HOME  ⁄  Nasional

Sulsel Masuk 5 Besar SDGs Action Awards 2026 Lewat Inovasi Apartemen Ikan, Hasil Tangkapan Nelayan Naik 60 Persen

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Sulsel Masuk 5 Besar SDGs Action Awards 2026 Lewat Inovasi Apartemen Ikan, Hasil Tangkapan Nelayan Naik 60 Persen
Foto: Kepala Bappelitbangda Irawan Dermayasamin Ibrahim bersama tim memaparkan inovasi apartemen ikan pada SDG,s Action Award 2026 di Jakarta (sumber: Pemprov Sulsel)

Pantau - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan berhasil masuk lima besar finalis Indonesia’s SDGs Action Awards 2026 melalui inovasi apartemen ikan atau terumbu karang buatan yang dikembangkan untuk memulihkan ekosistem laut sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan.

Program unggulan tersebut mengintegrasikan rehabilitasi habitat laut, peningkatan hasil tangkapan ikan, dan penguatan ekonomi masyarakat pesisir sebagai bagian dari pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Sulawesi Selatan, Irawan Dermayasamin Ibrahim, menjelaskan bahwa inovasi apartemen ikan dirancang untuk memberikan manfaat ekologis sekaligus ekonomi bagi masyarakat nelayan.

Penjelasan tersebut disampaikan Irawan melalui keterangannya di Makassar, Senin (26/10/2026), terkait keikutsertaan Sulawesi Selatan dalam ajang Indonesia’s SDGs Action Awards 2026.

Inovasi yang dikembangkan pada masa kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi tersebut menjadi salah satu program yang diandalkan Sulawesi Selatan dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Hasil Tangkapan Nelayan Meningkat 60 Persen Berkat Apartemen Ikan

Berdasarkan data survei yang dipaparkan dalam materi praktik baik program apartemen ikan, hasil tangkapan nelayan meningkat dari sebelumnya 13.905 kilogram per hari menjadi 22.248 kilogram per hari.

Peningkatan tersebut mencapai 8.343 kilogram ikan per hari atau sekitar 60 persen dibandingkan jumlah tangkapan sebelumnya.

Capaian tersebut menjadi salah satu indikator peningkatan produktivitas perikanan yang disampaikan Pemprov Sulawesi Selatan dalam ajang Indonesia’s SDGs Action Awards 2026.

Dari sisi ekonomi, dengan asumsi harga jual ikan sebesar Rp25.000 per kilogram, estimasi nilai hasil tangkapan nelayan sebelum peningkatan produktivitas mencapai sekitar Rp347 juta per hari.

Setelah hasil tangkapan meningkat menjadi 22.248 kilogram per hari, estimasi nilai tangkapan nelayan mencapai sekitar Rp556 juta per hari dengan asumsi harga ikan yang sama.

Berdasarkan perhitungan tersebut, terdapat potensi tambahan nilai hasil tangkapan sekitar Rp209 juta per hari dibandingkan kondisi sebelumnya.

Angka tersebut merupakan estimasi nilai hasil tangkapan berdasarkan volume produksi dan asumsi harga jual ikan, bukan perhitungan pendapatan bersih nelayan.

Peningkatan produktivitas tersebut menjadi bagian dari capaian yang dipaparkan pemerintah provinsi untuk menunjukkan potensi apartemen ikan dalam mendukung kegiatan perikanan masyarakat pesisir.

Apartemen Ikan Jadi Habitat Pemijahan dan Pembesaran Ikan

Irawan menjelaskan bahwa pengembangan apartemen ikan tidak hanya berfokus pada pemasangan struktur atau modul buatan di dasar perairan, tetapi juga diarahkan untuk memulihkan fungsi ekologis habitat laut.

Struktur apartemen ikan dirancang sebagai tempat berlindung, area pemijahan atau perkembangbiakan, serta lokasi pembesaran berbagai jenis ikan.

