
Pantau - Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher meminta pemerintah memperkuat deteksi dini, edukasi, dan pencegahan influenza setelah laporan surveilans Kementerian Kesehatan menunjukkan 172 dari 400 spesimen yang diperiksa pada 18–24 Oktober 2026 terdeteksi positif virus tersebut.
Netty mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap penularan influenza, terutama pada kelompok yang berisiko mengalami komplikasi.
Meski proporsi hasil pemeriksaan positif dilaporkan menurun dibandingkan pekan sebelumnya, ia menilai langkah pencegahan harus terus dilakukan.
Kemenkes Temukan 172 Spesimen Positif Influenza
Berdasarkan laporan surveilans Kementerian Kesehatan periode 18–24 Oktober 2026, sebanyak 172 dari 400 spesimen yang diperiksa menunjukkan hasil positif influenza.
Jumlah tersebut setara dengan 43 persen dari keseluruhan spesimen yang diperiksa selama periode pemantauan.
Netty mengatakan penurunan proporsi hasil positif dibandingkan pekan sebelumnya tidak boleh membuat masyarakat mengabaikan risiko penularan.
“Data ini perlu menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap influenza harus terus dijaga. Kita tidak perlu panik, tetapi pencegahan dan deteksi dini jangan sampai diabaikan,” ujar Netty kepada Parlementaria, Senin (26/10/2026).
Menurut politikus Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut, masyarakat perlu memperoleh informasi yang tepat mengenai gejala influenza dan cara mencegah penularannya.
Anak-Anak, Lansia, dan Ibu Hamil Perlu Perlindungan Khusus
Netty menyoroti pentingnya perlindungan bagi kelompok masyarakat yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi akibat influenza.
Kelompok tersebut meliputi anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit penyerta.
Ia meminta edukasi kesehatan diperkuat agar masyarakat memahami pentingnya menjaga kebersihan tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, serta menggunakan masker ketika sakit.
Netty juga menilai sekolah dan keluarga memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat.
“Sekolah dan keluarga memiliki peran penting dalam pencegahan. Anak-anak perlu dibiasakan menjaga kebersihan, sementara orang tua harus peka terhadap perubahan kondisi kesehatan anak dan tidak memaksakan mereka beraktivitas ketika sedang sakit,” jelas Netty.
Ia mengingatkan orang tua agar memperhatikan kondisi kesehatan anak sebelum mengizinkan mereka mengikuti kegiatan di sekolah maupun aktivitas lainnya.
DPR Minta Puskesmas dan Rumah Sakit Siap Tangani Pasien
Selain meningkatkan pencegahan di masyarakat, Netty meminta pemerintah memastikan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan dalam menghadapi kasus influenza.
Menurutnya, Puskesmas dan rumah sakit perlu memiliki akses pemeriksaan yang memadai serta sistem penanganan dan rujukan yang berjalan baik.
Kesiapan tersebut diperlukan agar pasien yang membutuhkan pertolongan medis dapat memperoleh layanan secara cepat dan tepat.
Netty juga mengingatkan pentingnya penggunaan obat berdasarkan pemeriksaan dan penilaian tenaga kesehatan.
“Kita juga membutuhkan informasi yang akurat, edukasi yang mudah dipahami, dan layanan kesehatan yang siap. Penggunaan obat, termasuk antivirus, harus berdasarkan penilaian tenaga medis, bukan karena kepanikan atau mengikuti informasi yang belum terverifikasi,” tegasnya.
Ia berharap penguatan edukasi, deteksi dini, dan kesiapan fasilitas kesehatan dapat membantu menekan risiko penularan influenza sekaligus melindungi kelompok rentan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




