/2026 (sumber: TN Berbak dan Sembilang)

Pantau - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tujuh titik kawasan Taman Nasional (TN) Berbak, Provinsi Jambi, berhasil dipadamkan setelah hujan mengguyur wilayah tersebut selama dua hari berturut-turut, sementara petugas gabungan masih melakukan pendinginan lahan gambut untuk mencegah munculnya kembali titik api.

Kepala Balai Taman Nasional Berbak dan Sembilang, Yunaidi, menyampaikan bahwa hujan membantu mempercepat penanganan kebakaran di sejumlah lokasi yang sebelumnya terdampak karhutla.

"Alhamdulillah, hujan selama dua hari sudah memadamkan tujuh lokasi kawasan TN yang terbakar," kata Yunaidi dalam keterangannya di Jambi, Senin (26/10/2026).

Meski api di tujuh lokasi telah padam, personel gabungan dari Manggala Agni, Polisi Kehutanan (Polhut), Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) masih bersiaga di lapangan.

Petugas saat ini memprioritaskan proses pendinginan tanah gambut karena sisa pembakaran dapat bertahan di bawah permukaan tanah dan berpotensi memicu kebakaran kembali.

Sementara itu, Satuan Tugas Karhutla Provinsi Jambi juga mencatat sebanyak 91 kasus kebakaran hutan dan lahan dalam penanganan aparat penegak hukum, dengan 18 orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Pendinginan Karhutla Dilakukan di Sejumlah Desa Kabupaten Tanjung Jabung Timur

Proses pendinginan kebakaran masih berlangsung di sejumlah wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, terutama kawasan yang berada di sekitar Taman Nasional Berbak.

Salah satu lokasi yang menjadi fokus penanganan adalah Desa Rantau Rasau, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Selain itu, petugas juga melakukan pendinginan di Desa Labuhan Pering, Sungai Sayang, Sungai Cemara, dan Air Hitam Dalam yang berada di Kecamatan Sadu.

Pendinginan dilakukan untuk memastikan sisa pembakaran pada lapisan gambut benar-benar padam sehingga tidak menimbulkan titik api baru.

Karakteristik lahan gambut yang dapat menyimpan bara di bawah permukaan tanah membuat petugas tetap harus melakukan pemeriksaan meskipun api di permukaan telah padam.

Balai Taman Nasional Berbak dan Sembilang hingga saat ini belum dapat memastikan total luas lahan yang terbakar dalam kawasan taman nasional tersebut.

Yunaidi menjelaskan bahwa penghitungan luas lahan terdampak belum dilakukan karena petugas gabungan masih memprioritaskan penanganan sisa kebakaran.

"Belum (luas lahan belum bisa dihitung)," tambah Yunaidi.

Penghitungan akhir luas lahan yang terbakar akan dilakukan setelah proses penanganan di lapangan memungkinkan dilaksanakannya pendataan secara menyeluruh.

Satgas Karhutla Jambi Catat 11,5 Hektare Lahan TN Berbak Masih Ditangani

Berdasarkan data Satuan Tugas Karhutla Provinsi Jambi pada Minggu (25/10/2026), sejumlah lahan terbakar di beberapa kabupaten masih berada dalam tahap pemadaman maupun pendinginan.

Di kawasan Taman Nasional Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, tercatat sekitar 11,5 hektare lahan masih dalam proses pemadaman berdasarkan laporan tersebut.

Selain itu, sekitar 2,2 hektare lahan di kawasan taman nasional telah memasuki tahap pendinginan.

Sementara itu, di Kabupaten Muaro Jambi, sekitar satu hektare lahan tercatat masih dalam tahap pemadaman dan dua hektare lainnya menjalani pendinginan.

Untuk wilayah Kabupaten Batang Hari dan Kabupaten Sarolangun, laporan Satgas Karhutla tidak menemukan titik api atau firespot.

Meski tidak ditemukan titik api, sekitar tiga hektare lahan di kedua kabupaten tersebut masih berada dalam tahap pendinginan.

Data tersebut merupakan kondisi penanganan karhutla yang dilaporkan sebelum hujan membantu memadamkan tujuh lokasi kebakaran di kawasan Taman Nasional Berbak.

Polisi Tangani 91 Kasus Karhutla di Jambi, 18 Orang Jadi Tersangka

Selain melakukan pemadaman dan pendinginan, Satgas Karhutla Provinsi Jambi terus menjalankan proses penegakan hukum terhadap berbagai kasus kebakaran hutan dan lahan.

Berdasarkan data penegakan hukum Satgas Karhutla, sebanyak 91 kasus karhutla tercatat sedang ditangani aparat terkait.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 71 kasus masih berada dalam tahap penyelidikan, sedangkan 20 kasus lainnya telah memasuki tahap penyidikan.

Dalam penanganan kasus tersebut, aparat penegak hukum telah menetapkan sebanyak 18 orang sebagai tersangka.

Proses penegakan hukum tersebut berjalan bersamaan dengan upaya pemadaman dan pendinginan di sejumlah wilayah terdampak kebakaran.