Keberadaan habitat buatan tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan sumber daya ikan sekaligus membantu pemulihan ekosistem perairan.

Selain memberikan manfaat ekologis, apartemen ikan juga dirancang untuk membantu nelayan memperoleh lokasi penangkapan yang lebih terarah.

Dengan adanya lokasi penangkapan yang lebih teridentifikasi, aktivitas nelayan diharapkan dapat berlangsung lebih produktif.

Pemprov Sulawesi Selatan mengembangkan pendekatan tersebut dengan menghubungkan upaya rehabilitasi habitat laut dan peningkatan produktivitas perikanan dalam satu program.

Program ini juga menjadi bagian dari pengembangan ekonomi biru yang mengutamakan pemanfaatan sumber daya kelautan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

Pemprov Sulsel Bangun Apartemen Ikan di 13 Titik Seluas 11 Hektare

Pembangunan apartemen ikan di Sulawesi Selatan telah dimulai sejak 2025 sebagai bagian dari program pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan pemerintah provinsi.

Hingga Oktober 2026, pembangunan apartemen ikan telah mencakup 13 titik lokasi yang tersebar di sejumlah wilayah perairan Sulawesi Selatan.

Lokasi tersebut meliputi perairan Kota Makassar, Kabupaten Takalar, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Bulukumba, dan Kabupaten Sinjai.

Program serupa juga dilaksanakan di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Kabupaten Barru, serta Pulau Panikiang yang berada di wilayah Kabupaten Barru.

Selain itu, pembangunan apartemen ikan turut mencakup wilayah perairan Kabupaten Pinrang, Kabupaten Luwu Timur, dan Kota Palopo.

Secara keseluruhan, program apartemen ikan yang dikembangkan Pemprov Sulawesi Selatan mencakup luasan sekitar 11 hektare pada 13 titik lokasi tersebut.

Sebaran lokasi pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah provinsi memperluas manfaat rehabilitasi habitat laut dan peningkatan produktivitas perikanan bagi masyarakat pesisir.

Sulsel Dorong Apartemen Ikan Jadi Model Pengelolaan Laut Berkelanjutan

Selain menampilkan capaian peningkatan hasil tangkapan dan potensi nilai ekonomi, Pemprov Sulawesi Selatan juga menekankan pentingnya keberlanjutan program apartemen ikan.

Aspek keberlanjutan tersebut mencakup pembiayaan program, keterlibatan masyarakat pesisir, pengelolaan habitat laut, serta kerja sama lintas pemangku kepentingan.

Partisipasi masyarakat pesisir menjadi salah satu unsur penting agar keberadaan apartemen ikan dapat memberikan manfaat ekologis dan ekonomi dalam jangka panjang.

Pemerintah provinsi juga menekankan perlunya kolaborasi berbagai pihak untuk mendukung pengelolaan habitat dan mempertahankan manfaat program bagi masyarakat nelayan.

Melalui pendekatan tersebut, inovasi apartemen ikan diharapkan dapat direplikasi di wilayah pesisir lainnya yang memiliki kebutuhan serupa dalam pemulihan ekosistem laut dan peningkatan produktivitas perikanan.

Keberhasilan Sulawesi Selatan masuk lima besar finalis Indonesia’s SDGs Action Awards 2026 menjadi kesempatan bagi pemerintah provinsi untuk memperkenalkan program tersebut pada tingkat nasional.

Keikutsertaan tersebut juga menjadi sarana untuk menunjukkan kontribusi inovasi apartemen ikan terhadap pencapaian SDGs, khususnya pelestarian ekosistem laut dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Pemprov Sulawesi Selatan terus mengembangkan apartemen ikan sebagai salah satu model pengelolaan kelautan yang menggabungkan rehabilitasi habitat, peningkatan hasil tangkapan, dan penguatan ekonomi masyarakat nelayan secara berkelanjutan.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026