
Pantau - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Republik Indonesia menggelar Latihan Kader Bela Negara Tahun Anggaran 2026 di Rindam IV/Diponegoro, Kota Magelang, Jawa Tengah, Selasa (27/10/2026), untuk memperkuat karakter kebangsaan dan kesadaran masyarakat dalam menjaga persatuan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari aparatur pemerintah, karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pekerja Badan Usaha Milik Swasta (BUMS), hingga kelompok pekerja dari berbagai sektor lainnya.
Kepala Pusat Bela Negara Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal TNI Luhut Marpaung, menegaskan bahwa pembinaan bela negara merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa, bukan hanya tugas Kemenhan maupun Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Menurutnya, bela negara tidak selalu berkaitan dengan aktivitas militer atau penggunaan senjata, tetapi juga dapat diwujudkan melalui tindakan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Kemenhan Tekankan Bela Negara Bukan Sekadar Latihan Militer
Luhut menjelaskan bahwa pemahaman masyarakat mengenai bela negara perlu diperluas agar tidak hanya dikaitkan dengan kegiatan pertahanan bersenjata.
Ia menyebut berbagai aktivitas seperti menjaga kebersihan lingkungan, mencegah kebakaran hutan, menciptakan keamanan, serta meningkatkan kepedulian sosial merupakan bagian dari penerapan nilai-nilai bela negara.
Melalui kegiatan tersebut, Kemenhan berupaya menanamkan kesadaran bahwa setiap warga negara memiliki peran dalam menjaga kepentingan bangsa sesuai dengan kemampuan dan tanggung jawab masing-masing.
Latihan Kader Bela Negara Tahun Anggaran 2026 mengusung tema "Internalisasi Nilai Dasar Bela Negara sebagai Fondasi Menuju Indonesia Emas 2045".
Tema tersebut menekankan pentingnya pembentukan karakter masyarakat yang memiliki kesadaran kebangsaan, kepedulian sosial, serta komitmen menjaga persatuan nasional.
Luhut menegaskan bahwa nilai-nilai bela negara tidak cukup hanya dipahami secara teori, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Salah satu bentuk penerapannya adalah keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah kebakaran hutan serta lahan.
Dalam bidang keamanan, masyarakat juga dapat berkontribusi dengan menjaga ketertiban, membangun hubungan sosial yang harmonis, dan menciptakan lingkungan yang aman.
Kemenhan turut mendorong para kader agar lebih peka terhadap persoalan sosial serta berperan aktif dalam mencari penyelesaian atas permasalahan di lingkungan masing-masing.
"Harapan kami, semua pihak berperan dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di lingkungan. Itulah nilai-nilai bela negara yang ingin kami ingatkan dan sampaikan bersama-sama," kata Luhut Marpaung.
Pelatihan di Magelang Jadi Upaya Perluas Pembinaan Bela Negara
Luhut menjelaskan bahwa penyelenggaraan latihan di Rindam IV/Diponegoro merupakan bagian dari strategi Kementerian Pertahanan untuk memperluas jangkauan pembinaan bela negara ke berbagai daerah.
Melalui kegiatan yang dilaksanakan di daerah, Kemenhan berharap pemahaman mengenai nilai-nilai kebangsaan dapat menjangkau masyarakat dari berbagai latar belakang pekerjaan dan profesi.
Pembinaan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga persatuan dan keutuhan NKRI.
Kemenhan menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah agar penguatan nilai-nilai bela negara dapat terus berjalan setelah kegiatan pelatihan berakhir.
Kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah diharapkan dapat mendukung penerapan nilai-nilai bela negara secara berkelanjutan dalam kehidupan masyarakat.
Para peserta juga diharapkan mampu menjadi penggerak yang menyebarluaskan semangat kebangsaan di lingkungan pekerjaan, keluarga, dan masyarakat.
Pemkab Magelang Ingatkan Lima Nilai Dasar Bela Negara
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, David Rudyanto, mengapresiasi penyelenggaraan Latihan Kader Bela Negara Tahun Anggaran 2026 di wilayah Magelang.
David menilai kegiatan tersebut memiliki peran dalam membangun sikap mental dan karakter warga negara yang berlandaskan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa.
Ia menegaskan bahwa bela negara merupakan hak sekaligus kewajiban setiap warga negara sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
David merujuk pada Pasal 27 ayat (3) UUD 1945 yang mengatur bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.
Selain itu, Pasal 30 ayat (1) UUD 1945 menegaskan hak dan kewajiban setiap warga negara untuk ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.
Berdasarkan landasan konstitusional tersebut, David menyampaikan bahwa bela negara merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat yang dapat dilaksanakan sesuai dengan peran dan kemampuan masing-masing.
"Nilai dasar bela negara diharapkan menjadi landasan sikap dan perilaku yang dapat diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari," kata David Rudyanto.
David menjelaskan terdapat lima nilai dasar bela negara yang perlu ditanamkan dan diterapkan oleh seluruh warga negara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Nilai pertama adalah cinta Tanah Air, yang diwujudkan melalui rasa memiliki, kepedulian, serta tanggung jawab terhadap bangsa, negara, dan lingkungan tempat tinggal.
Nilai kedua adalah kesadaran berbangsa dan bernegara, yakni memahami kedudukan sebagai warga negara serta menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Nilai ketiga adalah kesetiaan kepada Pancasila sebagai ideologi negara yang menjadi pedoman dalam membangun sikap, perilaku, dan kehidupan kebangsaan.
Nilai keempat adalah kerelaan berkorban untuk bangsa dan negara melalui kesediaan memberikan kontribusi serta mendahulukan kepentingan bersama.
Adapun nilai kelima adalah memiliki kemampuan awal bela negara, yaitu kesiapan dasar untuk berpartisipasi dalam upaya pembelaan negara sesuai dengan peran dan tanggung jawab masing-masing.
Kader Bela Negara Diharapkan Jadi Penggerak Menuju Indonesia Emas 2045
David menilai penguatan lima nilai dasar bela negara sejalan dengan upaya pembangunan karakter bangsa dalam mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045.
Melalui pelatihan tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya memahami konsep bela negara, tetapi juga mampu menerapkannya secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Penerapan nilai-nilai tersebut mencakup lingkungan pekerjaan, keluarga, serta aktivitas sosial di tengah masyarakat.
Para kader juga diharapkan dapat menjadi penggerak dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga persatuan dan keutuhan nasional.
Selain memperkuat rasa cinta Tanah Air, pembinaan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kepedulian terhadap persoalan sosial, keamanan lingkungan, dan kelestarian alam.
Kemenhan bersama pemerintah daerah berupaya memastikan bahwa pembinaan bela negara dapat menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Pelaksanaan Latihan Kader Bela Negara Tahun Anggaran 2026 di Magelang menjadi bagian dari upaya memperkuat karakter kebangsaan berdasarkan nilai-nilai Pancasila sekaligus meningkatkan partisipasi seluruh komponen bangsa dalam menjaga NKRI menuju Indonesia Emas 2045.
- Penulis :
- Arian Mesa




