HOME  ⁄  Nasional

Arrmanatha Nasir Dorong Transformasi PBB Hadapi Tantangan Global dan Ketimpangan Teknologi AI

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Arrmanatha Nasir Dorong Transformasi PBB Hadapi Tantangan Global dan Ketimpangan Teknologi AI
Foto: Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir saat menyampaikan pidato dalam UN Day di Jakarta, Selasa 27/10/2026 (sumber: ANTARA/Kuntum Khaira Riswan)

Pantau - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Arrmanatha Nasir mendorong transformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar mampu menghadapi tantangan global dan menghadirkan solusi konkret terhadap berbagai persoalan internasional.

Dorongan tersebut disampaikan Arrmanatha dalam pidatonya pada peringatan Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN Day) di Jakarta, Selasa.

Arrmanatha menegaskan bahwa PBB pada masa depan tidak cukup hanya berperan sebagai lembaga pembentuk norma dan aturan internasional, tetapi juga harus mampu menyelesaikan berbagai persoalan nyata yang dihadapi masyarakat dunia.

"Norma saja tidak akan cukup untuk membawa PBB melangkah hingga 2045. PBB di masa depan tidak hanya harus menetapkan aturan, tetapi juga harus menyelesaikan berbagai persoalan," kata Arrmanatha.

Menurutnya, selama 80 tahun terakhir PBB telah memainkan peran penting dalam pembentukan norma global, termasuk di bidang hak asasi manusia (HAM), hukum laut, dan pembangunan berkelanjutan.

Meski demikian, ia menilai organisasi internasional tersebut perlu terus bertransformasi agar tetap relevan menghadapi perubahan dunia dan tantangan masa depan.

Arrmanatha Soroti Ketimpangan Teknologi AI dan Peran Negara Berkembang

Salah satu tantangan global yang menjadi perhatian Arrmanatha adalah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang belum diimbangi dengan sistem tata kelola memadai.

Menurutnya, kesenjangan antara kemajuan teknologi AI dan pengaturan internasional berpotensi memperbesar ketimpangan antarnegara dalam menentukan arah perkembangan teknologi.

Kondisi tersebut dapat membagi negara-negara di dunia menjadi dua kelompok, yakni pihak yang memiliki kemampuan menentukan masa depan AI dan pihak yang hanya menerima dampak dari keputusan tersebut.

Arrmanatha menekankan pentingnya keterlibatan negara-negara berkembang atau Global South dalam proses perundingan dan pengambilan keputusan mengenai tata kelola teknologi global.

"Negara-negara Global South atau negara-negara berkembang harus duduk di meja perundingan. Sebab, seperti yang sering dikatakan, jika kita tidak berada di meja perundingan, maka kita justru akan menjadi pihak yang diperdagangkan," ucapnya.

Ia menilai keterlibatan negara berkembang diperlukan untuk memastikan kebijakan teknologi internasional tidak hanya ditentukan oleh negara-negara yang memiliki pengaruh dan kemampuan teknologi lebih besar.

Dengan keterlibatan tersebut, negara berkembang diharapkan memiliki kesempatan untuk ikut menentukan arah kebijakan global, bukan sekadar menjadi penerima keputusan.

Indonesia Tegaskan Komitmen terhadap PBB dan Sistem Multilateral

Selain menyoroti perkembangan teknologi, Arrmanatha kembali menegaskan komitmen Indonesia dalam mendukung PBB dan memperkuat sistem kerja sama multilateral.

Menurutnya, dukungan Indonesia terhadap PBB bukan sekadar pilihan yang didasarkan pada kepentingan pragmatis, melainkan merupakan bagian dari amanat konstitusi.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai kontribusi Indonesia dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional.

Salah satunya adalah pengiriman pasukan penjaga perdamaian PBB yang menjadi bagian dari keterlibatan Indonesia dalam upaya menjaga stabilitas dunia.

Indonesia juga menunjukkan dukungannya melalui keterlibatan dalam Dewan Keamanan PBB, perlindungan HAM, serta penguatan kerja sama multilateral.

Arrmanatha menilai penguatan sistem multilateral tetap diperlukan untuk menghadapi berbagai persoalan internasional yang membutuhkan kerja sama antarnegara.

Arrmanatha Ajak Generasi Muda Berperan dalam Menentukan Masa Depan Dunia

Dalam kesempatan yang sama, Arrmanatha mengajak generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam menghadapi berbagai tantangan global.

Ia menekankan bahwa generasi muda memiliki kesempatan untuk berkontribusi melalui penyampaian gagasan, partisipasi sebagai warga negara, serta tindakan nyata di berbagai bidang.

Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam membentuk masa depan Indonesia sekaligus mendukung keberlanjutan kerja sama internasional.

Arrmanatha juga mendorong anak muda agar tidak hanya menjadi penonton dalam menghadapi perubahan dunia, tetapi turut memberikan kontribusi melalui kemampuan dan gagasan yang dimiliki.

"Indonesia membutuhkan gagasan Anda, PBB membutuhkan keberanian Anda, dan masa depan menaruh harapan pada Anda semua," ujarnya.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026