
Pantau - Mahasiswa Program Doktor Administrasi Publik Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Ichsan Budiman Wantogia, berhasil meraih penghargaan Young Scholars Award dalam Konferensi Internasional IAPA Annual Conference 2026 dan ICPSH FISIP Unsoed 2026 melalui penelitian tentang penyelesaian konflik sosial di kawasan pertambangan emas Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.
Penghargaan tersebut diraih melalui karya ilmiah yang mengkaji penyelesaian konflik sosial di wilayah konsesi PT Gorontalo Minerals dengan pendekatan tata kelola kolaboratif.
Ichsan menyampaikan pencapaian tersebut di Gorontalo, Selasa (27/10/2026), setelah penelitiannya mendapat pengakuan dalam forum akademik internasional.
Penelitian itu disusun bersama tiga akademisi UNG lainnya, yakni Rauf A Hatu, Yanti Aneta, dan Udin Hamim.
Riset Konflik Tambang Emas Bone Bolango Raih Penghargaan
Karya ilmiah yang mengantarkan tim UNG meraih penghargaan berjudul Social Conflict Resolution in Gold Mining from a Collaborative Governance Perspective: A Study in the PT Gorontalo Minerals Concession Area in Bone Bolango Regency.
Penelitian tersebut membahas penyelesaian konflik sosial dalam aktivitas pertambangan emas di wilayah konsesi PT Gorontalo Minerals, Kabupaten Bone Bolango.
Kajian itu menggunakan pendekatan collaborative governance atau tata kelola kolaboratif untuk memahami hubungan antarpihak yang terlibat dalam pengelolaan sumber daya alam.
Persoalan yang diteliti mencakup hubungan antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.
Melalui penelitian tersebut, tim UNG mengangkat persoalan publik di tingkat daerah ke dalam pembahasan akademik internasional.
Penelitian Tekankan Dialog dan Kolaborasi Penyelesaian Konflik
Penelitian tim UNG menyoroti pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam merumuskan mekanisme penyelesaian konflik pertambangan.
Pendekatan tata kelola kolaboratif menempatkan dialog, komunikasi, pembangunan kepercayaan, dan partisipasi sebagai unsur penting dalam mempertemukan kepentingan yang berbeda.
Melalui pendekatan tersebut, konflik yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam dikaji tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dari hubungan sosial dan kelembagaan.
Kajian ini memandang penyelesaian konflik sebagai proses yang membutuhkan keterlibatan pemerintah, masyarakat, perusahaan, serta pihak terkait lainnya.
Penelitian tersebut juga menunjukkan bagaimana persoalan di daerah dapat menjadi bahan pengembangan kajian administrasi publik.
Konferensi Internasional IAPA Digelar Bersama Unsoed
Penghargaan Young Scholars Award diberikan dalam rangkaian konferensi internasional yang diselenggarakan oleh Indonesian Association for Public Administration (IAPA).
Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, Jawa Tengah.
Forum akademik itu menjadi tempat bagi para peneliti untuk mempresentasikan hasil kajian mengenai berbagai persoalan administrasi publik.
Keikutsertaan tim UNG dalam konferensi tersebut menjadi bagian dari aktivitas penelitian dan publikasi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi.
UNG Dorong Mahasiswa Doktoral Tingkatkan Kualitas Penelitian
Ketua Program Studi Doktor Administrasi Publik UNG, Dr. Yanti Aneta, menilai penghargaan tersebut menunjukkan pentingnya penelitian yang berangkat dari persoalan nyata di masyarakat.
Menurutnya, penelitian doktoral perlu memiliki relevansi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus membahas persoalan publik yang membutuhkan perhatian.
”Penghargaan Young Scholars Award menjadi momentum bagi Program Doktor Administrasi Publik Pascasarjana UNG, untuk terus memperkuat budaya riset dan publikasi ilmiah,” katanya.
Yanti menyatakan keterlibatan mahasiswa doktoral dalam forum akademik merupakan bagian dari upaya membangun tradisi penelitian yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan teori.
Ia berharap pencapaian tersebut dapat mendorong mahasiswa lainnya untuk menghasilkan penelitian berkualitas dan memperluas kerja sama akademik.
“Prestasi ini diharapkan memotivasi mahasiswa doktoral UNG lainnya, untuk terus meningkatkan kualitas penelitian, memperluas kolaborasi akademik dan berpartisipasi dalam forum ilmiah nasional maupun internasional,” katanya.
- Penulis :
- Aditya Yohan