Manggala Agni Kerahkan 104 Personel Tambahan dari Jambi dan Riau

Untuk memperkuat penanganan karhutla, Manggala Agni telah mengerahkan sebanyak 104 personel bantuan dari berbagai daerah operasi di Jambi dan Riau sejak awal Oktober 2026.

Personel tersebut ditempatkan di sejumlah wilayah terdampak, termasuk kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Orang Kayo Hitam dan beberapa lokasi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Di kawasan Tahura Orang Kayo Hitam, sebanyak 34 personel dari tiga daerah operasi Manggala Agni dikerahkan untuk menangani kebakaran di wilayah Kelurahan Tanjung hingga Gedong Karya dan Seponjen.

Manggala Agni Daops Kota Jambi I menurunkan 12 personel dengan dukungan tiga unit mesin pemadam dan 20 rol selang.

Jumlah personel yang sama juga dikerahkan Manggala Agni Daops Muara Tebo dengan perlengkapan tiga unit mesin pemadam dan 20 rol selang.

Sementara itu, Manggala Agni Daops Kota Jambi II mengerahkan 10 personel yang dilengkapi tiga unit mesin pemadam dan 25 rol selang.

Pengerahan tersebut dilakukan untuk memperkuat kapasitas penanganan kebakaran pada sejumlah kawasan yang terdampak karhutla.

Petugas Gabungan Tangani Kebakaran di Simpang Datuk dan Rantau Rasau

Di wilayah Simpang Datuk, Kecamatan Nipah Panjang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, sebanyak 17 personel gabungan diterjunkan untuk menangani kebakaran.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 12 personel berasal dari Manggala Agni Daops Pekanbaru dengan membawa lima unit mesin pemadam dan 40 rol selang.

Lima personel lainnya berasal dari Brigade Pengendalian Kebakaran Taman Nasional Berbak Sembilang (Brigdal TNBS) dengan dukungan satu unit mesin pemadam dan 10 rol selang.

Sementara itu, sebanyak 17 personel gabungan juga dikerahkan ke wilayah Rantau Rasau Desa, Kecamatan Berbak.

Personel tersebut terdiri atas 12 anggota Manggala Agni Daops Dumai yang dilengkapi tiga unit mesin pemadam dan 30 rol selang.

Selain itu, lima personel Brigdal TNBS turut membantu penanganan kebakaran dengan membawa satu unit mesin pemadam dan 10 rol selang.

Pengerahan personel dan perlengkapan pemadaman tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat penanganan kebakaran di kawasan sekitar Taman Nasional Berbak.

Pemadaman Menjangkau Labuhan Pering, Sungai Cemara, dan Air Hitam Laut

Penanganan karhutla juga dilakukan di Desa Labuhan Pering, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dengan fokus pada dua dusun, yakni Dusun Sungai Kapas dan Dusun Labuhan.

Kedua dusun tersebut berada di wilayah yang berbatasan dengan lahan PT Indo Kebun Lestari (IKL).

Pada masing-masing lokasi, Manggala Agni Daops Bukit Tempurung mengerahkan delapan personel dengan dukungan tiga unit mesin pemadam dan 20 rol selang.

Di wilayah Sungai Cemara, Kecamatan Sadu, sebanyak delapan personel Manggala Agni Daops Bukit Tempurung juga diterjunkan untuk membantu penanganan kebakaran.

Personel tersebut dilengkapi tiga unit mesin pemadam dan 13 rol selang untuk mendukung kegiatan pemadaman di lapangan.

Sementara itu, di Desa Sungai Rambut, Kecamatan Berbak, sebanyak tujuh personel Brigdal TNBS dikerahkan dengan dukungan satu unit mesin pemadam dan 10 rol selang.

Tambahan lima personel Brigdal TNBS juga ditempatkan di Desa Air Hitam Laut, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Personel di Air Hitam Laut mendapatkan dukungan satu unit mesin pemadam dan 10 rol selang untuk membantu penanganan kebakaran.

Pengerahan petugas dari berbagai daerah operasi Manggala Agni dan Brigdal TNBS tersebut dilakukan untuk memperkuat penanganan karhutla di sejumlah lokasi terdampak.

Pendinginan Lahan Gambut Jadi Prioritas Setelah Hujan Padamkan Api

Balai Taman Nasional Berbak dan Sembilang bersama petugas gabungan masih memprioritaskan proses pendinginan di tujuh titik kebakaran yang telah padam setelah hujan turun selama dua hari.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa di bawah permukaan tanah gambut.

Petugas juga tetap melakukan pemantauan di sejumlah lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api.

Sementara itu, penghitungan total luas lahan yang terbakar masih menunggu penyelesaian penanganan di lapangan.

Di sisi lain, aparat penegak hukum terus melanjutkan penyelidikan dan penyidikan terhadap puluhan kasus karhutla yang tercatat di Provinsi Jambi.

Dengan kondisi api yang telah padam di tujuh titik kawasan Taman Nasional Berbak, penanganan karhutla kini difokuskan pada penyelesaian pendinginan, pemantauan lahan gambut, dan pencegahan kebakaran berulang.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026