HOME  ⁄  Nasional

Golkar Gelar Lomba Film Pendek Berhadiah Rp200 Juta, Buka Kategori Kecerdasan Buatan untuk Sineas Muda

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Golkar Gelar Lomba Film Pendek Berhadiah Rp200 Juta, Buka Kategori Kecerdasan Buatan untuk Sineas Muda
Foto: (Sumber :Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Golkar sekaligus dewan juri, Nurul Arifin (tengah) saat konferensi pers Short Movie Competition dengan mengusung tema From Zero to Hero untuk memperingati HUT Ke-62 Golkar di Jakarta, Senin (26/10/2026). ANTARA/HO-Golkar..)

Pantau - Partai Golkar menggelar kompetisi film pendek bertajuk Short Movie Competition dengan total hadiah Rp200 juta serta menghadirkan kategori film berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-62 partai tersebut.

Kompetisi yang mengusung tema From Zero to Hero itu membuka kesempatan bagi sineas muda dan pelaku industri kreatif dari seluruh Indonesia untuk menghasilkan karya film pendek.

Panitia menyediakan dua kategori perlombaan, yakni film orisinal dan film berbasis AI, serta kesempatan perjalanan ke Korea Selatan untuk mempelajari industri perfilman.

Informasi tersebut disampaikan panitia penyelenggara dalam keterangan di Jakarta, Selasa (27/10/2026), setelah konferensi pers yang digelar sehari sebelumnya.

Golkar Siapkan Hadiah Rp200 Juta dan Kesempatan ke Korea Selatan

Panitia penyelenggara, Arnanto Prabowo, mengatakan kompetisi tahun ini menghadirkan dua kategori untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada peserta.

"Kompetisi di 2026 ini menghadirkan dua kategori, yaitu film orisinal dan film berbasis kecerdasan buatan (AI), dengan total hadiah mencapai Rp200 juta," kata Arnanto dalam keterangannya, Selasa.

Selain hadiah uang tunai, panitia juga menyiapkan kesempatan perjalanan ke Korea Selatan bagi peserta untuk mempelajari industri perfilman.

Arnanto menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini memberikan ruang bagi sineas muda untuk memanfaatkan perkembangan teknologi dalam proses produksi film.

"Kami tidak ingin menutup kreativitas anak muda untuk memanfaatkan teknologi. Karena itu, tahun ini kami membuka kategori film orisinal dan AI, dengan total hadiah Rp200 juta," ujarnya.

Kategori berbasis kecerdasan buatan menjadi salah satu pembaruan yang diperkenalkan dalam kompetisi film pendek Golkar tahun ini.

Melalui kategori tersebut, peserta dapat mengeksplorasi pendekatan produksi yang berbeda dari pembuatan film secara konvensional.

Tema From Zero to Hero Terinspirasi dari Perjalanan Bahlil Lahadalia

Arnanto mengungkapkan bahwa tema kompetisi tahun ini terinspirasi dari perjalanan hidup Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia.

"Tema From Zero to Hero terinspirasi dari perjalanan hidup Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia," katanya.

Tema tersebut dipilih untuk mengangkat cerita mengenai perjuangan, ketekunan, dan perjalanan seseorang dalam menghadapi tantangan hingga mencapai keberhasilan.

Panitia berharap peserta mampu menerjemahkan tema itu ke dalam cerita film pendek dengan pendekatan kreatif masing-masing.

Arnanto juga menjelaskan bahwa kompetisi pada tahun sebelumnya mengangkat tema toleransi dan kerukunan umat beragama.

"Tahun lalu kami mengangkat tema toleransi dan kerukunan umat beragama. Tahun ini, dalam rangka HUT Ke-62 Partai Golkar, kami mengusung tema From Zero to Hero yang terinspirasi dari perjalanan hidup Ketua Umum kami, Bapak Bahlil Lahadalia," ujarnya.

Nurul Arifin Dorong Sineas Muda Angkat Persoalan Sosial

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Golkar sekaligus anggota dewan juri, Nurul Arifin, mengatakan kompetisi film pendek tersebut menjadi kegiatan yang terus dikembangkan dalam rangkaian peringatan HUT Golkar.

Menurut Nurul, film pendek dapat menjadi sarana untuk menyampaikan cerita yang memberikan kesan mendalam kepada penonton meskipun memiliki durasi terbatas.

"Dalam waktu yang singkat, peserta diharapkan mampu menghasilkan karya yang meninggalkan kesan mendalam bagi penonton. Kesan itu diharapkan tetap terbawa bahkan setelah mereka selesai menyaksikan filmnya," ujar Nurul.

Ia menilai film pendek tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga dapat menjadi media refleksi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

Nurul mencontohkan isu perubahan iklim dan berbagai tantangan sosial sebagai bahan cerita yang dapat diangkat oleh peserta.

Melalui karya tersebut, penonton diharapkan dapat diajak memahami persoalan di sekitarnya sekaligus memikirkan kemungkinan penyelesaiannya.

Nurul juga mengapresiasi karya peserta pada penyelenggaraan tahun sebelumnya yang dinilai mampu menghasilkan film menarik meskipun menghadapi keterbatasan produksi.

Penilaian Film Orisinal dan AI Berpeluang Dibedakan

Nurul mengungkapkan bahwa dewan juri masih mempertimbangkan kemungkinan penerapan aspek penilaian yang berbeda antara kategori film orisinal dan film berbasis AI.

Pertimbangan tersebut muncul karena kedua kategori memiliki karakteristik dan proses produksi yang tidak sama.

Menurutnya, perbedaan metode penilaian dapat diperlukan agar peserta dari masing-masing kategori memperoleh penilaian yang adil.

"Masih terbuka kemungkinan penilaiannya dibedakan, karena kalau disamakan mungkin kurang adil. Namun, yang utama tetap relevansi cerita dengan tema From Zero to Hero," katanya.

Dengan demikian, kesesuaian cerita dengan tema kompetisi tetap menjadi perhatian utama dalam proses penjurian.

Golkar Ajak Pelaku Industri Kreatif Ikuti Kompetisi

Nurul mengajak sineas muda dan pelaku industri kreatif dari berbagai daerah untuk berpartisipasi dalam kompetisi tersebut.

Ia berharap semakin banyak peserta yang memanfaatkan kesempatan ini untuk menampilkan karya terbaik mereka.

"Kami mengajak teman-teman industri kreatif untuk ikut serta dan memberikan karya terbaiknya. Masih ada waktu untuk berpartisipasi. Kami tentu sangat senang apabila semakin banyak peserta yang mengikuti kompetisi ini," kata Nurul.

Kompetisi film pendek tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-62 Partai Golkar sekaligus membuka ruang bagi penggunaan teknologi kecerdasan buatan dalam produksi karya audiovisual.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026